Pemuda Disabilitas Warga Jaten Ditemukan Tewas di Sungai Gabahan

Screenshot 20261019 112318
Proses evakuasi penemuan mayat warag jaten di sungai Gabahan, Tasikmadu, Karanganyar.

Kabar Karanganyar, – Seorang pemuda penyandang disabilitas asal Perumahan Dalem Asri, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, ditemukan meninggal dunia di sungai Gabahan, tepatnya di utara tempat pembuangan sampah (TPS) Desa Papahan, Kecamatan Tasikmadu, Senin (19/10/2026) pagi. Polsek Tasikmadu masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematian korban.

Jasad korban pertama kali ditemukan warga sekitar pukul 08.30 WIB. Penemuan itu bermula ketika warga yang beraktivitas di sekitar lokasi melihat kendaraan berada di kawasan tersebut. Setelah dilakukan pengecekan, warga mendapati tubuh korban berada di sungai dengan kedalaman sekitar 10 meter dari bibir sungai.

Petugas kepolisian yang datang ke lokasi kemudian melakukan pemeriksaan awal dan mengevakuasi korban untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

IPTU Anton Sulistiyana, S.H., M.H. mengatakan, identitas korban diketahui bernama Stevanus Hendra, berdasarkan surat kendaraan yang diduga milik korban yang terparkir di tepi sungai dan merupakan warga Kecamatan Jaten. Namun, data lengkap mengenai usia korban saat itu masih dalam proses pendataan.

“Untuk penyebabnya masih menunggu hasil pemeriksaan. Belum bisa disimpulkan dan masih dalam proses penyelidikan,” ungkapnya.

Dari pemeriksaan awal di lokasi, petugas menemukan sejumlah barang, di antaranya senter, topi, kunci, sandal, serta sepeda motor yang sementara diduga milik korban. Polisi belum memastikan apakah korban terjatuh ke sungai atau terdapat faktor lain yang menyebabkan kematiannya.

Petugas juga mendapati luka pada tubuh korban, termasuk patah pada bagian kaki kanan dan luka di area wajah. Namun, kepastian mengenai jenis serta penyebab luka tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

” Hasil pemeriksaan awal di TKP ditemukan luka, parah kaki sebalah kanan di bagian paha dan luka – luka pada wajah, ” Tambahnya.

Sementara itu, Imam (59), tetangga korban, mengatakan Stevanus dikenal sebagai sosok pendiam dan tidak banyak beraktivitas di luar rumah. Korban diketahui merupakan penyandang disabilitas tunarungu dan tunawicara.

” Dia itu pendiam, tunarungu dan wicara, ” Katanya.

Menurut Imam, keluarga mulai khawatir setelah korban tidak dapat dihubungi sejak pagi. Informasi mengenai penemuan jasad tersebut kemudian menjadi perhatian keluarga.

Imam juga menyebut korban bukan orang yang biasa pergi memancing. Karena itu, ia mengaku belum mengetahui alasan korban berada di sekitar sungai tersebut.

” Dia ngegrab, tidak biasa mancing, tadi malam pukul sepuluh keluar katanya mau cari makan, ” Sambungnya.

Hingga kini, polisi masih mengumpulkan keterangan dan menunggu hasil pemeriksaan untuk memastikan kronologi serta penyebab kematian Stevanus. Belum ada kesimpulan resmi mengenai kemungkinan korban terjatuh maupun dugaan penyebab lainnya. (Hds/K2)