Kabar Karanganyar, – Tasikmadu Heritage Run 2026 tak sekadar menjadi ajang olahraga untuk mengampanyekan gaya hidup sehat. Event yang diikuti sekitar 2.900 pelari tersebut juga membawa pesan penting tentang kepedulian terhadap kelestarian alam dan lingkungan melalui pembagian bibit pohon kepada peserta. Inovasi ini mendapat respons positif dari para pelari.
Kegiatan yang digelar dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-109 Kabupaten Karanganyar itu berlangsung di kawasan D’Heritage Tasikmadu atau Sondokoro, Minggu (8/11/2026). Bupati Karanganyar Rober Christanto bersama Wakil Bupati dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut hadir menyemarakkan kegiatan tersebut.
Ribuan peserta dari berbagai wilayah, terutama Solo Raya, tampak antusias mengikuti ajang lari yang mengambil titik start dan finis di kawasan bersejarah bekas pabrik gula Tasikmadu tersebut.
Berbeda dengan penyelenggaraan event lari pada umumnya, panitia memberikan bibit pohon sebagai suvenir bagi peserta. Langkah ini menjadi cara Pemkab Karanganyar menyisipkan kampanye lingkungan di tengah kegiatan olahraga sekaligus mengajak masyarakat berkontribusi menjaga keseimbangan ekologi.
Bupati Karanganyar Rober Christanto mengatakan, penyelenggaraan Tasikmadu Heritage Run 2026 memang tidak hanya bertujuan mengajak masyarakat membiasakan pola hidup sehat, tetapi juga membangun kepedulian terhadap kelestarian alam.
“Melalui Tasikmadu Heritage Run ini, kita ingin masyarakat tidak hanya sehat dengan berolahraga, tetapi juga memiliki kepedulian untuk menjaga lingkungan dan alam kita,” ungkap Rober.
Menurutnya, pembagian bibit pohon kepada peserta menjadi salah satu cara sederhana untuk mengajak masyarakat terlibat langsung dalam menjaga lingkungan. Harapannya, bibit yang dibawa pulang tidak sekadar menjadi suvenir, tetapi benar-benar ditanam dan dirawat hingga tumbuh memberikan manfaat bagi alam.
“Bibit pohon yang diberikan kepada peserta ini menjadi salah satu bentuk kampanye agar masyarakat semakin peduli terhadap lingkungan. Harapannya, bibit tersebut ditanam dan dirawat sehingga memberikan manfaat bagi alam,” jelasnya.
Inovasi tersebut mendapat sambutan positif dari peserta. Salah seorang pelari, Vian, asal Sragen, mengaku senang dengan konsep pemberian bibit pohon yang menurutnya berbeda dari suvenir dalam event lari pada umumnya.
“Menarik, biasanya suvenir berupa barang atau sesuatu yang lain. Kali ini mendapatkan bibit pohon. Saya lihat kualitas bibit yang diberikan juga bagus,” ungkapnya.
Vian menilai suvenir berupa tanaman memiliki manfaat lebih panjang. Tidak hanya menjadi kenang-kenangan setelah mengikuti lomba, bibit tersebut juga bisa tumbuh dan memberikan manfaat apabila ditanam serta dirawat dengan baik.
Bagi peserta, pengalaman berlari menyusuri kawasan bersejarah Tasikmadu sekaligus membawa pulang bibit pohon menjadi kombinasi menarik antara olahraga, wisata sejarah, dan kepedulian lingkungan.
Rober menambahkan, kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Terlebih, kondisi anomali iklim yang terjadi belakangan ini menjadi pengingat pentingnya menjaga keseimbangan ekologi.
Tingginya antusiasme masyarakat juga menjadi catatan tersendiri dalam penyelenggaraan tahun ini. Rober mengungkapkan jumlah peserta mencapai lebih dari 2.900 orang, bahkan melampaui perkiraan awal panitia.
“Antusiasme masyarakat luar biasa. Jumlah peserta ternyata mencapai lebih dari 2.900 orang. Ini menjadi semangat bagi kami untuk terus menghadirkan kegiatan positif yang melibatkan masyarakat,” ujarnya.
Tingginya jumlah peserta sempat membuat panitia kewalahan, terutama dalam menyiapkan jersey yang jumlahnya terbatas. Namun, persoalan tersebut dapat diatasi setelah peserta bersedia menerima jersey susulan yang akan dikirimkan panitia setelah kegiatan berlangsung.
Melalui Tasikmadu Heritage Run 2026, Pemkab Karanganyar ingin mengajak masyarakat membangun kebiasaan hidup sehat sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Sebab, tubuh yang sehat akan semakin bermakna apabila ditopang lingkungan alam yang terjaga dan ekosistem yang seimbang. (Hds/K2)












