Kabar Karanganyar, — Penjajakan pengelolaan objek wisata Grojogan Sewu di Tawangmangu dan pusat perbelanjaan Palur Plaza menjadi langkah strategis Aris Munandar dalam menggerakkan roda organisasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Karanganyar periode 2026–2031. Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat peran Kadin sebagai wadah pengusaha sekaligus motor penggerak ekonomi daerah.
Aris yang terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Kabupaten (Mukab) III Kadin Karanganyar, Selasa (27/10/2026), ingin membawa organisasi pengusaha itu lebih aktif dalam menggarap potensi ekonomi lokal. Bukan sekadar memperkuat struktur organisasi, kepengurusan baru juga didorong terlibat langsung dalam pengembangan aset ekonomi yang dinilai memiliki prospek besar bagi Karanganyar.
Juragan pusat oleh-oleh Kampung Banana Krezz tersebut bersama jajaran pengurusnya resmi dikukuhkan oleh Ketua Umum Kadin Jawa Tengah, Harry Nuryanto Soediro, di Anaya Azana Hotel Karanganyar pada Selasa malam.
Sejumlah agenda telah disiapkan untuk mengawali masa kepemimpinan Aris. Selain membenahi organisasi dan memperluas pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Kadin Karanganyar mulai melirik peluang pengelolaan destinasi wisata hingga pusat perdagangan.
Bagi Aris, aktualisasi organisasi harus diwujudkan melalui program nyata yang memberikan dampak terhadap kegiatan usaha dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Karena itu, Kadin tidak cukup hanya menjadi wadah komunikasi pengusaha, tetapi juga perlu hadir sebagai penghubung antara potensi daerah, kebutuhan pasar, dan peluang investasi.
“Selama tiga bulan ke depan memang kita akan fokus dulu untuk internal, penataan di Kadin dan segala macam. Marwah Kadin juga harus kita bangun, salah satunya dengan memiliki kantor. Kita target tiga bulan ke depan,” ujarnya seusai pengukuhan.
Pembenahan internal menjadi fondasi awal sebelum organisasi menjalankan program yang lebih luas. Setelah kelembagaan tertata, Kadin akan mengarahkan kegiatan pada pelatihan, pendampingan, serta pengembangan bisnis bagi pelaku usaha di Karanganyar.
Aris ingin Kadin menjadi rumah bersama bagi pengusaha dari berbagai skala, mulai dari UMKM, industri menengah, hingga perusahaan besar. Kolaborasi antarpelaku usaha tersebut dinilai penting untuk membangun ekosistem ekonomi daerah yang lebih kuat.
Peluang Pengelolaan Grojogan Sewu Jadi Bidikan
Dari sejumlah potensi yang dilirik, Grojogan Sewu menjadi salah satu perhatian utama kepengurusan baru Kadin Karanganyar. Destinasi wisata unggulan di Tawangmangu itu dinilai memiliki daya tarik besar, tetapi masih membutuhkan pembenahan tata kelola agar potensi kunjungan wisatawan mampu menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih luas.
Aris menyebut potensi kunjungan wisata di Karanganyar mencapai lebih dari 1,8 juta orang per tahun. Besarnya potensi tersebut perlu diimbangi dengan pengelolaan profesional, peningkatan fasilitas, serta strategi pengembangan yang mampu memperkuat daya saing destinasi.
“Grojogan Sewu ini sebenarnya ikon banget untuk wilayah kita. Potensinya masih luar biasa. Cuma mungkin kita perlu berbenah dari sisi tata kelola, manajemen, tempat, dan segala macam,” jelasnya.
Kadin Karanganyar membuka peluang untuk terlibat dalam pengelolaan Grojogan Sewu. Namun, rencana tersebut masih berada pada tahap penjajakan dan membutuhkan pembahasan bersama pihak-pihak terkait, terutama mengenai skema kerja sama, kewenangan pengelolaan, serta konsep pengembangan kawasan wisata.
Salah satu gagasan yang sempat mengemuka ialah menghadirkan fasilitas untuk mempermudah akses wisatawan menuju kawasan air terjun. Alternatif berupa eskalator atau lift turut dibicarakan sebagai kemungkinan pengembangan fasilitas, mengingat pengunjung harus melewati banyak anak tangga untuk mencapai kawasan wisata tersebut.
Meski demikian, Aris menegaskan gagasan itu belum menjadi keputusan final. Kajian lebih lanjut tetap diperlukan agar konsep pengembangan sesuai dengan kondisi kawasan, kebutuhan pengunjung, serta ketentuan yang berlaku.
Di balik rencana tersebut, Aris menekankan pentingnya keterlibatan pengusaha lokal dalam mengembangkan potensi ekonomi daerah. Menurut dia, pelaku usaha Karanganyar semestinya memiliki kesempatan untuk mengambil peran lebih besar dalam pengelolaan aset ekonomi di wilayahnya sendiri.
