Kabar Karanganyar, – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Karanganyar mulai menyusun strategi kebangkitan politik dengan mengusung semangat merawat yang sepuh, membangun yang muda. Perpaduan pengalaman para senior dan energi kader muda menjadi modal untuk merebut kembali kursi DPRD Karanganyar pada Pemilu 2029, dengan target membentuk satu fraksi atau lima kursi legislatif.
Optimisme tersebut mengemuka dalam Musyawarah Anak Cabang (Musancab) serentak di 17 kecamatan yang digelar di Kantor DPC PPP Karanganyar, Minggu (11/10/2026). Konsolidasi ini menjadi langkah awal partai berlambang Ka’bah tersebut untuk memperkuat struktur organisasi, merekrut kader baru, hingga menyiapkan bakal calon legislatif (bacaleg) jauh sebelum kontestasi politik mendatang.
Sekretaris DPW PPP Jawa Tengah sekaligus Ketua Fraksi PPP DPRD Jawa Tengah, Muhammad Naryoko, mengatakan Musancab menjadi momentum penting untuk mengakhiri kevakuman PPP Karanganyar dalam meraih kursi legislatif selama beberapa periode terakhir.
“Saya meyakini seyakin-yakinnya di bawah kepemimpinan Mas Agus Basuki ini PPP Kabupaten Karanganyar bisa bangkit,” tegas Naryoko.
Menurut dia, kebangkitan PPP tidak cukup hanya mengandalkan optimisme. Partai perlu memetakan basis kekuatan secara terukur, terutama di setiap daerah pemilihan (dapil) dan tempat pemungutan suara (TPS).
Naryoko menyebut Karanganyar memiliki sekitar 3.200 TPS. Berdasarkan perhitungan yang disampaikan dalam forum tersebut, kebutuhan suara untuk merebut kursi terakhir pada pemilu sebelumnya berada di kisaran 6.800 suara.
“Kalau kita bagi rata, masing-masing TPS kita hanya perlu 11 suara. Itu tidak terlalu ambisius. Target itu realistis dan saya yakin dapat tercapai,” ujarnya.
Ia menilai target tersebut dapat dikejar melalui penguatan basis pemilih di tingkat bawah, ditambah kontribusi para calon legislatif yang memiliki basis dukungan kuat di wilayah masing-masing.
Namun, strategi PPP tidak semata-mata bertumpu pada hitung-hitungan suara. Naryoko menekankan pentingnya menjaga hubungan dengan tokoh senior yang selama ini memiliki sejarah perjuangan bersama PPP, sekaligus membuka pintu selebar-lebarnya bagi kader baru.
Ia mengutip kaidah fikih al-muhafazhatu ‘ala qadimish shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah, yang bermakna mempertahankan nilai-nilai lama yang baik sekaligus mengambil hal-hal baru yang lebih baik.
“Tokoh-tokoh, senior-senior yang masih berkomitmen dengan PPP tetap dirangkul. Akan tetapi, kita juga butuh modernisasi melalui rekrutmen anggota baru, kader muda, Gen Z, dan kader milenial,” jelasnya.
Mentransformasi Wajah Partai Strategi Raup Simpati Gen_Z
Menurut Naryoko, perubahan wajah partai menjadi kebutuhan mendesak karena komposisi pemilih pada Pemilu 2029 akan didominasi generasi muda. PPP harus mampu menghadirkan ruang politik yang relevan bagi anak muda, bukan hanya mempertahankan identitas sebagai partai yang dekat dengan generasi senior.
Ia mencontohkan keberadaan kader muda PPP yang telah menduduki posisi strategis di parlemen. Naryoko sendiri, yang berusia 37 tahun, menjabat sebagai Sekretaris DPW PPP Jawa Tengah sekaligus Ketua Fraksi PPP DPRD Jawa Tengah.
“Wajah partai yang semula identik dengan orang tua atau sesepuh ini sudah mulai kita ubah menjadi partainya anak-anak muda,” katanya.
PPP Karanganyar Optimis Kuasai Satu Fraksi di Tahun 2026
Sementara itu, Ketua DPC PPP Karanganyar, Agus Basuki, mengatakan upaya membangun kembali kekuatan partai di tingkat daerah mulai berjalan melalui perekrutan anggota baru yang didominasi kalangan muda.
Di sisi lain, jajaran pengurus juga aktif menjalin silaturahmi dengan tokoh-tokoh lama yang sebelumnya tidak banyak terlihat dalam aktivitas partai. Sejumlah tokoh senior tersebut kini mulai kembali bergabung untuk memperkuat konsolidasi.
“Alhamdulillah, sudah ada perekrutan anggota-anggota baru dan kebanyakan juga muda. Tokoh-tokoh lama kita sowani, kita ajak silaturahmi. Hari ini mereka bisa hadir. Artinya, ada kolaborasi antara Gen Z dan mereka yang dulu berjuang di PPP,” ungkap Agus.
Ia menyebut semangat kebangkitan tersebut dirangkum dalam tema “PPP Comeback”. Melalui tema itu, PPP Karanganyar ingin menghidupkan kembali kejayaan politik masa lalu dengan pendekatan yang lebih terbuka dan melibatkan generasi baru.
Agus secara terbuka memasang target besar pada Pemilu 2029, yakni meraih lima kursi DPRD Karanganyar agar PPP dapat membentuk satu fraksi.
“Target satu fraksi. Kita tidak usah ragu-ragu, satu fraksi,” tegasnya optimistis.
Untuk mengejar target tersebut, PPP Karanganyar tidak ingin terlambat memulai persiapan. Agus mengatakan partainya akan segera melakukan penjaringan dan pembentukan bakal calon legislatif, dengan harapan pada 2027 susunan bacaleg sudah terbentuk.
“Kalau kita tidak bentuk sekarang, nanti kita kalah start dengan partai lain. Insyaallah 2027 caleg-caleg sudah terbentuk. Tinggal nanti kita berikan pedoman bagaimana cara memenangkan pemilu,” jelasnya.
Setelah Musancab di 17 kecamatan, agenda konsolidasi akan dilanjutkan melalui musyawarah ranting. Rangkaian tersebut diharapkan memperkuat struktur partai hingga tingkat desa sekaligus menjadi fondasi untuk memperluas jaringan pemilih.
Bagi PPP Karanganyar, target lima kursi bukan sekadar angka politik. Partai ini berupaya menyatukan kembali kekuatan lama, memunculkan tokoh-tokoh baru, serta memberi ruang bagi generasi muda untuk mengambil peran dalam kontestasi mendatang.
Dengan strategi merawat yang sepuh, membangun yang muda, PPP Karanganyar kini menatap Pemilu 2029 dengan satu ambisi besar: kembali memiliki suara dan kekuatan yang diperhitungkan di DPRD Karanganyar. (Hds/K2)












