Kabar Karanganyar, – Seorang penjual nasi goreng bernama Paryono ditemukan tergeletak tak bernyawa di samping gerobak dagangannya dengan kondisi kepala berlumur darah. Ironisnya, anak pertamanya yang masih duduk di bangku kelas V sekolah dasar (SD) menjadi orang pertama yang menemukan tubuh korban setelah seorang tamu datang mencari ibunya ke rumah.
Peristiwa tersebut diketahui pada Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Paryono ditemukan di dekat tempatnya biasa berjualan, di wilayah Nosido, Gunung Wijil, Ngringo, Jaten, Karanganyar. Lokasi jualan tersebut adalah rumahnya bersama keluarga.
Berdasarkan penuturan Etik, warga yang berjualan di dekat lokasi kejadian, korban saat itu belum mulai berjualan. Paryono disebut baru bersiap untuk mandi sebelum menjajakan nasi goreng.
Etik mengaku tidak mengetahui secara pasti bagaimana korban pertama kali terjatuh hingga ditemukan dalam kondisi mengenaskan tersebut. Ia baru mengetahui kejadian itu setelah melihat situasi di sekitar lokasi.
“Dia itu jualan nasi goreng. Mau jualan, tahu-tahu sudah tergeletak di situ,” tutur Etik saat ditemui di sekitar lokasi kejadian.
Etik menyebut, saat ditemukan, darah terlihat mengucur dari bagian kepala korban. Bahkan, menurut pengamatannya, darah tersebut tampak mulai mengental.
Meski sehari-hari berjualan tidak jauh dari lokasi, Etik mengaku tidak mengetahui secara pasti apa yang sebenarnya terjadi pada Paryono sebelum ditemukan tergeletak.
Anak Pertama Temukan Ayahnya
Peristiwa itu bermula ketika seorang tamu datang ke rumah korban untuk mencari istrinya. Saat itu, istri Paryono disebut sedang tidak berada di rumah karena menghadiri kegiatan arisan.
Anak pertama korban yang masih duduk di kelas V SD kemudian berusaha mencari ibunya. Namun, saat menuju bagian rumah, anak tersebut justru mendapati ayahnya sudah tergeletak.
“Anaknya datang, katanya ada tamu mencari mamanya. Mamanya tidak ada, sedang arisan. Lalu anaknya mau memanggil, ternyata bapaknya sudah tergeletak,” ujar Etik menceritakan kejadian tersebut.
Anak itu sempat memanggil ayahnya. Namun, Paryono tidak memberikan respons.
Penemuan tersebut sontak menjadi perhatian warga sekitar. Korban kemudian dievakuasi menggunakan mobil.
Dikenal Memiliki Tiga Anak
Menurut keterangan Etik, Paryono diperkirakan berusia sekitar 30 tahun lebih dan memiliki tiga orang anak. Korban diketahui pernah tinggal mengontrak di kawasan RC sebelum menetap di sekitar lokasi tersebut.
Hingga kini, penyebab pasti kematian Paryono belum dapat dipastikan hanya dari keterangan saksi di lokasi. Kondisi korban yang ditemukan dengan darah di bagian kepala juga belum cukup untuk menyimpulkan apakah terdapat unsur tindak pidana.
Informasi mengenai kronologi lengkap, penyebab kematian, serta ada atau tidaknya tanda kekerasan lain masih memerlukan konfirmasi dari pihak kepolisian.
Peristiwa tersebut menyisakan duka bagi keluarga, terutama anak pertama korban yang masih berusia sekolah dasar dan menjadi orang pertama yang mendapati ayahnya dalam kondisi tergeletak. (Hds/K2)












