BUMDes Alam Berjo Setorkan Rp6,8 Miliar ke Desa, Target PAD 2026 Tetap Rp5 Miliar

IMG 20260202 WA0094
Direktur BUMDes Alam Berjo sampaikan laporan pertanggung jawaban pengelolaan BUMDes tahun 2025 pada Musdes Desa Berjo 2026

Kabar Karanganyar, – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Alam Berjo, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2025. Dalam laporan pertanggungjawaban yang digelar Senin (2/2/2026), BUMDes Alam Berjo menyetorkan total Rp6,811 miliar ke Pemerintah Desa Berjo.

Kepala Desa Berjo, Dwi Haruanto menyampaikan bahwa laporan pertanggungjawaban BUMDes telah diterima dan disepakati dalam forum yang dihadiri lebih dari 100 peserta dari berbagai unsur masyarakat desa.

“Semua sudah disampaikan oleh Direktur BUMDes dan disepakati peserta musyawarah. Ini bagian dari laporan pertanggungjawaban pengelolaan BUMDes selama tahun 2025,” ujarnya.

Dwi Haryanto menjelaskan, pada tahun 2026 Pemerintah Desa Berjo tetap menargetkan setoran BUMDes ke Pendapatan Asli Desa (PADes) sebesar Rp5 miliar. Target tersebut dipertahankan meski terjadi penurunan alokasi Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD).

“Target BUMDes untuk masuk ke PAD tetap di angka Rp5 miliar. Tahun 2026 memang perlu penyesuaian karena DD dan ADD turun. APBDes 2026 ditetapkan sekitar Rp7,8 miliar, turun dibandingkan tahun 2025 yang mencapai Rp9,77 miliar,” jelasnya.

Terkait evaluasi kinerja, Dwi Haryanto menekankan pentingnya peningkatan kinerja pengelola BUMDes ke depan.

“Secara keuangan sudah ada peningkatan dan cukup baik. Catatan kami lebih pada optimalisasi kinerja SDM BUMDes agar ke depan semakin maksimal,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur BUMDes Alam Berjo, Sularno, memaparkan bahwa total pendapatan kotor BUMDes sepanjang tahun 2025 mencapai Rp11,852 miliar. Dari jumlah tersebut, pendapatan bersih tercatat sebesar Rp8,54 miliar dengan total belanja Rp3,311 miliar.

“Berdasarkan Perdes Nomor 7 Tahun 2025, bagi hasil untuk desa sebesar 60 persen. Dari pendapatan bersih sekitar Rp8,5 miliar, setoran ke desa mencapai Rp5,124 miliar,” jelas Larno.

Selain dari hasil pengelolaan usaha, BUMDes juga menyetorkan tambahan pendapatan yang berasal dari pengembalian dana melalui Kejaksaan sebesar Rp435,85 juta, serta sisa pengelolaan lama setelah dikurangi piutang sebesar Rp2,3 miliar, yang masing-masing juga dibagi 60 persen untuk desa.

“Total keseluruhan yang kami setorkan ke desa pada tahun 2025 mencapai Rp6,811 miliar. Pembagian ini didasari musyawarah dan dituangkan dalam Berita Acara Nomor 06.1/10/2025,” ungkapnya.

Untuk tahun 2026, Larno menyebut target setoran ke desa tetap sebesar Rp5 miliar. Ia optimistis target tersebut dapat tercapai seiring pembenahan sejumlah unit usaha, khususnya sektor wisata.

“Kami sudah membenahi Telaga Madirja, mulai dari kawasan hingga akses jalan yang diperlebar. Harapannya jumlah pengunjung meningkat dan berdampak pada pendapatan,” katanya.

Sepanjang tahun 2025, total kunjungan wisata ke unit usaha BUMDes Alam Berjo mencapai sekitar 400 ribu pengunjung. Sumber pendapatan terbesar berasal dari unit wisata Jumog dengan pendapatan sekitar Rp9,692 miliar, disusul Telaga Madirja sebesar Rp2,104 miliar, serta unit simpan pinjam sebesar sekitar Rp54 juta.

Dengan capaian tersebut, Pemerintah Desa Berjo berharap BUMDes Alam Berjo dapat terus menjadi penopang utama PADes dan mendorong kemandirian ekonomi desa di tahun-tahun mendatang. (Hds/K2)