Kabar Karanganyar, – Seminggu dihimpit kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang belum teratasi, lereng Gunung Lawu kini memunculkan kekhawatiran baru. Hewan buas diduga mulai turun mendekati permukiman warga untuk mencari mangsa. Empat ekor kambing milik dua peternak di Dusun Plalar, Desa Thengklik, Kecamatan Tawangmangu, ditemukan mati dengan luka di bagian leher, Rabu (21/10/2026) pagi. Satu ekor kambing lainnya dilaporkan hilang dan belum diketahui keberadaannya.
Dugaan serangan hewan buas itu terungkap setelah seorang warga mendapati seekor kambing miliknya mati sekitar pukul 01.00 WIB. Hewan ternak tersebut ditemukan dengan luka di bagian leher. Lokasi kejadian berada di kawasan yang berdekatan dengan permukiman warga lainnya.
Kekhawatiran bertambah pada Rabu pagi. Saat hendak memberi makan ternaknya, seorang peternak lain mendapati tiga ekor kambingnya telah mati di kandang dengan kondisi luka serupa di bagian leher. Sementara itu, seekor kambing lainnya yang berada dalam kandang yang sama tidak ditemukan.
Kepala Desa Thengklik, Paidin, membenarkan adanya kejadian yang menimpa dua peternak di Dusun Plalar tersebut. Kedua lokasi kandang berada tidak berjauhan, meski terpisah beberapa rumah.
“Yang satu diketahui sekitar pukul satu malam. Kalau yang empat kambing itu baru diketahui pagi hari saat hendak diberi makan. Tiga ditemukan mati, sedangkan satu lainnya tidak ada,” ungkap Paidin saat dikonfirmasi.
Paidin menduga kemunculan hewan buas tersebut berkaitan dengan kebakaran hutan di kawasan Gunung Lawu yang belum berhasil dipadamkan sepenuhnya. Namun, jenis hewan yang menyerang ternak serta asal kemunculannya belum dapat dipastikan.
Pihak desa telah melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian. Petugas dari Polsek bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dijadwalkan melakukan pengecekan lokasi untuk memastikan penyebab kematian kambing sekaligus mengidentifikasi kemungkinan hewan yang menyerang ternak warga.
Menurut Paidin, pemeriksaan lokasi direncanakan berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB. Hasil pemeriksaan diharapkan dapat menjawab dugaan serangan hewan buas yang membuat peternak di sekitar lereng Lawu khawatir.
” Kami sudah lapor ke polsek, Nanti rencananya tim BKSDA akan lakukan cek ke lokasi kejadian, ” Tambahnya.
Di tengah upaya pemadaman karhutla yang memasuki pekan kedua, kejadian ini menambah keresahan warga yang tinggal di kawasan lereng. Selain ancaman api yang terus membakar kawasan hutan, warga kini juga dihadapkan pada kekhawatiran terhadap keselamatan ternak mereka.
Meski dugaan sementara mengarah pada serangan hewan buas, warga diminta menunggu hasil pemeriksaan petugas untuk memastikan penyebab kejadian tersebut. Hingga laporan ini disusun, keberadaan satu ekor kambing yang hilang masih belum diketahui. (Hds/K2)












