Melon Karanganyar Tembus Pasar MBG, Harga Jual Capai Rp14 Ribu per Kilogram

IMG 20261013 WA0056
Ketua dan Pengurus DPC Partai Demokrat Karanganyar panen melon hasil gerakan langit biru Indonesia Asri.

Kabar Karanganyar, – Gerakan Langit Biru Indonesia Asri DPC Partai Demokrat Karanganyar mulai menunjukkan potensi ekonomi nyata. Lahan yang hampir 20 tahun terbengkalai kini produktif menghasilkan melon, dengan panen perdana mencapai sekitar 1,6 ton dan peluang pasar menjanjikan melalui jaringan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

Bukan sekadar menghasilkan buah, budidaya melon ini membuka peluang peningkatan pendapatan petani melalui kepastian serapan pasar. Hasil panen dapat dipasarkan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan harga mencapai Rp12.000 hingga Rp14.000 per kilogram, lebih tinggi dibandingkan harga pasar umum yang berkisar Rp7.000 hingga Rp9.000 per kilogram.

Ketua DPC Partai Demokrat Karanganyar, Supriyanto, mengatakan jaringan pemasaran dengan SPPG menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga keberlanjutan usaha pertanian. Dengan adanya pasar yang siap menyerap hasil panen, petani memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh harga yang layak sekaligus menjaga perputaran modal usaha.

“Alhamdulillah, kita punya jaringan dengan SPPG 2.1 dan 2.0. Berapa pun tonase yang dihasilkan sudah terserap dengan harga yang cukup bisa diandalkan untuk mengembalikan modal petani,” ujar Supriyanto, Senin (13/10/2026).

Dari sisi ekonomi, selisih harga tersebut cukup signifikan. Dengan harga jual tertinggi Rp14.000 per kilogram, nilai penjualan melon bisa mencapai dua kali lipat harga terendah di pasar umum. Kondisi ini membuka peluang bagi petani untuk meningkatkan nilai jual hasil produksi, meskipun keuntungan bersih tetap bergantung pada biaya budidaya, tenaga kerja, dan distribusi.

Panen perdana dilakukan di lahan seluas 1.200 meter persegi dari total area 3.800 meter persegi yang tersedia. Sebanyak 1.100 batang melon dibudidayakan di lahan yang sebelumnya tidak digarap selama hampir dua dekade. Selain hasil yang telah dipanen, masih terdapat tanaman yang belum memasuki masa panen.

Menurut Supriyanto, keberhasilan tersebut berawal dari inisiatif kader Demokrat di tingkat ranting yang memiliki keahlian dalam budidaya melon. Pengelolaan lahan terlantar menjadi lahan produktif ini sekaligus memperlihatkan peluang pengembangan usaha pertanian berbasis potensi lokal.

“Faktanya hari ini terbukti ketika diusahakan semuanya bisa berjalan dengan baik dan membuahkan hasil,” katanya.

Ke depan, DPC Demokrat Karanganyar memproyeksikan perluasan area tanam hingga 6.000 meter persegi di lokasi yang sama dengan melibatkan petani muda. Perluasan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperbesar kontribusi petani lokal dalam memasok kebutuhan buah bagi dapur-dapur MBG.

Supriyanto menilai program MBG berpotensi menjadi pasar strategis bagi komoditas pertanian lokal. Kebutuhan bahan pangan dalam jumlah besar dapat membuka ruang kemitraan yang lebih luas antara petani dan pengelola SPPG, selama produksi mampu memenuhi standar kualitas, kontinuitas pasokan, dan harga yang disepakati.

“Ini menjadi penetrasi yang bagus. Kita coba menunjukkan bahwa buah lokal juga patut diandalkan untuk mencukupi kebutuhan MBG,” ujarnya.

Program Gerakan Langit Biru Indonesia Asri sendiri merupakan tindak lanjut program Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atas arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mendukung ketahanan pangan dan pelestarian alam.

Bagi Demokrat Karanganyar, panen perdana ini menjadi langkah awal membangun kegiatan pertanian yang tidak hanya produktif, tetapi juga memiliki orientasi pasar. Dengan lahan yang terus dikembangkan dan akses pemasaran melalui SPPG, melon lokal berpeluang menjadi komoditas bernilai ekonomi sekaligus memperkuat keterlibatan petani daerah dalam rantai pasok MBG.

Sebagian hasil panen juga direncanakan untuk mendukung kegiatan sosial, termasuk pengembangan besalen atau rumah ketenteraman serta pembagian sembako kepada masyarakat. (Hds/K2)