Petani Protes, PUDAM Hentikan Proyek Penggantian Pipa di Sumber Pancot

IMG 20261013 WA0097
PUDAM Tirta Lawu Hentikan proyek penambahan debit pelayanan dari sumber Pancot akibat di protes warga.

Kabar Karanganyar, – PUDAM Tirta Lawu Karanganyar menghentikan proyek penggantian pipa di sumber air Pancot menyusul protes petani di wilayah Pancot dan Cengklik. Aksi tersebut dipicu kekhawatiran petani terhadap pasokan air untuk irigasi lahan pertanian serta aliran Sungai Samin yang menjadi sumber air penting bagi warga Matesih.

Direktur Teknik PUDAM Tirta Lawu Karanganyar, Suparno, mengatakan penghentian proyek merupakan keputusan yang diambil untuk meredam kekhawatiran petani dan menghindari konflik dengan masyarakat. Kebijakan tersebut juga mempertimbangkan fungsi PUDAM sebagai penyedia layanan air bersih sekaligus kepentingan sektor pertanian.

“Keputusan terbaik ini kita harus memikirkan semuanya. Tujuannya agar Karanganyar tetap aman dan dinamis,” ujarnya.

Suparno menjelaskan, proyek yang dipersoalkan sebenarnya hanya berupa penggantian pipa, bukan penambahan debit maupun pengambilan sumber air baru. Penggantian dilakukan untuk memperbaiki elevasi pemasangan pipa di medan pegunungan yang dinilai kurang sesuai.

Menurut dia, PUDAM tidak mengambil air dari aliran sungai untuk kebutuhan operasionalnya di sumber Pancot. Karena itu, ia menegaskan kegiatan tersebut seharusnya tidak mengurangi pasokan air irigasi petani maupun debit Sungai Samin.

“Dari PUDAM tidak menambah debit dan tidak mencari debit baru. Debit yang kita ambil adalah debit milik PUDAM di Pancot itu saja. Sebenarnya hanya mengganti pipa,” kata Suparno.

Ia mengungkapkan, kekhawatiran petani juga berkaitan dengan aliran Sungai Samin di wilayah Matesih. Petani khawatir perubahan pengambilan air di kawasan sumber Pancot akan berdampak terhadap ketersediaan air sungai, terutama saat musim kemarau.

Untuk menjelaskan persoalan tersebut, Suparno menyebut pihaknya telah membuka kesempatan kepada unsur pemerintah kecamatan dan kepala desa untuk melihat langsung lokasi sumber air di Pancot. Pengecekan itu diharapkan bisa memberikan gambaran mengenai sumber air yang dimanfaatkan PUDAM.

Suparno juga menilai penghentian proyek belum tentu membuat pasokan air bagi petani bertambah. Namun, PUDAM memilih menghentikan pekerjaan tersebut sebagai langkah untuk menjaga hubungan dengan masyarakat dan mencegah persoalan berkembang menjadi konflik.

Bagi PUDAM, kata dia, pelayanan kepada masyarakat tidak hanya menyangkut penyediaan air bersih, tetapi juga perlu mempertimbangkan kebutuhan petani yang bergantung pada ketersediaan air untuk mengairi lahan mereka. (Hds/K2)