Gen Z Dikepung Tantangan Finansial, KEIND-USH Bidik Entrepreneur Muda

WA 1790813069229
Ketua KEIND Karanganyar Rahmat Effendi mewaki Ketua KEIND Jawa Tengah tanda tangani MoU dengan Universitas Segeng Hartono.

SOLO BARU, Kabar Karanganyar, — Tantangan finansial yang semakin kompleks dihadapi generasi Z mendorong Kamar Entrepreneur Indonesia (KEIND) Jawa Tengah dan Universitas Sugeng Hartono (USH) mengambil langkah konkret. Keduanya menggandeng kekuatan kampus untuk membuka mindset kewirausahaan sekaligus mencetak entrepreneur muda dari kalangan mahasiswa.

Langkah tersebut ditandai penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) KEIND Jawa Tengah dan USH yang dikemas melalui kuliah praktisi di kampus USH Solo Baru, Rabu (30/9/2026).

Ketua Umum KEIND Jawa Tengah, yang diwakili Rahmat Efendi, Ketua KEIND Karanganyar, mengatakan kerja sama tersebut tidak berhenti pada penandatanganan MoU, tetapi diarahkan menjadi bagian dari proses pengkaderan entrepreneur muda.

“Kami ingin membuka mindset mahasiswa bahwa setelah lulus nanti tidak harus selalu menjadi pencari kerja. Mereka juga harus mulai berpikir bagaimana menciptakan peluang dan membuka lapangan pekerjaan,” ujar Rahmat.

Menurut Rahmat, mahasiswa merupakan kelompok strategis untuk mendapatkan penguatan wawasan kewirausahaan sejak dini. Terlebih, Gen Z menghadapi tantangan finansial yang berbeda dibanding generasi sebelumnya, seiring perubahan pola konsumsi, perkembangan teknologi digital, dan persaingan dunia kerja.

“Gen Z ini menghadapi tantangan finansial yang semakin menantang. Karena itu, mereka perlu dibekali bukan hanya teori, tetapi juga pengalaman dan perspektif langsung dari para pelaku usaha,” katanya.

Sedikitnya 200 mahasiswa hadir dalam kegiatan tersebut. KEIND Jawa Tengah menghadirkan pengusaha muda dari Jakarta, Moses S., sebagai pemateri kuliah praktisi bertajuk “Financial Gen Z Semakin Menantang.”

Rahmat menilai kehadiran praktisi menjadi bagian penting dalam membangun keberanian mahasiswa untuk masuk ke dunia usaha.

“Kami ingin mahasiswa mendapatkan gambaran nyata dari orang yang sudah terjun langsung di dunia usaha. Harapannya, mereka berani memulai, berani melihat peluang, dan tidak takut menghadapi tantangan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, KEIND Jawa Tengah membuka ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk memperluas proses pengkaderan entrepreneur muda.

“Ini bukan hanya kegiatan satu kali. Kami berharap kerja sama dengan USH ini bisa menjadi awal dari program yang berkelanjutan untuk mencetak entrepreneur-entrepreneur muda,” kata Rahmat.

Sementara dari pihak USH, kerja sama tersebut diwakili Dekan Fakultas Ekonomi dan Akuntansi Program S1 Studi Bisnis Digital/ S1 Manajemen Bisnis Internasional/ S1 Hukum Bisnis , Nimas Ratna Sari, M.Sc.

Kegiatan dikemas secara interaktif dengan menghadirkan pengalaman praktis dari pelaku usaha. Mahasiswa diajak melihat kewirausahaan bukan semata sebagai pilihan setelah gagal mendapatkan pekerjaan, melainkan sebagai pilihan profesional yang dapat dibangun sejak bangku kuliah.

Kolaborasi KEIND Jateng dan USH sekaligus menjadi upaya mempertemukan dunia kampus dengan dunia usaha. Target akhirnya bukan sekadar menambah pengetahuan mahasiswa, tetapi mendorong lahirnya generasi muda yang mampu membaca peluang, membangun bisnis, dan menciptakan lapangan kerja di tengah tantangan ekonomi yang terus berubah. (Hds/K2)