WISATA  

Karhutla Lawu Belum Padam, Direktur PUD Aneka Usaha, Samidi, Pantau Langsung

IMG 20261019 WA0666
Pantauan rambatan sebaran api karhutla gunung Lawu dari jembatan bancolono.

Kabar Karanganyar, — Sebaran api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Gunung Lawu kian mengkhawatirkan. Mendapat informasi titik api terus meluas pada Senin (19/10/2026) malam, Direktur PUD Aneka Usaha Karanganyar, Samidi, turun langsung memantau perkembangan kebakaran yang merambat ke arah puncak dan kawasan utara menuju Taman Hutan Raya (Tahura).

Pergerakan api di tengah angin kencang membuat situasi kebakaran di lereng Lawu masih perlu diwaspadai. Hingga Senin malam, luas kawasan hutan yang terbakar belum dapat dipastikan.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Karanganyar, Sugiharjo, dalam laporan dari Posko Induk Pemantauan Karhutla di Gondosuli, Senin pukul 21.00 WIB, menyebut pemantauan visual menunjukkan sebaran titik api terus meluas.

“Pemantauan secara visual terpantau pergerakan titik api meluas karena angin bergerak kencang. Untuk luas yang terbakar belum bisa diperkirakan,” lapor Sugiharjo melalui pesan WhatsApp.

Tak hanya meluas, pergerakan api juga terpantau mengarah ke kawasan yang lebih tinggi. Berdasarkan informasi Basarnas melalui pemantauan drone thermal pada Senin sore, titik api bergerak naik menuju Cakra Surya, di bawah Hargo Dumilah.

“Titik api bergerak naik ke atas, Cakra Surya di bawah Hargo Dumilah. Informasi dari Basarnas dengan drone thermal sore tadi,” ungkap Sugiharjo dalam laporannya.

Pemantauan visual dilakukan dari Posko Induk Gondosuli dan kawasan Sakura Hills. Perkembangan tersebut menjadi perhatian di tengah upaya berbagai unsur untuk mengendalikan kebakaran yang terus mengancam kelestarian hutan Gunung Lawu.

Sementara itu Samidi mengatakan selalu pengelola jalur pendakian Lawu Via Cemoro Kandang dan Via Jalur Cetho menyatakan lakukan pantauan langsung malam ini untuk menyerap informasi dari teman – teman relawan yang saat ini siaga di cemoro kandang.

” Ya kita sambangi teman – teman AGL yang lagi siaga, juga kita diskusikan dampak – dampak karhutla terhadap jalur pendakian yang kita kelola, ” Ujar Samidi.

Dia juga menambahkan segala upaya terbaik telah dilaksakan oleh pihak – pihak terkait tentang penanganan karhutla melibatkan BPBD, pemerintah daerah, Forkopimda, kepolisian, TNI hingga relawan. Seluruh unsur bergerak untuk menekan penyebaran api agar tidak semakin meluas.

“Sudah dari upaya BPBD, Pak Bupati, semua Forkopimda, Pak Kapolres, dari Kodim, semuanya BPBD, relawan sudah bergerak untuk mengatasi padamnya api supaya segera padam,” kata Samidi saat ditemui di Basecamp Cemoro Kandang, Tawangmangu, Senin (19/10/2026).

Ia berharap upaya pemadaman segera membuahkan hasil sehingga kebakaran tidak semakin merusak kawasan hutan. Setelah api berhasil dikendalikan, pemulihan lingkungan dan pembenahan kawasan terdampak juga perlu menjadi perhatian.

Jalur Pendakian Masih Ditutup

Di tengah perkembangan karhutla yang belum terkendali, jalur pendakian Gunung Lawu melalui wilayah Karanganyar masih ditutup. Samidi menegaskan penutupan telah diberlakukan sejak sekitar sebulan lalu.

Pengelola masih akan berkoordinasi dengan BPBD, Perum Perhutani, dan pengelola Taman Hutan Raya (Tahura) sebelum memutuskan pembukaan kembali jalur pendakian.

“Sudah tutup sebulan lalu. Nanti kita umumkan kalau sudah mulai mandali,” ujar Samidi.

Masyarakat dan calon pendaki diminta mematuhi penutupan serta menunggu pengumuman resmi dari pengelola. Keputusan pembukaan jalur nantinya akan mempertimbangkan kondisi keamanan kawasan dan hasil koordinasi dengan pihak terkait.

Hingga Senin malam, luas hutan yang terbakar belum dapat dipastikan. Sementara pergerakan api menuju Cakra Surya di bawah Hargo Dumilah dan kondisi angin kencang menjadi perhatian dalam pemantauan lanjutan.

Upaya pemadaman dan pengawasan terus dilakukan untuk mencegah kebakaran meluas serta menjaga keselamatan petugas, relawan, masyarakat, dan calon pendaki. (Hds/K2)