Kabar Karanganyar, – Niat Jevon Joechelin Jotham, warga Ngringo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, untuk mengadu nasib ke Pulau Kalimantan harus berujung kecemasan. Pemuda tersebut tercatat dalam manifest penumpang Kapal Virgo Transport 8 yang mengalami musibah di perairan Laut Jawa saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Hingga Minggu (13/9/2026), keluarga Jevon masih menunggu kepastian resmi mengenai kondisi dan keberadaan pemuda tersebut. Nama Jevon tercantum dalam manifest penumpang yang diterima pemerintah desa dari BNPB.
Penjabat Kepala Desa Ngringo, Apri Linawati, membenarkan Jevon merupakan warga Ngringo. Setelah menerima informasi tersebut, pemerintah desa langsung melakukan penelusuran dengan mendatangi kediaman keluarga Jevon di Jalan Jeruk II, RW 21, Ngringo, Jaten, Karanganyar.
“Iya, benar warga Ngringo,” kata Apri saat dikonfirmasi, Minggu (13/9/2026).
Jevon diketahui baru pertama kali merantau keluar Pulau Jawa. Ia berangkat dari rumah sekitar dua hari sebelum musibah kapal tersebut terjadi. Tujuannya menuju Kalimantan untuk mencari pekerjaan dan mengadu nasib di sektor perkebunan kelapa sawit.
Keberangkatan itu menjadi langkah awal Jevon untuk mencari penghidupan baru di tanah rantau. Namun, perjalanan yang seharusnya menjadi awal perjuangan justru berubah menjadi penantian bagi keluarganya.
Sebelum komunikasi terputus, keluarga masih sempat berkomunikasi dengan Jevon pada Sabtu (12/9/2026) siang. Setelah komunikasi terakhir tersebut, Jevon tidak lagi dapat dihubungi.
Sejak saat itu, keluarga terus menunggu kabar mengenai keberadaan Jevon. Namun hingga Minggu, belum ada informasi resmi yang memastikan apakah Jevon termasuk penumpang yang berhasil dievakuasi maupun yang masih dalam pencarian.
Kepala Dusun setempat, Febri Nawati, juga belum menerima informasi resmi mengenai kondisi Jevon dari Basarnas maupun KNSAR Balikpapan. Informasi terkait keberadaan Jevon masih dikoordinasikan melalui Lurah Ngringo, Lina.
“Kami masih menunggu informasi resmi dari pihak yang berwenang. Untuk sementara informasi yang kami terima adalah nama Jevon tercantum dalam manifest penumpang,” ujar pihak pemerintah desa, berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan.
BASARNAS Gelar Operasi Besar Pertolongan dan Pencarian Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8
Di tengah penantian tersebut, operasi pencarian dan pertolongan terhadap penumpang Virgo Transport 8 terus dilakukan. Basarnas mengerahkan sejumlah kapal dan satu unit helikopter untuk menyisir lokasi kecelakaan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin selaku SAR Mission Coordinator, I Putu Sudayana, mengatakan kapal sebelumnya menghadapi cuaca buruk sebelum komunikasi terputus.
“Ini mengalami cuaca buruk pada pukul 24.00 malam. Itu dilaporkan oleh nahkoda ke pihak agen. Kemudian pada pukul 02.00 tanggal 13 September 2026, nahkoda kapal melaporkan bahwa kapal dalam kondisi miring,” kata Sudayana seperti dikutip sejumlah media.
Laporan tersebut menjadi komunikasi terakhir dari kapal sebelum keberadaannya tidak lagi terpantau. Kantor SAR Banjarmasin kemudian menerima laporan resmi mengenai hilang kontaknya kapal tersebut pada pukul 04.10 WITA.
Dalam perkembangan operasi SAR, ratusan orang yang berada di dalam kapal masih menjadi fokus pencarian. Data terbaru yang dilaporkan media pada Minggu menunjukkan sebagian penumpang telah berhasil dievakuasi, sementara penumpang lainnya masih dalam pencarian.
Basarnas juga mengerahkan satu unit helikopter dari Surabaya untuk memperkuat pencarian melalui udara.
“Satu heli dari Basarnas berangkat dari Surabaya untuk operasi pencarian,” ujar Sudayana dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR.
Bagi keluarga Jevon di Ngringo, operasi pencarian tersebut menjadi satu-satunya harapan untuk mendapatkan kepastian. Mereka berharap nama Jevon segera diketahui keberadaannya dan dapat kembali kepada keluarga.
Jevon berangkat membawa harapan sederhana. Ia hendak bekerja di perkebunan sawit di Kalimantan demi mengadu nasib di tanah seberang. Namun, perjalanan pertama keluar Pulau Jawa itu justru terhenti di tengah Laut Jawa setelah kapal yang ditumpanginya diterjang cuaca buruk.
Kini keluarga hanya bisa menunggu. Bukan sekadar menunggu kabar, tetapi menunggu kepastian tentang seorang anak muda dari Ngringo yang baru saja memulai langkahnya mencari masa depan. (Hds/K2)












