Kabar Karanganyar, — Perjuangan atlet-atlet Kabupaten Karanganyar di arena Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026 Semarang Raya berbuah 19 medali emas. Cabang olahraga (cabor) gantole dan dance sport tampil sebagai penyumbang emas terbanyak, masing-masing mempersembahkan tiga emas untuk Bumi Intanpari. Dalam klasemen akhir, Karanganyar bertengger di peringkat ke-14 dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah.
Di balik angka tersebut, ada perjuangan panjang para atlet yang membawa nama daerah ke arena pertandingan. Mereka beradu kemampuan, menjaga semangat, dan berjuang mengibarkan kebanggaan Karanganyar di tengah persaingan ketat olahraga tingkat provinsi.
Berdasarkan klasemen akhir KONI Jawa Tengah per 31 Oktober 2026, kontingen Karanganyar mengoleksi 19 emas, 27 perak, dan 33 perunggu. Total 79 medali berhasil dibawa pulang dari berbagai cabang olahraga.
Perolehan 19 emas itu bahkan melampaui target awal Ketua KONI Karanganyar, Bagus Selo, yang membidik 15 medali emas. Namun, ambisi menembus 12 besar klasemen belum sepenuhnya terwujud. Karanganyar harus mengakhiri kompetisi di peringkat ke-14.
Posisi tersebut terpaut dua tingkat dari target. Kabupaten Cilacap berada di peringkat ke-13 dengan 21 emas, sedangkan Kabupaten Kendal menempati peringkat ke-12 dengan 24 emas.
Gantole dan Dance Sport Beri Kontribusi Terbesar
Salah satu kisah keberhasilan datang dari cabor gantole. Tiga atletnya sukses mempersembahkan emas melalui nomor berbeda. Setiyoko berjaya pada nomor Lintas Alam Terbatas Kelas Sport, Sulis Widodo meraih emas Lintas Alam Durasi Kelas Sport, sedangkan Supardi menjadi yang terbaik pada nomor Lintas Alam Terbatas Kelas Floater.
Perjuangan tim gantole tidak berhenti pada tiga emas. Setiyoko juga meraih perak pada nomor Lintas Alam Speed Gliding Kelas Sport, sementara Sulis Widodo menambah perunggu pada nomor Lintas Alam Terbatas Kelas Sport.
Prestasi membanggakan juga ditorehkan atlet dance sport. Lima atlet Karanganyar sukses mengamankan tiga emas dari tiga nomor pertandingan.
Talita Jauhara Zahrani mempersembahkan emas pada nomor B-Girl. Pasangan Aurora Cherish Muthiarta Kusuma dan Restu Anggun Suwasono meraih emas nomor Synchronized Latin kategori C dan J.
Sementara Anggela Danastri Jesse Permatasari bersama Hangya Lhefi Rhesma Rimbani menyumbangkan emas ketiga melalui nomor Synchronized Standard kategori W dan Q.
Lima atlet tersebut menjadi bagian penting dari perjuangan kontingen Karanganyar dalam mengumpulkan pundi-pundi emas Porprov tahun ini.
Kirana, Galang, Akila hingga Miftakhul Ikut Harumkan Karanganyar
Perjuangan mengharumkan nama daerah juga datang dari cabang panjat tebing dan balap sepeda. Masing-masing cabor menyumbangkan dua medali emas.
Dari panjat tebing, Galang Ardi Wiyana meraih emas nomor Speed Asia K Putra, sedangkan Kirana Maharani Setyawan menjadi juara pada nomor Lead Perorangan Putri.
Di cabang balap sepeda, Akila Nathifa Jaenuri tampil gemilang dengan memborong dua emas. Atlet tersebut menjadi yang terbaik pada nomor Track 4000 Meter Individual Pursuit Putri U19 dan Road Race Individual Time Trial (ITT) Putri U19.
Nama Miftakhul Andika juga masuk dalam daftar pahlawan medali Karanganyar. Dia berhasil meraih emas pada cabang balap motor nomor Trail Standar 150cc Pemula Perorangan Putra.
Sumbangan emas lainnya datang dari berbagai cabang olahraga. Rizky Abdullah Adi Saputra meraih emas gimnastik artistik putra perorangan lantai. Binaraga menyumbangkan dua emas melalui Willy Setiawan Santoso dan Yanto Agus.
Ju-jitsu menyumbangkan emas melalui Miftaqul Zanah, sedangkan petanque melalui pasangan Annanda Putri Salsa Billah dan Evi Mutma’inah. Dari paralayang, Kevin Daffa Pratama Candra meraih emas nomor Ketepatan Mendarat (KTM) Kelas A Perorangan Putra sekaligus bersama tim meraih emas nomor beregu.
Satu emas lainnya dipersembahkan Pitra Andika S. Kom dari cabang catur nomor Perorangan Klasik Putra.
79 Medali, Modal Perjuangan Berikutnya
Tidak hanya emas, atlet Karanganyar juga berjuang keras mengamankan 27 medali perak dan 33 perunggu.
Medali perak tersebar di sejumlah cabang, antara lain sepak takraw, gimnastik, gantole, akuatik, menembak, ju-jitsu, bola voli pantai, sepatu roda, rugby, pencak silat, angkat berat, panahan, atletik, balap motor, dan bulutangkis.
Sementara medali perunggu diraih dari cabang gimnastik, angkat besi, panahan, balap sepeda, gantole, akuatik, balap motor, sepak bola, ju-jitsu, panjat tebing, sepatu roda, taekwondo, angkat berat, wushu, paralayang, tenis meja, sambo, karate, pencak silat, tinju, dan esport.
Cabor esport turut menyumbangkan dua perunggu melalui nomor Honor of Kings Beregu Terbuka dan eFootball Perorangan.
Di klasemen akhir, Kota Semarang keluar sebagai juara umum dengan 177 emas, 121 perak, dan 112 perunggu. Kota Surakarta berada di posisi kedua dengan 79 emas, disusul Kota Salatiga dengan 41 emas.
Bagi Karanganyar, peringkat ke-14 bukanlah akhir dari perjuangan. Sebanyak 79 medali menjadi bukti bahwa atlet-atlet Bumi Intanpari mampu bersaing dan memberikan yang terbaik bagi daerahnya.
Target 15 emas telah terlampaui, meski impian 12 besar masih harus diperjuangkan. Pekerjaan rumah berikutnya adalah memperkuat pembinaan, menjaga konsistensi prestasi, dan mempersiapkan generasi atlet agar pada Porprov mendatang, nama Karanganyar bisa berdiri lebih tinggi di papan klasemen. (Hds/K2)












