HAORNAS 2026, Prestasi POPDA Karanganyar Merosot, Pemkab Siapkan Shelter Olahraga di RM Said

IMG 20260911 163711
Bupati Karanganyar sampaikan penghargaan untuk atlet berprestasi di kabupaten Karanganyar dalam rangka upacara peringatan HAORNAS 2026.

Kabar Karanganyar,– Prestasi kontingen pelajar Kabupaten Karanganyar pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) 2026 mengalami penurunan. Hal tersebut menjadi sorotan saat upacara peringatan HAORNAS 2026 di lapangan RM Said, Jumat (11/09/2026). Setelah tahun sebelumnya mampu bertengger di peringkat 22, tahun ini posisi Karanganyar merosot ke peringkat 28.

Evaluasi terhadap capaian tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Karanganyar. Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Karanganyar, Yopi Jati Waluyo, menyebut salah satu persoalan yang perlu segera dibenahi adalah koordinasi dan sinergi pembinaan atlet pelajar lintas sektor.

Menurut Yopi, sebenarnya potensi atlet muda Karanganyar cukup besar. Hal itu terlihat dari raihan medali yang berhasil dikumpulkan. Hingga evaluasi dilakukan, kontingen Karanganyar tercatat meraih tiga medali emas dan 17 medali perak.

“Peraknya cukup banyak, ada 17. Artinya sebenarnya potensi kita ada. Hanya saja banyak yang sudah sampai final tetapi belum bisa dikonversikan menjadi emas,” kata Yopi.

Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan perlunya evaluasi lebih menyeluruh terhadap pola pembinaan atlet sejak usia dini. Sinergi antara pemerintah, KONI, serta unsur pendidikan mulai dari SD, SMP hingga SMA/SMK dinilai masih perlu diperkuat.

“Yang perlu kita tingkatkan adalah sinerginya. Bagaimana pembinaan dari SD, SMP sampai SMA/SMK ini bisa terkoneksi dengan baik, sehingga atlet yang potensial tidak berhenti di tengah jalan,” ujarnya.

Yopi menegaskan, persoalan prestasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan atlet saat bertanding. Sistem pembinaan, kesinambungan latihan, kompetisi, hingga dukungan lintas sektor menjadi bagian penting untuk melahirkan atlet berprestasi.

Untuk sarana dan prasarana, menurut Yopi, sejumlah fasilitas latihan sebenarnya telah tersedia. Namun beberapa di antaranya masih membutuhkan pembenahan agar lebih layak digunakan sebagai tempat pembinaan atlet.

Pemerintah Kabupaten Karanganyar, lanjut dia, telah memiliki sejumlah rencana pembenahan fasilitas olahraga, termasuk GOR, kawasan RM Said, serta sejumlah lapangan olahraga.

Pengelolaan dan koordinasi atlet berprestasi di masing-masing cabang olahraga sendiri berada dalam ranah KONI. Disparpora lebih banyak berperan dalam mendukung kebijakan dan ekosistem olahraga, khususnya pembinaan olahraga pelajar dan penyediaan fasilitas.

Di tengah evaluasi prestasi POPDA tersebut, Pemkab Karanganyar juga mulai menyiapkan konsep pengembangan kawasan olahraga yang lebih terpadu. Salah satunya melalui rencana pembangunan sport center di kawasan GOR RM Said dan area belakang Kantor DPRD Karanganyar.

Bupati Karanganyar Rober Christanto mengatakan kawasan tersebut nantinya tidak hanya diarahkan sebagai tempat latihan atlet. Fasilitas olahraga juga akan dibuka lebih luas untuk masyarakat.

“Di belakang DPRD dan kawasan RM Said akan kita tata menjadi selter olahraga. Nanti ada jogging track, lapangan tenis, dan juga penerangan,” kata Rober.

Penataan tersebut akan dilakukan melalui pembenahan dan pengecatan fasilitas yang ada. Pemerintah ingin kawasan itu menjadi ruang olahraga yang lebih nyaman sekaligus mendorong masyarakat semakin aktif bergerak.

Menurut Rober, pembangunan dan penataan fasilitas olahraga tersebut juga menjadi bagian dari respons Pemkab terhadap perubahan kecenderungan masyarakat Karanganyar yang semakin menyadari pentingnya pola hidup sehat.

“Ini bukan hanya untuk atlet. Kita ingin masyarakat juga punya tempat olahraga yang memadai, nyaman dan bisa digunakan bersama,” ujarnya.

Rencana pengembangan sport center tersebut berkaitan dengan pembahasan anggaran perubahan. Pemkab Karanganyar masih melakukan pembahasan mengenai kebutuhan anggaran dan tahapan pelaksanaannya.

Rober menegaskan, pembangunan infrastruktur olahraga akan berjalan beriringan dengan sejumlah prioritas pembangunan daerah lainnya, terutama penyelesaian perbaikan jalan yang hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah.

Dengan konsep tersebut, kawasan RM Said diharapkan tidak sekadar menjadi ruang olahraga baru bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem pembinaan atlet Karanganyar.

Evaluasi jebloknya peringkat POPDA tahun ini pun menjadi momentum bagi Pemkab untuk membenahi pola pembinaan. Potensi atlet yang sudah terlihat dari banyaknya raihan medali perak diharapkan tidak kembali berhenti di podium kedua, tetapi mampu dikonversikan menjadi prestasi emas pada kompetisi berikutnya. (Hds/K2)