Sudah Ada Manager Tapi Belum Beroprasi, Plavon KDMP Kragan Malah Ambrol

IMG 20261105 062137
Salah satu plavon bangunan gerai KDMP di wilayah Karanganyar yang ambrol sebelum beroprasi.

Kabar Karanganyar, – Plafon bangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di sejumlah wilayah Kabupaten Karanganyar dilaporkan ambrol saat hujan disertai angin kencang. Ironisnya, bangunan yang mengalami kerusakan tersebut diketahui belum difungsikan sebagai gerai koperasi.

Menurut berbagai sumber yang dihimpun kejadian ambrolnya plavon gerai KDMP terjadi diberbagai wilayah di Karanganyar. Di wilayah Gondangrejo ada dua bangunan kopdes yang plavonya ambrol yaitu Desa Tuban dan Desa Kragan, Wilayah Jatiyoso kantor dan gerai KDMP desa Beruk juga alami hal serupa, Jumantono di Desa Tugu.

Salah satu kejadian dilaporkan terjadi di bangunan KDMP Desa Kragan, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar. Plafon bangunan tersebut disebut ambrol saat hujan angin pada Sabtu (31/10/2026) malam.

Kepala Desa Kragan Gondangrejo, Widada, membenarkan adanya informasi kerusakan pada bagian plafon bangunan KDMP di wilayahnya. Namun, dia mengaku belum mengetahui secara pasti kondisi kerusakan maupun detail pembangunan gedung tersebut.

“Katanya sudah dibenahi. Kejadiannya saat angin kencang, malam Minggu kemarin,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan.

Dia menjelaskan, pemerintah desa tidak terlibat langsung dalam proses pembangunan gedung KDMP tersebut. Desa hanya menyiapkan lahan, sedangkan pelaksanaan pembangunan dilakukan oleh pihak lain.

Karena tidak dilibatkan dalam proses pembangunan, pihak desa mengaku tidak mengetahui secara detail spesifikasi bangunan maupun teknis pengerjaannya.

“Desa hanya menyiapkan lahan. Kalau pembangunan, kami tidak dilibatkan, jadi tidak tahu persis bagaimana pelaksanaannya,” jelasnya.

Bangunan KDMP Desa Kragan itu disebut telah berdiri sekitar tujuh bulan. Meski demikian, hingga kini gerai tersebut belum beroperasi dan belum digunakan untuk aktivitas jual beli.

Kondisi bangunan juga masih kosong. Belum terlihat adanya barang dagangan maupun perlengkapan yang disiapkan untuk menunjang operasional koperasi.

Kepala desa menyebut pengelola atau manajer KDMP sudah pernah dibahas dan dipertemukan di balai desa. Namun, aktivitas operasional gerai belum berjalan.

“Manajernya sudah ada, tetapi belum beroperasi. Bangunannya juga masih kosong,” katanya.

Kerusakan plafon pada bangunan yang belum difungsikan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kualitas konstruksi dan kesiapan fasilitas KDMP sebelum digunakan.

Terlebih, bangunan yang semestinya menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat desa itu masih dalam tahap menunggu operasional, tetapi sudah dilaporkan mengalami kerusakan akibat cuaca.

Hingga kini, pihak desa mengaku belum memperoleh penjelasan terperinci mengenai penyebab ambrolnya plafon maupun hasil pemeriksaan terhadap kondisi bangunan.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian terhadap kesiapan infrastruktur gerai KDMP, terutama terkait kualitas bangunan, pemeliharaan, serta keamanan fasilitas sebelum nantinya digunakan masyarakat. (Hds/K2)