Kabar Karanganyar, – Upaya membumikan olahraga petanque di Kabupaten Karanganyar terus digencarkan. Pengurus Cabang Olahraga (Cabor) Petanque Kabupaten Karanganyar menggelar Kejuaraan Nasional Open Latri Cup I di lereng Gunung Lawu, dengan menghadirkan atlet dari berbagai daerah di Indonesia.
Turnamen yang terbuka untuk umum tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi sekaligus menjadi ruang untuk memperkenalkan olahraga petanque kepada masyarakat Karanganyar. Peserta yang ambil bagian berasal dari berbagai daerah, mulai dari NTB, DKI Jakarta, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur hingga Daerah Istimewa Yogyakarta.
Ketua Umum Pengkab Petanque Karanganyar, Latri Setyowati, mengatakan Latri Cup I digelar sebagai bagian dari upaya mengenalkan sekaligus meningkatkan popularitas olahraga petanque di Karanganyar.
“Harapannya petanque ini semakin dikenal dan membumi di Karanganyar. Pesertanya juga tidak hanya dari Karanganyar, tetapi dari berbagai daerah di Indonesia,” ujar Latri.

Kompetisi tersebut diikuti 64 tim kategori double, 64 peserta kategori single, serta 41 peserta pada nomor shooting. Peserta berasal dari kalangan pelajar hingga dewasa sehingga turnamen sekaligus menjadi sarana untuk mencari dan mengembangkan bibit atlet potensial.
Dalam pertandingan reguler, setiap game menggunakan sistem 11 poin dengan batas waktu maksimal satu jam. Sementara nomor shooting game berlangsung sekitar 30 menit dengan lima stasiun. Setiap lemparan memiliki nilai maksimal lima poin, sehingga membutuhkan ketepatan, konsentrasi dan mental bertanding yang kuat.
Menurut Latri, Latri Cup I juga menjadi bagian dari persiapan atlet Petanque Karanganyar menghadapi sejumlah agenda kompetisi, terutama Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) dan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026.
Karanganyar datang ke persiapan Porprov 2026 dengan modal prestasi yang cukup menjanjikan. Pada Porprov sebelumnya, Karanganyar berhasil menyumbangkan satu medali emas melalui atlet atas nama Alan.
Selain itu, prestasi juga ditorehkan pada Kejurprov 2024 dengan meraih juara tiga nomor double mix. Pada ajang Praprov, atlet Karanganyar Bayu dan Nanda berhasil mempersembahkan medali emas. Prestasi lainnya yakni medali perak pada nomor triple woman dan juara tiga nomor triple mix.
Rentetan prestasi tersebut menjadi modal penting bagi Pengkab Petanque Karanganyar untuk menatap Porprov 2026 dengan target yang lebih tinggi.
“Kami optimistis bisa lebih baik di Porprov 2026. Target kami tiga emas, sesuai dengan nomor yang akan kami ikuti pada Porprov nanti,” tegas Latri.
Target tiga medali emas tersebut menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi para atlet untuk meningkatkan kualitas permainan. Latri Cup I diharapkan tidak berhenti sebagai kompetisi semata, namun menjadi bagian dari proses pembinaan berkelanjutan untuk melahirkan atlet-atlet petanque yang mampu bersaing di level provinsi maupun nasional.
Dengan semakin banyaknya kompetisi dan keterlibatan atlet dari berbagai daerah, Pengkab Petanque Karanganyar berharap olahraga yang identik dengan permainan bola besi tersebut semakin dikenal masyarakat dan memiliki basis pembinaan yang kuat di wilayah lereng Lawu.
Latri menambahkan, keberadaan turnamen nasional di Karanganyar juga memberikan kesempatan bagi atlet lokal untuk mendapatkan pengalaman bertanding melawan pemain dari daerah lain. Pengalaman tersebut dinilai penting sebagai bekal menghadapi persaingan yang lebih ketat pada Kejurprov maupun Porprov 2026.
“Ini juga menjadi kesempatan atlet-atlet kami untuk mengukur kemampuan. Kami ingin mereka tidak hanya berlatih, tetapi juga memiliki pengalaman bertanding dan mental kompetisi yang kuat,” pungkasnya. (Hds/K2)












