Kabar Karanganyar, – Kamar Enterpreneur Indonesia (KEIND) bukanlah pesaing bagi asosiasi-asosiasi pengusaha yang telah ada di Indonesia. KEIND hadir sebagai mitra untuk tumbuh dan berkembang bersama dalam dunia usaha, sekaligus mengambil bagian dalam upaya meningkatkan perekonomian dan pengentasan kemiskinan.
Semangat tersebut mengiringi pelantikan pengurus KEIND Karanganyar periode 2026-2031, Rabu (19/8/2026). Kepengurusan KEIND Karanganyar menjadi pionir di wilayah Soloraya dan diproyeksikan sebagai mitra strategis Pemerintah Kabupaten Karanganyar dalam mengurangi angka pengangguran serta meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Ketua KEIND Karanganyar, Rahmat Efendi, mengatakan KEIND tidak dibentuk untuk berhadapan atau bersaing dengan organisasi pengusaha lain, termasuk Hipmi. Sebaliknya, seluruh elemen dunia usaha diharapkan dapat saling bergandengan tangan untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih kuat.
“Kita tidak pernah bersaing. Kita tetap bergandengan tangan. Program kita zero pengangguran,” ujarnya.
Menurut Efendi, KEIND Karanganyar siap menjadi bagian dari gerakan pembangunan ekonomi yang dijalankan Pemkab Karanganyar. Organisasi tersebut tidak ingin berjalan sendiri, tetapi berupaya menyelaraskan program dengan arah pembangunan pemerintah daerah.
“Kita siap jadi mitra strategis Pemkab Karanganyar di bawah komando Bapak Bupati. Kita agen garda terdepan pembangunan ekonomi di kabupaten atas petunjuk Bapak Bupati,” katanya.
Salah satu langkah awal yang disiapkan KEIND adalah memperkuat kepedulian sosial sekaligus pemberdayaan masyarakat. Setelah pelantikan, KEIND berencana membantu masyarakat kurang mampu melalui berbagai bentuk dukungan sosial dari para anggota.
Efendi menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari komitmen KEIND untuk ikut membantu pemerintah dalam menangani persoalan sosial dan kemiskinan.
“Setelah pelantikan kita akan membantu beberapa orang yang kurang mampu dengan membagikan rezeki yang kita punya. Itu salah satu dari komitmen mengurangi tugas Dinsos,” ujarnya.
KEIND Karanganyar untuk periode 2026-2031 memiliki 51 pengurus inti yang dilantik. Sebagai kepengurusan perdana di Karanganyar sekaligus pionir di Soloraya, jumlah tersebut diharapkan menjadi embrio yang terus berkembang dan membangun jaringan kewirausahaan hingga ke seluruh wilayah Kabupaten Karanganyar.
Tak hanya bergerak dalam kegiatan sosial, KEIND juga menyiapkan program pengembangan kapasitas pelaku usaha melalui coaching dan talkshow. Program tersebut akan menghadirkan pengusaha berpengalaman untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada pelaku usaha lokal.
Salah satu sosok yang masuk dalam jajaran dewan penasihat adalah Iwan Andranikus, Presiden Direktur PT Indaco Warna Dunia. Pengalaman bisnis di tingkat nasional diharapkan dapat menjadi daya ungkit bagi pengusaha Karanganyar.
“Harapannya beliau men-share ilmu-ilmunya, mengangkat pengusaha-pengusaha yang menengah menjadi seperti beliau. Dan pengusaha-pengusaha yang di bawah UMKM naik menjadi pengusaha menengah,” kata Efendi.
KEIND Karanganyar juga mulai membidik peluang pasar internasional. Jejaring KEIND yang memiliki perwakilan di sejumlah negara akan dimanfaatkan untuk membantu pelaku UMKM membuka akses pasar ekspor.
