100 Hektare Hutan Lindung Lawu Terbakar, Angin Kencang Bikin Tim Kewalahan

IMG 20261016 WA0325
Peta sebaran titik api dan luasan hutan yang terbakar dalam kejadian Karhutla Gondosuli, Gunung Lawu.

Kabar Karanganyar, – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan hutan lindung Gunung Lawu kian mengkhawatirkan. Hingga Jumat (16/10/2026), luas area yang terbakar teridentifikasi mencapai 100 hektare. Relawan dan tim gabungan masih kewalahan menjinakkan si jago merah akibat tiupan angin yang sangat kencang serta kontur medan yang curam, sehingga menyulitkan upaya pemadaman.

Koordinator Tim Penanganan dan Pemadaman Karhutla Gunung Lawu, Rosyid Cepak, mengatakan kondisi di lapangan belum memungkinkan petugas melakukan pemadaman secara maksimal. Angin yang tidak bersahabat membuat pergerakan api sulit diprediksi, sekaligus meningkatkan risiko keselamatan personel.

“Angin tidak bersahabat. Pada pukul 14.00 WIB, semua tim yang berada di atas kami tarik mundur karena penanganan sudah tidak efektif dan api sangat besar, sehingga membahayakan teman-teman di lapangan,” ujar Rosyid saat dihubungi Jumat (16/10/2026).

Menurut dia, operasi pemadaman hari itu melibatkan sekitar 350 personel dari 42 unsur potensi SAR dan elemen terkait. Tim dibagi menjadi enam regu utama, ditambah dua regu bayangan yang bertugas membaca dan memantau arah pergerakan api.

Operasi dimulai sejak pukul 06.35 WIB. Petugas melakukan sejumlah upaya penanganan, mulai dari penyekatan hingga pemadaman secara manual. Namun, kondisi cuaca dan medan yang berat membuat efektivitas pemadaman sangat terbatas.

Berdasarkan pemetaan koordinat yang dimasukkan ke aplikasi pemantauan, luas hutan lindung yang terdampak kebakaran kali ini mencapai sekitar 100 hektare. Titik api terbesar terpantau berada di kawasan selatan Puntuk Gede.

Rosyid menjelaskan, arah pergerakan api menjadi perhatian utama tim gabungan. Api diperkirakan mengarah ke pos bayangan di jalur pendakian Cemoro Gandang. Apabila terus bergerak ke arah tersebut, kebakaran dikhawatirkan merambat menuju wilayah Ngargoyoso.

Untuk mengantisipasi perluasan kebakaran, tim menyiapkan strategi lanjutan dengan menempatkan pos aju di sejumlah titik. Pos aju pertama direncanakan berada di wilayah Ngargoyoso, sedangkan pos aju kedua berada di kawasan Cemoro Kandang. Pos induk tetap ditempatkan di Gondosuli.

“Besok penanganan akan kami lanjutkan dengan melihat perkembangan arah api dan kekuatan personel. Kami juga menyiapkan penyekatan di jalur pendakian,” katanya.

Penyekatan direncanakan dilakukan di jalur pendakian, terutama pada rentang pos dua hingga pos empat. Lebar jalur sekat akan diupayakan mencapai sekitar tiga hingga empat meter agar api tidak mudah melompat dan merambat ke sisi lainnya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membatasi pergerakan api sekaligus melindungi kawasan yang belum terbakar. Tim gabungan juga akan melakukan pemantauan dari pos-pos yang telah disiapkan untuk menentukan titik penanganan berikutnya.

Rosyid menegaskan, keselamatan personel tetap menjadi pertimbangan utama dalam operasi. Penarikan tim dari lokasi berbahaya dilakukan setelah evaluasi menunjukkan bahwa besarnya api dan kencangnya angin membuat upaya pemadaman langsung berisiko tinggi.

Dengan luas kebakaran yang telah mencapai sekitar 100 hektare, operasi penanganan karhutla Gunung Lawu masih akan berlanjut. Perkembangan arah angin, kondisi medan, dan pergerakan titik api menjadi faktor penentu strategi pemadaman berikutnya. (Hds/K2)