Waktu Subuh, Maling Gondol Pik up Pengrajin Paving di Karanganyar

IMG 20260910 WA0233
Tim Polres Karanganyar lakukan cek tempat kejadian perkara maling pik up pengrajin paving blok di Lalung.

Kabar Karanganyar, – Maling beraksi saat warga tengah lengah di waktu Subuh. Sebuah mobil pik up Mitsubishi Colt T120SS milik pengrajin batako dan paving blok di kawasan perempatan ocak acik, Geneng Baru, Lalung, Karanganyar, raib digondol maling, Sabtu (5/9/2026) pagi.

Mobil hitam bernomor polisi AD 9397 PA tersebut diketahui hilang dari depan rumah pemiliknya, Sriyanto (53), di Jalan Basuki Rahmat atau jalur lingkar selatan Kota Karanganyar, Geneng Baru, RT 03/RW 09, Kelurahan Lalung, Kecamatan Karanganyar.

Yang membuat korban terpukul, kendaraan tersebut bukan sekadar alat transportasi. Pikap itu sudah menjadi tulang punggung usahanya selama bertahun-tahun.

Sriyanto mengungkapkan, mobil masih berada di depan rumah sekitar pukul 02.00 WIB. Bahkan, sekitar pukul 04.00 WIB, pedagang sayur yang melintas disebut masih melihat mobil tersebut.

Namun, tak lama berselang, kendaraan itu lenyap.

“Saat itu saya selesai menjalankan Salat Subuh di rumah. Tahunya mobil sudah tidak ada sekira pukul 04.30 WIB,” kata Sriyanto saat ditemui, Kamis (10/9/2026).

Ada satu hal yang kini terus terngiang di benak Sriyanto. Sesaat setelah Salat Subuh, ia sempat mendengar suara aneh dari arah mobil.

Suara itu terdengar seperti bunyi “klek-klek”.

Namun, Sriyanto saat itu tidak menaruh curiga. Ia tetap duduk di ruang tamu dan tidak mengecek kendaraan yang terparkir di depan rumah.

“Setelah Salat Subuh itu saya duduk di ruang tamu. Saat itu saya mendengarkan ada suara klek-klek, namun saya tidak mengecek dan tetap duduk di sofa,” ujarnya.

Saat diperiksa, mobil yang sebelumnya terkunci itu sudah tidak ada. Diduga kendaraan tersebut dibawa pelaku dalam rentang waktu setelah pukul 04.00 WIB hingga sekitar pukul 04.30 WIB.

Hilangnya pikap tersebut bukan perkara sepele bagi Sriyanto. Kendaraan yang dibeli pada 2014 dengan harga sekitar Rp77 juta itu selama ini digunakan untuk mengangkut sekaligus mendistribusikan batako dan paving blok hasil produksinya.

Lebih dari itu, mobil tersebut juga memiliki cerita kemanusiaan bagi keluarga Sriyanto. Dalam sejumlah kesempatan, pikap itu digunakan untuk membantu mengantar warga yang mengalami kecelakaan menuju rumah sakit.

“Mobil itu sangat berharga. Selain buat distribusi barang dagangan saya, mobil itu juga buat antar korban kecelakaan ke rumah sakit,” ungkapnya.

Sriyanto berharap polisi segera menemukan kendaraan tersebut sekaligus mengungkap pelaku pencurian.

Ia menyebut pikap miliknya memiliki ciri khusus yang bisa menjadi petunjuk dalam pencarian. Lampu bagian belakang kendaraan tersebut berwarna hijau.

“Pasca kejadian itu, kami segera melaporkan kejadian itu ke polisi. Kami berharap mobil pikap segera ditemukan bersama pelaku,” tegas Sriyanto.

Kasus pencurian tersebut kini menjadi perhatian korban. Ia berharap masyarakat yang mengetahui keberadaan pikap dengan ciri-ciri tersebut segera memberikan informasi kepada pihak berwajib.

Bagi Sriyanto, menemukan kembali mobil itu bukan hanya soal mengembalikan kendaraan senilai puluhan juta rupiah. Ada usaha yang harus kembali berjalan dan ada kendaraan yang selama bertahun-tahun menjadi bagian dari kehidupannya. (Hds/K2)