Menurut Efendi, sejumlah pelaku usaha sudah mulai menjalankan aktivitas ekspor-impor, salah satunya menuju Singapura. Ke depan, jaringan internasional tersebut akan dimanfaatkan untuk membuka akses ke negara-negara lainnya.
KEIND Karanganyar Pioner Sekaligus Embrio Di Soloraya
Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Organisasi KEIND Jawa Tengah, Edi Supriyono, menyambut positif lahirnya kepengurusan KEIND Karanganyar. Ia berharap Karanganyar dapat menjadi pemantik bagi daerah lain di Soloraya untuk membangun kepengurusan serupa.
“Pelantikan ini kami syukuri luar biasa. Mudah-mudahan nanti Karanganyar menjadi pemantik daerah-daerah lain untuk segera tumbuh KEIND baru di Sragen, di Soloraya terutama,” ujarnya.
Menurut Edi, embrio kepengurusan KEIND telah muncul di sejumlah kabupaten di Jawa Tengah. Karanganyar menjadi salah satu daerah yang lebih dahulu meresmikan kepengurusannya di kawasan Soloraya.
Ia menilai penguatan UMKM menjadi salah satu fokus penting KEIND, terutama di tengah kondisi perekonomian yang masih menghadapi berbagai tantangan. Pelaku UMKM membutuhkan dukungan untuk memperkuat usaha, memperluas pasar dan meningkatkan kapasitas bisnis.
“Targetnya adalah UMKM terutama. Bagaimana membangun UMKM menjadi semakin kuat,” katanya.
Edi juga menegaskan KEIND tidak hadir untuk mengambil ruang organisasi lain. Seluruh asosiasi pengusaha justru diharapkan dapat bersinergi dalam membangun perekonomian nasional.
KEIND Beda Dengan Assosiasi Pengusaha yang Lain Targetkan Pasar Ekspor Untuk UMKM
Senada, perwakilan KEIND Indonesia, Apda Rizal, menegaskan KEIND bukan pesaing organisasi pengusaha seperti Hipmi. Menurutnya, masing-masing organisasi memiliki ruang dan karakteristik tersendiri, sementara KEIND menjadi wadah untuk membangun kolaborasi yang lebih luas.
“KEIND itu bukan saingan, apalagi Hipmi. Itu berbeda jauh. Yang terpenting adalah bagaimana mengangkat UMKM bisa naik kelas,” jelasnya.
Apda mengatakan KEIND juga mendorong pelaku usaha agar tidak hanya bertahan di pasar lokal. Akses permodalan, pendampingan bisnis hingga pasar ekspor menjadi bagian dari upaya agar UMKM mampu berkembang dan naik kelas.
Secara nasional, KEIND telah berkembang di 28 provinsi dan memiliki jaringan perwakilan di luar negeri. Jaringan tersebut menjadi salah satu modal untuk membantu pengusaha daerah membuka peluang bisnis hingga pasar internasional.
Selain penguatan UMKM, program unggulan KEIND secara nasional adalah KEIND Go to Campus. Program ini diarahkan untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan mahasiswa sehingga lulusan perguruan tinggi tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan.
“Kita melahirkan pengusaha-pengusaha dari kampus. Begitu dia lulus tidak langsung mencari kerja, tetapi bagaimana membangun ide-idenya untuk menjadi pebisnis atau pengusaha,” kata Apda.
Dengan dilantiknya kepengurusan periode 2026-2031, KEIND Karanganyar diharapkan mampu menjadi jembatan antara pemerintah dan dunia usaha. Bukan sekadar mengejar pertumbuhan bisnis, tetapi mendorong terciptanya lapangan kerja, memperkuat ekonomi masyarakat, mengurangi kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup warga Karanganyar.
Kehadiran KEIND Karanganyar pun diharapkan menjadi tonggak baru pengembangan kewirausahaan di Soloraya, dengan UMKM sebagai salah satu kekuatan utama dan pasar ekspor sebagai peluang yang mulai dibuka lebih luas. (Hds/K2)












