WISATA  

Sesarengan Fest 2026, Mengungkit Kembali Kejayaan Ekonomi Karanganyar di D’Heritage Tasikmadu

IMG 20261106 WA0121
Karanganyar Sesarengan Fest 2026 hadirkan Taniloka yang merupakan sajian produk pertanian unggulan dari petani - petani di Karanganyar.

Kabar Karanganyar, – Sesarengan Fest 2026 dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-109 Kabupaten Karanganyar digelar dengan konsep berbeda. Tidak sekadar menjadi ajang pameran produk unggulan daerah, kegiatan yang berlangsung pada 6-8 November 2026 tersebut mengambil tempat di kawasan bersejarah D’Heritage Tasikmadu, bekas kompleks Pabrik Gula Tasikmadu yang menjadi simbol kejayaan ekonomi pada masa pemerintahan Pura Mangkunegaran.

Pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan. Kawasan Tasikmadu menyimpan jejak sejarah ketika Mangkunegaran memiliki kedaulatan politik, wilayah kekuasaan yang luas, sekaligus kemandirian ekonomi melalui pengelolaan sejumlah pabrik gula. Salah satu warisan kejayaan tersebut adalah Pabrik Gula Tasikmadu yang kini dikembangkan sebagai kawasan wisata sejarah D’Heritage Tasikmadu.

Melalui Sesarengan Fest 2026, Pemerintah Kabupaten Karanganyar berupaya menghidupkan kembali memori kejayaan masa lalu sekaligus menjadikannya pijakan untuk membangun kekuatan ekonomi masyarakat masa kini. Potensi perdagangan, pertanian, industri kreatif, UMKM hingga produk unggulan lokal dipertemukan dalam satu ruang kolaborasi.

Bupati Karanganyar Rober Christanto mengatakan, penyelenggaraan Sesarengan Fest di kawasan bersejarah tersebut diharapkan mampu mengembalikan denyut perekonomian Tasikmadu sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah Kabupaten Karanganyar.

Menurutnya, kawasan tersebut dahulu menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi penting di Karanganyar. Karena itu, keberadaan Sesarengan Fest diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial peringatan hari jadi, tetapi juga momentum mengangkat kembali potensi daerah.

“Kita ingin mengajak masyarakat kembali melihat bahwa kawasan ini dahulu menjadi salah satu pusat perekonomian Kabupaten Karanganyar. Melalui kegiatan ini, kita hadirkan berbagai potensi yang ada agar bisa berkembang dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” ujar Rober saat membuka Sesarengan Fest 2026, Jumat (6/11/2026).

Rober menegaskan, pemerintah daerah harus hadir untuk mengakomodasi dan mendorong potensi ekonomi masyarakat. Seluruh camat dan organisasi perangkat daerah (OPD) diminta aktif menggali potensi unggulan di wilayah masing-masing agar mendapatkan ruang promosi dan pengembangan.

Pertanian Penopang Katahanan Pangan Juga Perekonomian

Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah pertanian. Rober menilai regenerasi petani menjadi tantangan serius karena minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian masih rendah. Padahal, pertanian menjadi salah satu penopang penting ketahanan pangan sekaligus stabilitas ekonomi daerah.

Dia mencontohkan potensi pengembangan varietas melon yang mencapai 38 jenis sebagai salah satu peluang pertanian bernilai ekonomi tinggi. Potensi tersebut diharapkan mampu menarik minat petani milenial untuk mengembangkan usaha pertanian secara lebih inovatif.

“Kalau kita bertemu kelompok tani, saya selalu bertanya siapa yang paling muda. Ternyata yang mengangkat tangan usianya sudah 45 sampai 50 tahun. Ini menjadi pekerjaan rumah kita. Bagaimana mendorong anak-anak muda agar tertarik bertani karena sebenarnya sektor pertanian memiliki peluang keuntungan,” katanya.

Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disdagperinaker) Karanganyar, Agung Wahyu Utomo, mengatakan Sesarengan Fest 2026 merupakan terobosan Pemkab Karanganyar untuk memperkenalkan sekaligus menduniakan Sondokoro Heritage.

