D’Heritage Tasikmadu Run Melangkah Mengenang Sejarah, 4.000 Pelari Bakal Ramaikan Tasikmadu

IMG 20260918 175323
Lounching event lari D'Heritage Tasikmadu Run 2026 di halaman pendopo rumah dinas bupati Karanganyar.

Kabar Karanganyar, – Berlari bukan sekadar mengejar garis finis. Di kawasan Pabrik Gula Tasikmadu, langkah kaki para peserta D’Heritage Tasikmadu Run 2026 nantinya sekaligus menjadi perjalanan untuk mengenang sejarah panjang Karanganyar.

Event lari yang digelar PUD Aneka Usaha Karanganyar ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Karanganyar tahun 2026. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 8 November 2026 dengan target sekitar 4.000 peserta.

Bupati Karanganyar Rober Christanto mengatakan D’Heritage Tasikmadu Run dirancang tidak hanya sebagai ajang olahraga, tetapi juga sarana untuk menghidupkan kawasan heritage sekaligus mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat.

Menurut Rober, tren masyarakat yang semakin mengarah pada gaya hidup sehat perlu mendapatkan ruang aktualisasi melalui kegiatan yang positif, terbuka dan melibatkan masyarakat secara luas.

“Ini menjadi sarana dan wahana bagi aktualisasi masyarakat yang saat ini kecenderungannya pada gaya hidup sehat,” kata Rober saat peluncuran D’Heritage Tasikmadu Run di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (17/9/2026) malam.

Konsep yang diusung bukan sekadar lomba lari. Peserta akan diajak menyusuri kawasan Pabrik Gula Tasikmadu yang memiliki nilai sejarah dan menjadi bagian dari perjalanan peradaban serta perekonomian Karanganyar.

D’Heritage Tasikmadu Run menyediakan sejumlah kategori, mulai Child Run sepanjang 3 kilometer, 5K hingga 10K. Sementara dalam konsep teknis yang disiapkan panitia, juga terdapat kategori jarak pendek sekitar 1–2 kilometer serta pembagian 5K untuk kategori speed dan fun, sedangkan 10K diperuntukkan bagi kategori speed.

Rober menegaskan keberadaan kawasan heritage seperti Pabrik Gula Tasikmadu perlu terus dikenalkan kepada generasi muda. Event olahraga dinilai dapat menjadi salah satu cara untuk mempertemukan gaya hidup masyarakat masa kini dengan sejarah yang dimiliki daerah.

“Harapannya situs-situs bersejarah ini tetap terjaga dan generasi yang akan datang tetap mengenal sejarah peradaban dan sejarah ekonomi yang ada di wilayah ini,” ujarnya.

Tak berhenti pada olahraga, rangkaian D’Heritage Tasikmadu Run juga akan dikemas dengan UMKM Expo. Produk-produk lokal Karanganyar akan mendapat ruang untuk dipamerkan sekaligus dipromosikan kepada para peserta dan pengunjung.

Sejumlah destinasi wisata juga akan ikut dikenalkan sehingga kawasan Tasikmadu tidak hanya menjadi lokasi penyelenggaraan event, tetapi sekaligus menjadi pintu masuk promosi wisata dan ekonomi kreatif daerah.

Direktur PUD Aneka Usaha Karanganyar Samidi mengatakan konsep heritage run sengaja dipilih untuk memupuk rasa memiliki masyarakat terhadap daerah sekaligus mengajak mereka kembali mengenal sejarah Karanganyar.

Menurut Samidi, rute lari akan melewati kawasan heritage dengan sejumlah kejutan khusus yang dikaitkan dengan angka “109”, sebagai bagian dari konsep acara yang sedang disiapkan.

Selain pengalaman berlari di kawasan bersejarah, peserta juga akan mendapatkan suvenir berupa bibit tanaman. Pemberian bibit tersebut menjadi bagian dari pesan lingkungan yang dibawa dalam event tersebut.

“Peserta nanti juga mendapatkan tanaman, sehingga event ini tidak hanya meninggalkan pengalaman, tetapi juga membawa pesan penghijauan,” kata Samidi.

PUD Aneka Usaha juga tengah menyiapkan sejumlah hadiah dan kejutan lain untuk peserta. Rangkaian kegiatan akan melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta dikolaborasikan dengan berbagai kegiatan pendukung menuju puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Karanganyar.

Dengan konsep tersebut, D’Heritage Tasikmadu Run 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai agenda olahraga tahunan. Langkah ribuan pelari nantinya diharapkan menjadi cara baru untuk mempertemukan semangat hidup sehat, geliat UMKM, promosi wisata dan upaya menjaga ingatan terhadap sejarah Karanganyar.

Di kawasan Pabrik Gula Tasikmadu, setiap langkah bukan hanya menuju garis finis. Ada sejarah yang hendak kembali dikenalkan dan warisan yang ingin tetap hidup untuk generasi berikutnya. (Hds/K2)