Kabar Karanganyar, – Niat Marto Wiyono (69) membersihkan lahan dengan membakar daun bambu berakhir tragis. Kakek asal Dusun Sawit, Desa Wukirsawit, Kecamatan Jatiyoso, Karanganyar, itu justru tewas setelah terperosok ke dalam kobaran api saat berusaha memadamkan api yang merembet ke lahan warga, Minggu (27/9/2026) sore.
Peristiwa itu terjadi di lahan yang berada sekitar 200 meter dari rumah korban. Medannya bukan sembarang lahan. Lokasi berupa rumpun bambu dengan kemiringan sekitar 50 derajat, sehingga cukup berisiko bagi seseorang yang kehilangan keseimbangan.
Kasatreskrim Polres Karanganyar AKP Wikan Srikadiyono membenarkan peristiwa tersebut.
“Benar, kemarin sore kejadiannya,” kata Wikan saat dikonfirmasi.
Kejadian bermula sekitar pukul 14.30 WIB. Marto membakar daun bambu kering di lahan miliknya. Sekitar pukul 16.00 WIB, api kemudian meluas ke lahan milik Tugiman, warga setempat.
Melihat api merambat semakin luas, Marto berusaha memadamkan kobaran tersebut. Namun, dalam kondisi panik, korban diduga terpeleset dan terperosok ke area yang dilalap api.
Kondisi korban yang sudah lanjut usia dan memiliki riwayat penyakit asma membuat situasi semakin sulit. Marto akhirnya meninggal dunia di lokasi kejadian.
Ironisnya, jasad korban baru ditemukan sekitar pukul 17.30 WIB. Istri korban, Kiyem (66), mencari Marto karena hingga menjelang waktu salat Magrib suaminya belum juga pulang.
Kiyem kemudian menemukan suaminya telah meninggal di lokasi kebakaran. Teriakan Kiyem meminta pertolongan membuat warga sekitar berdatangan ke lokasi.
Keluarga Anggap Musibah
Polisi memastikan keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah. Tidak ada laporan mengenai dugaan tindak pidana dalam kejadian tersebut.
“Keluarga sudah buat surat pernyataan, kejadian adalah murni kecelakaan,” ujar Wikan.
Petugas Puskesmas Jatiyoso bersama Inafis Polres Karanganyar kemudian melakukan pemeriksaan terhadap korban. Hasil pemeriksaan menunjukkan korban mengalami luka bakar sekitar 96 persen.
Olah tempat kejadian perkara (TKP) juga dilakukan untuk memastikan kondisi lokasi dan kronologi peristiwa. Dari pemeriksaan tersebut, polisi mendapati lokasi kejadian berada di kawasan rumpun bambu dengan medan yang cukup curam.
“Lokasinya adalah rumpun bambu dengan kemiringan kurang lebih 50 derajat,” sambung Wikan.
Kondisi medan tersebut memungkinkan seseorang kehilangan keseimbangan dan terperosok, terutama ketika berada dalam kondisi panik saat berusaha menghindari atau memadamkan kobaran api.
Petugas kepolisian telah melakukan pemeriksaan TKP, memeriksa korban, meminta keterangan saksi-saksi, serta melaporkan hasil penanganan kepada pimpinan.
Api yang membakar lahan tersebut telah berhasil padam. Peristiwa itu menyisakan duka bagi keluarga Marto sekaligus menjadi peringatan bahwa pembakaran daun kering di lahan, terlebih di medan curam, dapat berubah menjadi petaka dalam hitungan menit. (Hds/K2)