Konsep pameran yang selama ini identik dengan penyelenggaraan di Alun-alun Karanganyar maupun Gedung Wanita kini dipindahkan ke kawasan bersejarah Tasikmadu. Langkah tersebut diharapkan menciptakan pengalaman berbeda sekaligus mempertemukan promosi ekonomi dengan pelestarian warisan sejarah.

Menurut Agung, Pura Mangkunegaran melalui Mangkunegara IV memiliki peran penting dalam membangun fondasi ekonomi kawasan tersebut, termasuk melalui pendirian Pabrik Gula Tasikmadu. Warisan sejarah itu harus terus digali dan diperkenalkan kepada generasi berikutnya.

“Kita sebagai anak cucu wajib menggali sejarah bahwa kita memiliki tokoh besar yang meninggalkan warisan luar biasa. Melalui kegiatan ini, kami ingin menghubungkan potensi sejarah dengan peluang ekonomi masa kini,” ungkapnya.

Sesarengan Fest 2026 merupakan hasil kolaborasi Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Tenaga Kerja, Dinas Koperasi dan UKM, serta Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan, dengan dukungan sejumlah pihak, termasuk BUMD dan Dekranasda Karanganyar.

Beragam produk unggulan ditampilkan melalui tiga konsep utama, yakni Pasar Rame dari Dinas Perdagangan, Lokal Roso dari Dinas Koperasi dan UKM, serta Tani Lokal dari sektor pertanian. Pengunjung juga disuguhi pameran tanaman hias dan anggrek, produk kuliner, kerajinan, batik khas Karanganyar hingga berbagai produk UMKM.

Tidak hanya berorientasi pada transaksi ekonomi, penyelenggara juga menghadirkan ruang rekreasi keluarga melalui permainan tradisional, aktivitas melukis untuk anak-anak, serta sejumlah pertunjukan dan kegiatan komunitas.

Target Kunjungan Adalah Kalangan Melenial

Ketua pelaksana peringatan HUT Karanganyar ke-109, Bakdo Harsono, menyampaikan sekitar 70 persen sasaran pengunjung kegiatan tersebut merupakan kalangan milenial. Karena itu, penataan lokasi sengaja dibuat lebih atraktif dan Instagramable agar menarik perhatian generasi muda.

Promosi melalui media sosial juga menjadi salah satu strategi untuk memperluas jangkauan pengunjung. Hingga menjelang pembukaan, interaksi konten Sesarengan Fest melalui Instagram dan TikTok telah menembus lebih dari 100.000 aktivitas berupa unggahan ulang, komentar, dan tanda suka.

Selama tiga hari penyelenggaraan, sejumlah agenda turut disiapkan, mulai dari Festival Anggrek, Kicau Mania, talkshow sejarah Karanganyar, hingga kegiatan komunitas lainnya. Puncak acara pada Minggu (8/11/2026) akan ditutup dengan parade busana batik khas Karanganyar sebagai bagian dari upaya pelestarian sekaligus promosi produk lokal.

Rangkaian kegiatan tersebut juga disemarakkan The Tasikmadu Heritage Run yang dijadwalkan berlangsung Minggu pagi. Hingga penutupan pendaftaran, tercatat sebanyak 2.490 peserta telah mendaftar. Lomba lari kategori 10K dijadwalkan dimulai pukul 05.30 WIB, disusul kategori 5K.

Melalui Sesarengan Fest 2026, Pemkab Karanganyar ingin menjadikan peringatan hari jadi ke-109 bukan sekadar perayaan bertambahnya usia daerah. Lebih dari itu, momentum ini diharapkan menjadi titik ungkit untuk membangun kemandirian ekonomi, memperkuat daya saing produk lokal, membuka peluang usaha, serta menumbuhkan generasi muda yang berani mengembangkan potensi daerah.

Dari jejak kejayaan Pabrik Gula Tasikmadu, Karanganyar mencoba merajut masa depan. Warisan sejarah tidak hanya dirawat sebagai kenangan, tetapi dihidupkan kembali menjadi kekuatan ekonomi bagi masyarakat. (Hds/K2)