Kabar Karanganyar, – Harapan yang selama lebih dari tiga minggu terus dijaga akhirnya harus berujung pada kabar duka. Drama panjang pencarian pendaki muda, Yasid Ahmad Firdaus (26), yang dilaporkan hilang sejak 18 Januari 2026 di kawasan Bukit Mongkrang, Gunung Lawu, resmi dinyatakan usai. Tim SAR Gabungan menemukan Yasid dalam kondisi meninggal dunia (MD) pada Senin pagi (10/2/2026).
Kepala Kantor Basarnas Surakarta, Kamal Riswandi, membenarkan penemuan tersebut. Informasi diterima sekitar pukul 08.45 WIB dari tim SAR gabungan yang sejak pagi melakukan penyisiran ulang di wilayah Mongkrang.
“Alhamdulillah hari ini Mas Yasid Ahmad Firdaus ditemukan pagi tadi sekitar pukul 08.45 WIB. Namun, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Kamal kepada awak media.
Menurut Kamal, jasad Yasid ditemukan masih di kawasan Bukit Mongkrang, tepatnya di sisi barat dengan koordinat 07°41’ Lintang Selatan dan 111°10’30’’ Bujur Timur. Lokasi tersebut berada di area dengan kontur medan ekstrem, terjal, dan sulit dijangkau.
Proses evakuasi dilakukan dengan kehati-hatian tinggi. Tim SAR memilih jalur evakuasi mengikuti alur sungai yang dinilai lebih landai dibanding jalur pendakian Mongkrang yang curam dan berisiko.
“Untuk evakuasi, korban akan dibawa ke wilayah Beruk dengan mengikuti jalur sungai karena jalurnya relatif lebih aman. Setelah itu langsung dibawa ke RSUD Karanganyar untuk proses selanjutnya oleh tim kesehatan dan kepolisian,” jelasnya.
Dalam operasi pencarian hari ini, sedikitnya 15 personel inti SAR gabungan diterjunkan, dengan total sekitar 50 personel yang telah bergerak di lapangan. Proses evakuasi diperkirakan memakan waktu hingga sore hari, mengingat kondisi geografis dan jarak tempuh dari lokasi penemuan ke titik bawah.
Kamal juga mengungkapkan bahwa operasi pencarian sempat dihentikan sementara pada hari ke-13 sejak Yasid dilaporkan hilang. Keputusan itu diambil melalui evaluasi bersama, mempertimbangkan sejumlah faktor krusial.
“Cuaca saat itu cukup ekstrem, lalu ada laporan turunnya hewan buas dari kawasan Mongkrang ke permukiman. Kami khawatir pencarian justru memicu korban baru karena habitat satwa terganggu,” ungkapnya.
Atas pertimbangan tersebut, kawasan Mongkrang sempat dikosongkan selama sepekan untuk menenangkan habitat satwa liar. Setelah evaluasi ulang, penyisiran kembali dilakukan pada Sabtu lalu hingga akhirnya jasad Yasid ditemukan pada hari ini.
“Lokasi ini sebenarnya sudah disisir sebelumnya. Namun karena medan yang sangat ekstrem dan kondisi cuaca saat itu, kemungkinan korban belum terlihat,” tambah Kamal.
Dengan ditemukannya Yasid Ahmad Firdaus, operasi pencarian resmi ditutup. Isak duka pun menyelimuti keluarga, relawan, dan masyarakat yang sejak awal berharap korban dapat ditemukan dalam keadaan selamat. Gunung Mongkrang kembali menjadi saksi bisu bahwa alam selalu menuntut kehati-hatian, sekaligus menyimpan risiko besar bagi siapa pun yang menantangnya.(Hds/K2)












