Kontingen POPDA Karanganyar Diberangkatkan, Bidik Prestasi Tahun Lalu dan di Siapkan Tali Asih

IMG 20260901 172734
Para atlet yang tergabung dalam kontingen POPDA Kabupaten Karanganyar lakukan foto bersama dalam kegiatan pemberngakatan di halaman rumah dinas bupati Karanganyar.

Kabar Karanganyar, – Kontingen Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kabupaten Karanganyar diberangkatkan pada Selasa (1/9/2026) menuju sejumlah daerah yang menjadi lokasi pertandingan tingkat Provinsi Jawa Tengah. Sebanyak 197 orang yang terdiri dari 149 atlet dan 48 pelatih serta official siap membawa nama Karanganyar di ajang olahraga pelajar tersebut.

Para atlet Karanganyar akan berlaga di Semarang, Pati, dan Kendal pada 1–6 September 2026. Pati menjadi lokasi pertandingan cabang olahraga senam, sedangkan Kendal menjadi arena untuk cabang balap sepeda. Sementara sejumlah pertandingan lainnya dipusatkan di Semarang.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Karanganyar, Yopi Jati Waluyo, mengatakan kontingen tahun ini mengikuti 19 cabang olahraga. Salah satunya sepak takraw yang menjadi satu-satunya cabang olahraga Karanganyar yang berhasil lolos melalui tahapan Pra-POPDA.

Selain sepak takraw, sejumlah cabor yang diandalkan antara lain panahan, senam, voli pasir dan berbagai cabang olahraga pelajar lainnya. Persiapan atlet telah dilakukan melalui latihan secara mandiri dengan fasilitas tempat latihan yang disediakan pemerintah daerah, di antaranya RM Said, Nyakeng Karang, dan Stadion 45.

“Target kami minimal bisa menyamai prestasi tahun lalu,” kata Yopi.

Pada POPDA tahun sebelumnya, kontingen Karanganyar menempati peringkat 22 untuk kategori SMP, Peringkat 15 Kategori SD dan peringkat 25 kategori SMA. Capaian tersebut menjadi patokan bagi para atlet yang akan bertanding tahun ini.

Yopi mengakui persaingan di tingkat Jawa Tengah tidak mudah. Sejumlah daerah seperti Kota Solo, Kota Semarang, Kendal, dan Kudus dipandang menjadi pesaing berat. Daerah-daerah tersebut dinilai memiliki dukungan pembinaan olahraga yang lebih kuat, termasuk keberadaan sekolah olahraga serta program beasiswa khusus bagi atlet.

Meski demikian, Disparpora Karanganyar memastikan proses seleksi atlet dilakukan secara sportif dan diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing cabang olahraga. Dinas tidak melakukan intervensi terhadap penentuan atlet yang diberangkatkan.

“Kami serahkan kepada masing-masing cabor untuk melakukan seleksi. Dinas tidak melakukan intervensi,” ujarnya.

Untuk memberikan motivasi tambahan, Pemerintah Kabupaten Karanganyar juga telah mengusulkan pemberian tali asih bagi atlet yang berhasil meraih medali dalam POPDA maupun Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (POPARPEDA).

Tali asih tersebut diusulkan dalam anggaran perubahan dan diperuntukkan bagi peraih medali emas, perak maupun perunggu. Namun, besaran nominal penghargaan belum ditentukan karena masih menunggu hasil capaian kontingen di lapangan.

Menurut Yopi, penghargaan tersebut diharapkan menjadi bentuk apresiasi pemerintah daerah atas perjuangan para atlet sekaligus mendorong pembinaan olahraga pelajar di Karanganyar agar semakin berkembang.

Kini, seluruh kontingen telah diberangkatkan untuk menjalani pertandingan. Dengan persiapan yang telah dilakukan, Karanganyar berharap para atlet tidak sekadar tampil, tetapi mampu membawa pulang medali dan mempertahankan, bahkan meningkatkan, posisi yang telah diraih pada POPDA sebelumnya. (Hds/K2)