Kabar Karanganyar, – BUMDes Expo Papahan digelar dengan dua agenda besar, yakni launching Taman Adipura Papahan dan wahana wisata edukasi Sate Teri (Sampah, Ternak, dan Tani) yang dikelola BUMDes Karya rrMandiri Desa Papahan, Kecamatan Tasikmadu, Karanganyar. Kegiatan yang berlangsung selama 14 hari, mulai Minggu (8/11/2026) hingga 21 November 2026 itu, dibuka dengan senam massal dan festival balon udara.
Mengusung konsep pemberdayaan potensi desa, BUMDes Expo tidak sekadar menjadi ajang hiburan masyarakat. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum memperkenalkan ruang publik baru serta destinasi wisata edukasi yang dikembangkan BUMDes Karya Mandiri.
Direktur BUMDes Karya Mandiri Desa Papahan, Suseno, mengatakan peluncuran Taman Adipura Papahan bertujuan mengoptimalkan kawasan yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Area tersebut diharapkan menjadi ruang publik alternatif yang bisa digunakan masyarakat, pelaku UMKM, hingga pemerintah daerah untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan.
Menurutnya, keberadaan taman tersebut juga berangkat dari keprihatinan terhadap kondisi kawasan Tugu Adipura Papahan yang sebelumnya dinilai kurang terawat. Bersama masyarakat dan BUMDes, kawasan itu kemudian dibersihkan dan ditata kembali agar memiliki nilai manfaat sekaligus menjadi ikon baru Desa Papahan.
“Kami ingin membuka ruang baru yang bisa dimanfaatkan masyarakat, UMKM, maupun pemerintah daerah untuk menggelar berbagai kegiatan. Harapannya, tempat ini bisa menjadi alternatif selain Alun-Alun Kabupaten Karanganyar,” ujar Suseno.
Dia menjelaskan, kawasan Tugu Adipura sendiri merupakan aset Pemerintah Kabupaten Karanganyar. Sementara itu, pengembangan taman dilakukan dengan mengoptimalkan sebagian lahan milik Desa Papahan yang lokasinya berdekatan dengan kawasan tersebut.
Selain Taman Adipura, BUMDes Karya Mandiri juga memperkenalkan paket wisata edukasi Sate Teri, singkatan dari Sampah, Ternak, dan Tani. Destinasi ini menawarkan pengalaman wisata berbasis edukasi dengan memperkenalkan aktivitas pengelolaan sampah, peternakan, dan pertanian yang dikelola BUMDes.
Suseno menyebut konsep tersebut menjadi upaya menghadirkan alternatif wisata di Karanganyar. Selama ini, destinasi wisata daerah lebih banyak dikenal melalui potensi alam dan kawasan pegunungan di wilayah timur. Melalui wisata Sate Teri, Papahan ingin menghadirkan pilihan wisata edukasi dengan konsep perkotaan.
“Kami mencoba membuat alternatif wisata edukasi. Harapannya, masyarakat yang hendak berwisata ke Tawangmangu, Ngargoyoso, dan sekitarnya bisa mampir terlebih dahulu ke Papahan untuk mengenal wisata edukasi yang kami kembangkan,” jelasnya.
Rangkaian BUMDes Expo juga dimeriahkan berbagai kegiatan untuk menarik kunjungan masyarakat. Selain senam massal dan festival balon udara pada hari pembukaan, panitia menyiapkan BUMDes Expo yang melibatkan lebih dari 150 stan.
Agenda lainnya meliputi Night Run pada 14 November 2026 dengan konsep lari malam yang dimeriahkan penampilan DJ. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan hiburan musik bersama Lorenza pada 22 November 2026.
Melalui kegiatan tersebut, BUMDes Karya Mandiri berharap Taman Adipura dan wisata edukasi Sate Teri tidak hanya menjadi destinasi baru, tetapi juga mampu membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM Desa Papahan. (Hds/K2)












