Kabar Karanganyar, – Jika selama ini lereng Gunung Lawu identik dengan dinginnya udara dan kepulan sate kambing yang menggoda selera, kini ada satu lagi alasan wisatawan untuk berhenti sejenak di kawasan Matesih.
Di Desa Dawung, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, KOSALA Coffee dan Sate menawarkan sensasi kuliner yang tak biasa. Kopi berpadu santan murni dengan aroma kelapa bakar, disandingkan dengan sate kambing yang hadir dengan potongan dan porsi berbeda dari sajian sate yang selama ini populer di kawasan lereng Lawu.
Menu yang paling mencuri perhatian adalah Kopi Santan Lawu, racikan khas KOSALA yang disebut menjadi salah satu sajian unik di Soloraya. Minuman ini lahir dari rasa penasaran sang pemilik, Kadi Sukarna, setelah mencicipi kopi santan khas Blora.
Inspirasi itu kemudian dibawa pulang, dipelajari, lalu diracik ulang dengan sentuhan khas KOSALA.
“Awalnya saya diajak minum kopi santan oleh Bupati Blora. Setelah itu saya pelajari racikannya dan saya coba kembangkan di sini,” kata Kadi saat ditemui, Senin (14/9/2026).
Bukan sekadar mencampurkan kopi dan santan, Kadi melakukan sejumlah eksperimen untuk mendapatkan karakter rasa yang berbeda.
Salah satu kuncinya terletak pada kelapa.
Kelapa tua yang digunakan untuk membuat santan terlebih dahulu dibakar sebelum diparut. Proses tersebut menghasilkan aroma kelapa yang lebih kuat dan sensasi gurih yang menjadi pembeda Kopi Santan Lawu KOSALA.
Santan yang digunakan juga bukan santan instan. KOSALA memilih santan murni dari kelapa tua untuk mempertahankan cita rasa dan tekstur minuman.
“Kami menggunakan santan murni dari kelapa tua. Kelapanya kami bakar dulu sebelum diparut, sehingga aromanya lebih gurih,” jelasnya.
Untuk bahan kopinya, KOSALA saat ini menggunakan kopi khas Blora. Namun inovasi belum berhenti. Ke depan, Kadi berencana memadukannya dengan kopi lokal dari kawasan Gunung Lawu.
Targetnya jelas, Kopi Santan Lawu tidak hanya menjadi menu unik, tetapi juga memiliki identitas rasa yang kuat sebagai produk kuliner dari lereng Lawu.
Sensasi minuman ini bisa dinikmati panas maupun dingin. Untuk versi dingin, kopi tidak sekadar dicampur dengan es. Kopi dituangkan langsung ke dalam gelas berisi es agar santan tetap terjaga dan tidak pecah.
Dengan harga Rp25.000 per gelas, Kopi Santan Lawu mulai mencuri perhatian pencinta kuliner dari berbagai daerah.
Kadi menyebut pelanggan KOSALA bahkan datang dari luar Karanganyar, mulai Semarang, Klaten hingga Kartasura juga daerah sekitar lainya.
Namun KOSALA bukan hanya soal kopi.
Bagi pencinta kuliner kambing, tempat ini juga menyiapkan menu sate kambing dan sate kepala kambing yang menjadi pasangan utama dalam konsep KOSALA Coffee dan Sate.
Yang ditawarkan bukan sekadar sate kambing dengan nama berbeda.
Potongan daging dan porsinya dibuat dengan karakter tersendiri sehingga memberikan pengalaman berbeda bagi penikmat sate yang sudah akrab dengan kuliner kambing khas lereng Lawu.
Sajian tersebut kemudian dilengkapi menu lain seperti nila goreng dan ayam kampung goreng.
Konsep ini membuat KOSALA mencoba mengambil posisi sebagai tempat persinggahan kuliner bagi wisatawan yang melintas atau sengaja menjelajah kawasan Matesih dan lereng Lawu.
Di tengah menjamurnya kuliner khas lereng Lawu, KOSALA mencoba tampil dengan formula berbeda: kopi dengan santan murni dan aroma kelapa bakar, kemudian dipertemukan dengan sate kambing berpotongan dan porsi yang menjadi ciri khasnya.
Bagi wisatawan, perjalanan ke lereng Lawu kini bukan hanya soal menikmati pemandangan pegunungan.
Ada alasan lain untuk berhenti di Dawung.
Menyeruput kopi santan dengan aroma kelapa bakar sambil menyantap sate kambing hangat bisa menjadi pengalaman kuliner baru yang layak dicoba saat menyusuri kawasan lereng Lawu. (Hds/K2)












