Laut Jawa Belum Beri Jawaban, Keluarga Ahda Kini Diminta Bersiap Tes DNA

IMG 20260919 170758
Gambar ilustrasi keluarga Ahda Dhanuyiar korban KM Virgo Transport 8 dapat telpon untuk persiapan tes DNA.

Kabar Karanganyar,- Kabar terbaru datang dari proses pencarian Ahda Dhiyaurrohman, warga Ngeringo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, yang tercatat sebagai salah satu penumpang dalam manifes KM Virgo Transport 8 yang mengalami musibah di perairan Laut Jawa.

Keluarga Ahda kini mendapat informasi dari posko Basarnas terkait persiapan proses identifikasi melalui tes DNA.

Ayah Ahda, Nurul Bahri, mengaku telah dihubungi dokter dari posko Polda Banjarmasin pada Jumat (18/9/2026) sore. Dalam komunikasi tersebut, Nurul dimintai sejumlah data dan keterangan sebagai bagian dari persiapan pemeriksaan DNA.

“Saya ditelepon sama dokter dari Polda Banjarmasin, dari posko Banjarmasin, untuk persiapan tes DNA. Terus saya tadi dimintai keterangan, data dan saya dihubungkan dengan dokter dari Polda Jawa Tengah,” kata Nurul Bahri.

Setelah komunikasi tersebut, data dan keterangan yang diminta telah disampaikan kepada pihak terkait.

“Sudah saya kirim data juga. Saya kasihkan keterangan-keterangannya,” ujarnya.

Namun, keluarga masih harus menunggu kepastian mengenai kapan dan di mana tes DNA tersebut akan dilakukan.

“Sekarang tinggal nunggu informasi untuk tes DNA-nya, mungkin waktunya kapan dan lokasinya di mana,” kata Nurul.

Informasi mengenai persiapan tes DNA tersebut menjadi perkembangan penting bagi keluarga Ahda yang hingga kini masih menunggu kepastian nasib putra mereka setelah musibah yang menimpa KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa.

Ahda bukan satu-satunya warga Karanganyar yang tercatat dalam manifes kapal tersebut. Dua nama lainnya yakni Jevon Joechelin Jothan (19) dan Aldo Nurahmansya (19).

Pemerintah Desa Ngeringo turut mengikuti perkembangan proses pencarian dan komunikasi antara keluarga dengan pihak kepolisian.

Pj Kepala Desa Ngeringo, Apri Linawati, mengatakan pihak desa masih menunggu informasi lanjutan dari keluarga maupun aparat terkait, termasuk kepastian pelaksanaan tes DNA.

“Belum, Mas. Sekalian menunggu saja karena dari pihak keluarga juga masih menunggu,” ujar Apri.

Menurutnya, pemerintah desa tetap melakukan pendampingan kepada keluarga dan memantau setiap perkembangan yang diterima dari pihak terkait.

Koordinasi lanjutan dengan keluarga Ahda akan dilakukan setelah ada petunjuk resmi dari Polda mengenai tahapan berikutnya.

Tak hanya keluarga Ahda, Pemdes Ngeringo juga memberikan pendampingan kepada keluarga penumpang lainnya. Apri menyebut keluarga Totok, ayah Jevon Joechelin Jothan, sempat berangkat ke Surabaya menggunakan bus untuk mengikuti proses pencarian.

Pemerintah desa turut memberikan bantuan material untuk membantu kebutuhan keluarga selama berada di Surabaya.

“Setidaknya membantu dalam bentuk material buat pegangan selama ikhtiar di Surabaya,” kata Apri.

Sementara untuk keluarga Ahda, pemerintah desa memilih menunggu kepastian dari pihak kepolisian sebelum mengambil langkah koordinasi berikutnya.

“Nanti kita koordinasikan dengan pihak keluarga setelah ada petunjuk dari pihak Polda,” ujarnya.

Hingga Jumat (18/9/2026), keluarga Ahda masih menunggu kepastian waktu dan lokasi tes DNA. Proses identifikasi tersebut menjadi bagian dari tahapan penanganan korban setelah musibah KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa.

Keluarga kini masih menanti satu hal: kapan pemeriksaan DNA itu dilakukan dan apa hasil yang akan dibawa pulang kepada keluarga Ahda. (Hds/K2)