Kabar Karanganyar, — Di tengah kepungan asap kebakaran TPA Putri Cempo, Bupati Karanganyar Rober Christanto tidak hanya datang untuk melihat kondisi pengungsi. Ia turun langsung memastikan warga terdampak mendapatkan perlindungan dan berikan trauma healing kepada para pengungsi agar tidak larut dalam kesesihan.
Bersama sang istri, Farida Rober Christanto, Rober mendatangi pengungsian warga terdampak asap kebakaran TPA Putri Cempo di GOR UTP Plesungan, Kecamatan Gondangrejo, Sabtu (5/9/2026).
Kedatangan Rober dan Farida langsung menyentuh sisi paling rentan dari bencana. Mereka menghampiri anak-anak balita yang berada di pengungsian, membagikan mainan, mengajak bermain dan bercanda.
Suasana pengungsian yang sebelumnya dipenuhi kecemasan pun sejenak berubah. Tawa anak-anak terdengar di tengah situasi darurat akibat kepungan asap.
Bagi Rober, anak-anak tidak boleh dibiarkan larut dalam ketakutan akibat bencana.
“Anak-anak juga harus kita perhatikan. Mereka mungkin belum memahami sepenuhnya apa yang terjadi, tetapi mereka bisa merasakan ketakutan. Kita ingin mereka tetap merasa nyaman, bisa bermain, dan tidak terlalu terbebani dengan situasi yang sedang terjadi,” ujar Rober.»
Kunjungan itu sekaligus menjadi bagian dari upaya trauma healing sederhana bagi anak-anak yang harus meninggalkan rumah akibat dampak asap kebakaran.
Namun, perhatian Rober dan Farida tidak berhenti pada anak-anak.
Farida yang merupakan dokter, langsung memeriksa kondisi kesehatan sejumlah pengungsi, terutama warga lanjut usia. Dari pemeriksaan tersebut ditemukan seorang lansia dengan riwayat asma yang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.
“Kami melihat langsung kondisi warga, terutama lansia dan anak-anak. Untuk lansia yang memiliki riwayat asma, tentu harus segera kita pastikan mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis. Jangan sampai karena berada di pengungsian kemudian kondisi kesehatannya semakin berat,” kata Farida.
Situasi tersebut langsung ditindaklanjuti.
Rober turun tangan. Ia bahkan mengambil kemudi ambulans PSC dan mengantar sendiri lansia tersebut dari lokasi pengungsian menuju Puskesmas Gondangrejo.
Tindakan itu menunjukkan bagaimana Rober memilih berada sedekat mungkin dengan warga dalam situasi darurat. Bukan hanya memastikan ambulans tersedia, tetapi ikut mengawal proses evakuasi agar pengungsi mendapatkan penanganan medis secara cepat dan nyaman.
“Yang paling penting sekarang adalah memastikan warga terdampak merasa aman dan kebutuhan mereka terpenuhi. Kami tidak ingin ada warga yang mengalami gangguan kesehatan terlambat mendapatkan penanganan. Selama kondisi belum benar-benar aman, kami akan terus memantau dan memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan,” tegas Rober.
Di tengah kunjungan tersebut, Rober juga memantau perkembangan penanganan kebakaran TPA Putri Cempo. Koordinasi dilakukan bersama jajaran Polres Karanganyar dan Polresta Surakarta, termasuk terkait pemantauan kondisi udara serta perkembangan operasi pemadaman menggunakan teknik water bombing melalui helikopter.
Bagi warga yang kini berada di pengungsian, persoalannya bukan sekadar kapan api berhasil dipadamkan. Mereka menunggu kepastian kapan udara kembali aman dan kapan bisa pulang ke rumah tanpa dihantui ancaman asap.
Rober menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pemadaman maupun penanganan pengungsi.
Ia berharap kebakaran segera terkendali dan kondisi lingkungan kembali normal sehingga warga dapat kembali ke rumah dengan aman.
Di GOR UTP Plesungan, kepemimpinan Rober terlihat bukan melalui seremoni, tetapi melalui tindakan. Ia datang menemui warga, bermain bersama anak-anak, memastikan kondisi kesehatan lansia, hingga mengambil kemudi ambulans untuk mengantar pengungsi mendapatkan pertolongan medis.
Di tengah bencana, kehadiran seorang pemimpin bukan sekadar soal berdiri di depan warga. Tetapi tentang memastikan tidak ada warga yang merasa menghadapi bencana sendirian. (Hds/K2)












