Kabar Karanganyar, – Komitmen membangun industri pariwisata yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat, lingkungan, dan budaya lokal, mengantarkan The Lawu Group meraih penghargaan Solopos Best Brand and Innovation (SBBI) Awards 2026 pada kategori Impactful Tourism Management. Penghargaan bertajuk “Brand Unggul Berdampak Nyata” itu sekaligus menandai langkah perusahaan naik kelas sebagai Tourism Management Company berskala regional.
Penghargaan yang diterima pada Jumat (17/7/2026) tersebut menjadi pengakuan atas perjalanan The Lawu Group dalam mengembangkan potensi wisata lokal menjadi destinasi yang mampu memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Berawal dari pengelolaan destinasi wisata di kawasan Tawangmangu sejak 2017 melalui Sate Lawu, The Lawu Park, dan Sakura Hills, kini The Lawu Group telah berkembang mengelola lebih dari 25 destinasi wisata yang tersebar di Jawa Tengah, Jawa Timur hingga Daerah Istimewa Yogyakarta.
Tidak hanya bergerak di sektor rekreasi, perusahaan juga mengembangkan bisnis resort, restoran, hingga pusat oleh-oleh dalam satu ekosistem pariwisata yang mengedepankan konsep ramah keluarga dan wisata halal.
Presiden Direktur The Lawu Group, Parmin Sastro, mengatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus menjalankan misi Growing Together yang selama ini menjadi fondasi dalam setiap pengembangan usaha.
“Kami bersyukur atas apresiasi SBBI 2026 ini. Penghargaan ini mengingatkan kami bahwa tugas kami bukan hanya membuat tempatnya ramai, tetapi memastikan brand The Lawu Group dikenal sebagai pengelola yang berdampak. Melalui misi Growing Together, kami ingin memastikan setiap pertumbuhan bisnis juga membawa dampak baik bagi masyarakat, lingkungan, dan budaya lokal,” ujarnya di sela acara penghargaan.
Menurutnya, keberhasilan sebuah destinasi wisata tidak cukup diukur dari tingginya jumlah kunjungan. Yang lebih penting adalah bagaimana keberadaan destinasi tersebut mampu membuka peluang ekonomi, memberdayakan masyarakat sekitar, sekaligus menjaga kelestarian alam dan budaya setempat.
Selama paruh pertama 2026, sejumlah unit usaha The Lawu Group juga menunjukkan performa positif di ranah digital. MH Cafe menjadi perbincangan di media sosial dengan raihan jutaan tayangan di Instagram, sementara Kemuning Sky Hills mencatat interaksi tinggi pada platform Google. Capaian tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas perusahaan di bawah satu payung besar The Lawu Group.
Mengusung tema Winning Value, Driving Impact, SBBI Awards 2026 menilai sebuah merek tidak hanya dari sisi popularitas maupun penjualan, tetapi juga inovasi serta dampak nyata yang diberikan kepada masyarakat.
Penghargaan ini sekaligus mempertegas transformasi The Lawu Group dari sekadar pengelola sejumlah destinasi wisata menjadi perusahaan manajemen pariwisata regional yang berupaya mengintegrasikan puluhan destinasi dalam satu kekuatan merek.
Dengan visi menjadi penyedia solusi wisata halal terkemuka serta perusahaan ekowisata ramah keluarga, The Lawu Group menegaskan akan terus memperluas kontribusi melalui pengembangan destinasi yang berkelanjutan, sehingga pertumbuhan bisnis dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan wisata. (Hds/K2)












