Umum  

Waterbombing Mulai Dikerahkan Padamkan Karhutla Lawu, Dua Kali Penyiraman Dilakukan

Screenshot 20261019 154507
Helikopter Jenis Puma milik TNI lakukan waterbobing untuk pemadaman kerhutla Lawu.

Kabar Karanganyar, — Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng Gunung Lawu memasuki hari keenam dengan mengerahkan teknik waterbombing atau penyiraman air dari udara. Hingga Senin (19/10/2026) sore, satu helikopter dilaporkan telah melakukan dua kali penyiraman di area hutan yang terbakar.

Informasi yang dihimpun Kabar Karanganyar dari relawan yang memantau langsung di lokasi kejadian menyebutkan, penyiraman pertama dilakukan sekitar pukul 15.00 WIB, setelah kondisi cuaca di kawasan lereng Lawu mulai cerah. Penyiraman kembali dilakukan pada pukul 15.26 WIB menggunakan helikopter jenis puma milik TNI AD.

Sebelumnya, upaya pemadaman dari udara telah dipersiapkan dengan melibatkan dua helikopter milik TNI AD dan Lanud Adi Soemarmo. Kedua helikopter tersebut direncanakan mengambil pasokan air dari Waduk Gondang di Kecamatan Kerjo dan Waduk Jlantah di Kecamatan Jatiyoso untuk mendukung pemadaman titik-titik kebakaran.

Pantauan di lapangan sejak pukul 09.09 WIB menunjukkan satu helikopter telah melintasi kawasan Karanganyar kota. Namun, upaya waterbombing belum dapat langsung dilaksanakan karena kondisi cuaca di lokasi kebakaran tidak mendukung. Kabut yang menyelimuti area terdampak menjadi kendala bagi pelaksanaan penyiraman dari udara.

Cuaca yang berangsur cerah pada sore hari akhirnya membuka peluang bagi tim untuk kembali menjalankan upaya pemadaman melalui udara. Berdasarkan laporan relawan di lokasi, helikopter mulai menjatuhkan air ke lahan terbakar di lereng Lawu dan kembali melakukan penyiraman pada pukul 15.26 WIB.

Pengerahan teknik waterbombing menjadi salah satu upaya untuk membantu mengatasi kebakaran di kawasan hutan lereng Lawu yang memiliki medan sulit dijangkau melalui jalur darat. Meski demikian, efektivitas pemadaman dan perkembangan luasan area yang berhasil dikendalikan masih menunggu laporan lanjutan dari tim di lapangan.

Upaya pemadaman terus dilakukan dengan mengandalkan koordinasi petugas dan relawan, sembari memanfaatkan kondisi cuaca yang memungkinkan operasi udara berlangsung. (Hds/K2)