Kabar Karanganyar, – Ajang pertarungan tinju Call Fight Day kembali digelar di Kabupaten Sukoharjo pada 2026. Event yang mempertemukan para petinju dari sejumlah sasana tersebut dijadwalkan berlangsung di Markas Brigif 6, Sukoharjo, Minggu (23/8/2026).
Pertarungan kali ini bakal menjadi panggung bagi para petinju lokal untuk menunjukkan kemampuan sekaligus menguji hasil latihan mereka di atas ring. Sedikitnya tujuh atlet Warrior Boxing Karanganyar (WBK) dipersiapkan untuk ambil bagian dalam gelaran tersebut.
Promotor Call Fight Day sekaligus Manager Warrior Boxing Karanganyar, Muhammad Fillipo, mengatakan event ini bukan sekadar pertandingan adu pukulan. Menurutnya, setiap atlet memiliki proses panjang sebelum akhirnya berani naik ke atas ring.
Fillipo mengaku melihat langsung bagaimana para atlet berjuang dari bawah. Mereka harus menjalani latihan keras, menjaga disiplin, mengorbankan waktu dan tenaga, bahkan tak sedikit yang harus mengeluarkan biaya sendiri demi mengejar prestasi dan membawa nama daerah.
“Sebagai promotor, saya melihat sendiri bagaimana para atlet berjuang dari bawah. Mereka berlatih keras, menjaga disiplin, mengorbankan waktu, tenaga, bahkan tidak sedikit yang harus mengeluarkan biaya sendiri demi mengejar prestasi dan mengharumkan nama daerah,” kata Fillipo.
Ia berharap perjuangan para atlet tidak berhenti ketika pertandingan selesai. Prestasi yang mereka raih di atas ring, menurutnya, perlu diikuti dengan perhatian dan dukungan nyata dari pemerintah daerah.
Dukungan tersebut bisa diwujudkan melalui pembinaan berkelanjutan, fasilitas latihan, kesempatan bertanding hingga kemudahan bagi atlet untuk membangun masa depan setelah karier mereka di dunia olahraga.
“Atlet bukan hanya petarung untuk hari ini. Mereka adalah aset daerah dan generasi yang bisa membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya.
Fillipo menegaskan, para atlet tidak membutuhkan jalan instan untuk mencapai prestasi. Yang mereka perlukan adalah ruang, kesempatan dan dukungan agar proses panjang yang mereka jalani tidak sia-sia.
“Di balik setiap medali, ada keringat, pengorbanan, dan mimpi seorang anak muda yang ingin membanggakan daerahnya,” katanya.
Dalam Call Fight Day 2026, sejumlah petinju WBK telah mendapatkan lawan dari sasana lain. Di antaranya Adi Surahmadi (30 tahun, kelas 70 kg) yang akan menghadapi Bambang Haryadi (22 tahun, kelas 70 kg) dari NST Academy.
Kemudian Fajar Setyo Utomo (24 tahun, kelas 85 kg) dijadwalkan menghadapi Daffa Alifadika (22 tahun, kelas 80 kg) dari Master Boxing Camp Magetan.
Sementara itu, Nur Kholis (27 tahun, kelas 53 kg) dan Faisal Nurohman (23 tahun, kelas 51 kg) masih tercatat dalam daftar pertandingan, dengan pasangan lawan yang perlu dipastikan lebih lanjut.
Tiga petinju WBK lainnya, yakni Muhammad Syaifuddin (26 tahun, kelas 75 kg), Nanang Setyawan (26 tahun, kelas 70 kg), dan Catur Prasetya (36 tahun, kelas 80 kg) juga masuk dalam daftar atlet yang dipersiapkan.
Dengan komposisi tersebut, Call Fight Day diharapkan menjadi momentum bagi para petinju Karanganyar untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperluas pengalaman bertanding.
Fillipo berharap pemerintah, masyarakat dan seluruh pihak terkait ikut membuka ruang yang lebih luas bagi perkembangan olahraga tinju di Karanganyar.
“Biarkan mereka bertarung di atas ring, dan mari kita bantu membuka jalan bagi masa depan mereka di luar ring. Karena ketika seorang atlet berhasil, sesungguhnya yang ikut terangkat bukan hanya dirinya, tetapi juga nama daerah dan masyarakat yang mendukungnya,” pungkas Fillipo. (Hds/K2)












