Kabar Karanganyar, – Teror mengerikan terjadi di Toko Matahari Ayu, Karangpandan, Karanganyar pada Rabu (16/09/2026). Seorang perempuan yang tengah berjaga seorang diri diduga diserang secara brutal oleh sepasang pria dan wanita yang datang ke toko tersebut.
Korban diketahui bernama Mbak Nafa, admin pengganti di toko tersebut. Akibat serangan itu, korban mengalami luka di kepala hingga harus mendapat jahitan serta patah tulang pada tangan kiri.
Pemilik toko, Ayu Fitria, mengungkapkan bahwa korban memang sedang berjaga seorang diri ketika kejadian berlangsung.
“Saat kejadian, Mbak Nafa memang sedang jaga sendirian. Rekannya tidak masuk karena sedang sakit,” kata Ayu Fitria.
Situasi semakin mencurigakan karena pasangan pria dan wanita tersebut disebut tidak hanya sekali datang ke toko.
Menurut Ayu, keduanya sempat datang untuk melihat-lihat sepatu sebelum meninggalkan lokasi. Namun, pasangan tersebut kemudian kembali ke toko.
“Mereka datang dua kali. Yang pertama sempat melihat-lihat sepatu, kemudian kembali lagi ke toko,” ujarnya.
Saat kembali itulah situasi berubah menjadi mencekam. Korban yang tengah dalam posisi jongkok diduga langsung diserang.
Benda berbahan besi yang diduga digunakan untuk menyerang korban bahkan ditemukan tertinggal di lokasi kejadian.
“Saat Mbak Nafa sedang jongkok, tiba-tiba dilakukan penyerangan. Benda besi yang diduga digunakan untuk menyerang korban ditinggalkan di lokasi,” ungkap Ayu.
Serangan tersebut membuat korban mengalami luka cukup serius. Bagian kepala korban harus mendapat jahitan, sementara tangan kirinya mengalami patah tulang.
Meski demikian, kondisi korban disebut masih memungkinkan untuk berkomunikasi.
“Korban mengalami luka di bagian kepala sampai harus dijahit, dan tangan kirinya juga mengalami patah tulang. Sampai sekarang Mbak Nafa masih bisa diajak komunikasi,” kata Ayu.
Dugaan aksi perampokan pun mencuat lantaran korban sedang seorang diri ketika diserang. Namun, hingga kini dugaan tersebut belum dapat dipastikan.
Pasalnya, tidak ada barang maupun uang toko yang dilaporkan hilang setelah kejadian. Laci penyimpanan juga dalam kondisi terkunci dan kuncinya dibawa oleh karyawan lain.
“Untuk barang atau uang di toko sementara tidak ada yang hilang. Lacinya terkunci dan kuncinya dibawa karyawan yang lain,” jelas Ayu.
Karena itu, motif sebenarnya di balik aksi tersebut masih menjadi tanda tanya. Apakah penganiayaan itu berkaitan dengan dugaan upaya perampokan atau memiliki motif lain, masih menunggu hasil penyelidikan polisi.
“Kami masih menduga apakah kejadian ini berkaitan dengan upaya perampokan atau ada motif lain. Itu yang masih harus dipastikan,” ujarnya.
Polisi kini melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas kedua pelaku sekaligus membongkar motif di balik aksi penganiayaan tersebut.
Keterangan yang berhasil dihimpun bahwa pelaku datang dua kali, korban sedang berjaga sendirian, hingga sebuah benda besi (palu) tertinggal di lokasi menjadi bagian penting yang tengah didalami.
Sementara itu, korban masih menjalani pemulihan setelah mengalami luka pada kepala dan patah tulang tangan kiri.
Kasus tersebut menyisakan teka-teki: mengapa sepasang pria dan wanita itu kembali ke toko setelah sebelumnya hanya melihat-lihat sepatu, lalu menyerang seorang perempuan yang sedang berjaga seorang diri?. (Hds/K2)












