Musancab PDI Perjuangan Karanganyar Satukan Budaya Tradisi Dengan Digitalisasi

Musancab DPC PDI Perjuangan Karanganyar
Mbak Pinka Hapsari pimpin pengucapan sumpah janji pada prosesi pelantikan PAC PDI Perjuangan Karanganyar.

Kabar Karanganyar, — Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PDI Perjuangan Kabupaten Karanganyar tahun 2026 mengusung konsep sinergi budaya tradisi dengan digitalisasi dalam semangat gotong royong partai menuju kemenangan pada tahun politik mendatang. Kegiatan yang digelar di Gedung Wanita Karanganyar, Selasa (26/05/2026), menjadi momentum konsolidasi kader sekaligus penyegaran organisasi partai dari tingkat cabang hingga anak ranting.

Ketua Pelaksana Musancab PDI Perjuangan Kabupaten Karanganyar, Adhitya Nugroho, mengatakan konsep tersebut dipilih sebagai langkah memperkuat akar budaya kader partai sekaligus menjawab tantangan perkembangan zaman digital.

Menurutnya, budaya tradisi menjadi landasan local genius kader PDI Perjuangan Karanganyar dalam meraih hati rakyat serta memperjuangkan aspirasi kaum marhaen di Kabupaten Karanganyar. Sementara digitalisasi dinilai menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari dalam membangun pergerakan partai modern.

“Digitalisasi adalah zaman saat ini yang tidak bisa kita hindari, yang diharapkan menjadi sumber daya penguatan pergerakan partai untuk merangkul dan memberikan kontribusi kepada generasi muda di Karanganyar dalam menentukan langkah politik mereka,” ujar Adhitya.

Ia menambahkan, semangat gotong royong tetap menjadi kekuatan utama di tubuh PDI Perjuangan Karanganyar dalam menyatukan seluruh elemen kader partai menghadapi agenda politik ke depan.

IMG 20260526 160742
Bambang Pacul foto bersama Ketua pelaksana Musancab PDI Perjuangan Karanganyar Adhitya Nugroho.

Sementara itu, Ketua MPR RI dari PDI Perjuangan, Bambang Wuryanto, menegaskan bahwa Musancab merupakan bagian dari proses reorganisasi rutin lima tahunan sekaligus penyegaran organisasi partai.

“Ini reorganisasi biasa lima tahunan. Tentu ada penyegaran organisasi. Ketemu lagi rame-rame ini kan menjadi bonding kembali antara pimpinan dan yang dipimpin,” ujarnya.

Politisi yang akrab disapa Bambang Pacul tersebut menekankan pentingnya hubungan timbal balik antara pimpinan dan kader di dalam partai. Menurutnya, loyalitas dalam partai harus dibangun melalui kedekatan dan rasa saling percaya.

Ia juga menegaskan bahwa seorang pemimpin di PDI Perjuangan harus mampu menerapkan prinsip “ngayomi, ngayemi, dan ngayani”, yakni memberikan rasa aman, rasa nyaman, sekaligus menguatkan kader di bawahnya.

“PAC juga harus seperti itu kepada ranting dan anak ranting. Ngayomi, ngayemi, dan ngayani,” katanya.

Selain itu, Bambang Pacul menyoroti pentingnya regenerasi kader dengan memberikan ruang bagi anak muda serta keterlibatan perempuan melalui afirmasi politik di tubuh partai.

Menurutnya, keterlibatan generasi muda menjadi bagian penting dalam perjuangan partai agar mampu membangun komunikasi yang lebih baik dengan kalangan muda di tengah perkembangan zaman digital saat ini.

Musancab PDI Perjuangan Kabupaten Karanganyar tahun 2026 tersebut diikuti jajaran pengurus partai dari tingkat PAC, ranting hingga anak ranting sebagai bagian dari konsolidasi internal menuju agenda politik mendatang. (Hds/K2)