“Kita berusaha bagaimana supaya potensi-potensi Kabupaten Karanganyar memang dikelola oleh orang-orang daerah Karanganyar. Kita tidak menjadi sekadar penonton, tetapi benar-benar menjadi pemain utama,” tegasnya.
Palur Plaza dan Perluasan Ruang Usaha
Selain Grojogan Sewu, Palur Plaza juga masuk dalam radar pengembangan bisnis Kadin Karanganyar. Aris menyebut peluang pengelolaan pusat perbelanjaan tersebut sebelumnya telah dibicarakan dengan Bupati Karanganyar dan akan ditindaklanjuti melalui diskusi lebih lanjut.
Penjajakan dua aset tersebut menunjukkan arah awal kepengurusan Aris yang berupaya memperluas ruang keterlibatan pengusaha lokal dalam kegiatan ekonomi daerah. Meski peluangnya masih perlu dikaji, Kadin ingin memastikan potensi usaha yang tersedia tidak berhenti sebagai wacana, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama yang terukur.
Di sisi lain, pengembangan UMKM tetap menjadi agenda penting. Aris menilai persoalan utama pelaku UMKM bukan semata-mata kemampuan menghasilkan produk, melainkan keterbatasan akses terhadap pasar yang lebih luas.
Karena itu, pendekatan yang akan dikembangkan Kadin lebih menitikberatkan pada riset pasar, pencarian jaringan pemasaran, dan upaya mempertemukan produk lokal dengan calon pembeli yang memiliki kapasitas transaksi lebih besar.
“Kalau kita berangkat dari UMKM-nya, saya rasa berat. Tapi kalau kita berangkat dari pasarnya, mungkin akan berbeda. Kita lebih ke riset pasar dan bagaimana mencarikan mereka pasar yang lebih besar,” katanya.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu membuat program pemberdayaan UMKM lebih terarah. Pelatihan dan peningkatan kualitas produk akan berjalan beriringan dengan upaya memperluas jaringan penjualan sehingga pelaku usaha tidak berhenti pada tahap produksi.
Kadin Didorong Bersinergi dengan Pemkab
Ketua Umum Kadin Jawa Tengah, Harry Nuryanto Soediro, berharap kepengurusan baru Kadin Karanganyar segera membangun komunikasi intensif dengan pemerintah daerah. Menurut dia, Kadin memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam mendorong investasi, mengembangkan usaha, dan memperkuat pertumbuhan ekonomi.
Harry menilai Karanganyar mempunyai modal ekonomi yang beragam, mulai dari agrowisata, agrobisnis, industri manufaktur, hingga UMKM. Potensi tersebut membutuhkan koordinasi agar kebijakan pemerintah dan kebutuhan dunia usaha dapat berjalan beriringan.
“Segera merapat dengan pemerintah karena Kadin merupakan mitra strategis pemerintah kabupaten. Harapannya bisa berkolaborasi dan bersinergi untuk terus membangun pertumbuhan ekonomi yang ada di Karanganyar,” ujarnya.
Dia juga mengingatkan bahwa ketidakpastian ekonomi global perlu dihadapi dengan menjaga iklim investasi dan meningkatkan daya tarik daerah. Ketersediaan sumber daya manusia di Jawa Tengah, menurut dia, dapat menjadi salah satu modal untuk mendatangkan investor sekaligus memperluas kesempatan kerja.
Sementara itu, Wakil Bupati Karanganyar, Adhe Eliana, menyambut terbentuknya kepengurusan baru Kadin. Dia berharap organisasi pengusaha tersebut mampu memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus memastikan manfaat pembangunan dirasakan masyarakat.
Adhe menyampaikan bahwa perekonomian Karanganyar menunjukkan kinerja positif dan disebut menjadi yang terbaik di wilayah Solo Raya. Capaian tersebut, menurut dia, ditopang oleh investasi yang stabil, penurunan angka kemiskinan, serta inflasi yang terkendali.
Namun, pemerintah daerah juga mengingatkan agar pertumbuhan investasi tidak mengabaikan kesejahteraan pekerja. Dunia usaha diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja sekaligus memberikan perlindungan dan pemenuhan hak-hak tenaga kerja secara adil.
“Kami menitipkan pesan kepada pengurus Kadin agar investasi berjalan beriringan dengan jaminan hak-hak yang adil bagi karyawan maupun buruh,” kata Adhe.
Pemkab Karanganyar, lanjut dia, berkomitmen memperkuat iklim investasi melalui pematangan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di sejumlah kawasan strategis, antara lain Colomadu, Tawangmangu, dan Ngargoyoso.
Dengan agenda pembenahan organisasi, pengembangan pasar UMKM, serta penjajakan pengelolaan Grojogan Sewu dan Palur Plaza, kepengurusan Aris Munandar diharapkan mampu menghadirkan peran Kadin yang lebih konkret. Tantangannya kini bukan sekadar merumuskan peluang, melainkan memastikan setiap gagasan dapat diterjemahkan menjadi program bisnis yang layak, kolaboratif, dan memberi nilai tambah bagi perekonomian Karanganyar. (Hds/K2)












