Kabar Karanganyar, – Komitmen kuat TNI bersama Pemerintah Kabupaten Karanganyar dalam mendukung program Presiden RI Prabowo Subianto untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional ditunjukkan melalui Panen Raya Nasional yang digelar di areal persawahan Desa Gaum, Kecamatan Tasikmadu, Jumat (17/7/2026). Panglima Kodam (Pangdam) IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., didampingi Komandan Kodim 0727/Karanganyar Letkol Kav Dhanang Prasetyo Kurniawan, S.H., M.Tr.(Opsla.), serta Bupati Karanganyar H. Rober Christanto, S.E., M.M., turun langsung ke sawah bersama para petani sebagai simbol sinergi lintas sektor dalam memperkuat swasembada pangan.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Panen Raya Serentak Bersama TNI yang dilaksanakan di 43 daerah di Indonesia. Dari Kabupaten Karanganyar, Pangdam IV/Diponegoro bersama Forkopimda mengikuti rangkaian kegiatan nasional yang dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto dari Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, melalui sambungan virtual.
Kedatangan Pangdam disambut langsung Bupati Karanganyar bersama Danrem 074/Warastratama Kolonel Inf M. Arry Yudistira, S.I.P., M.I.Pol., M.Han., Dandim 0727/Karanganyar Letkol Kav Dhanang Prasetyo Kurniawan, Kapolres Karanganyar AKBP Arman Sahti, S.H., S.I.K., M.H., serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa satu unit Combine Harvester Besar kepada kelompok tani. Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi panen, menekan kehilangan hasil produksi, sekaligus mendorong modernisasi pertanian di Kabupaten Karanganyar.
Usai penyerahan bantuan, Pangdam IV/Diponegoro bersama Bupati Karanganyar melakukan uji coba panen menggunakan Combine Harvester Besar. Penggunaan teknologi modern tersebut menjadi wujud nyata kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian serta memperkuat daya saing sektor pangan.
Selanjutnya seluruh peserta mengikuti Zoom Panen Raya Nasional bersama Presiden RI Prabowo Subianto. Dari lokasi utama di Lanud Abdulrachman Saleh, Presiden memimpin panen raya yang dilaksanakan serentak di 43 titik di seluruh Indonesia.
Sebelum panen raya dimulai, Presiden Prabowo meninjau insinerator atau alat pembakar sampah serta berbagai hasil hilirisasi pertanian yang dikembangkan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas nasional. Presiden juga menyaksikan langsung proses panen tebu sebagai bagian dari program ketahanan pangan yang melibatkan seluruh matra TNI.
Dalam laporannya, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menjelaskan Panen Raya Terintegrasi merupakan tindak lanjut arahan Presiden guna memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pendampingan komoditas strategis oleh masing-masing matra TNI.
“Menindaklanjuti arahan Bapak Presiden, TNI melaksanakan pendampingan terpadu, TNI Angkatan Udara pada komoditas tebu, TNI Angkatan Laut pada komoditas kedelai, dan TNI Angkatan Darat pada komoditas padi,” ujar Panglima TNI.
Ia juga mengungkapkan panen tebu di Lanud Abdulrachman Saleh dilakukan di lahan seluas 800,5 hektare dengan estimasi produksi mencapai 72.045 ton. Selain menghasilkan gula, hilirisasi tebu juga menghasilkan molase, bioetanol, pupuk organik, hingga berbagai produk turunan yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa ketahanan pangan bukan semata menjadi tanggung jawab Kementerian Pertanian, melainkan gerakan nasional yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa.
“Ketahanan pangan bukan hanya urusan Kementerian Pertanian, tetapi merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh kekuatan bangsa,” tegas Presiden.
Presiden juga menekankan keterlibatan TNI dan Polri di sektor pangan merupakan bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, aparat negara harus hadir di tengah rakyat dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Bupati Karanganyar H. Rober Christanto mengatakan sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan para petani menjadi modal utama dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian. Menurutnya, kolaborasi tersebut tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani melalui pemanfaatan teknologi pertanian modern.
Di sisi lain, Dandim 0727/Karanganyar Letkol Kav Dhanang Prasetyo Kurniawan menegaskan pihaknya siap terus mendampingi para petani sebagai bagian dari dukungan terhadap program strategis nasional. Pendampingan yang dilakukan TNI AD diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mempercepat terwujudnya swasembada pangan yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo.
Melalui Panen Raya Nasional ini, Kabupaten Karanganyar kembali menunjukkan peran aktifnya dalam mendukung agenda strategis pemerintah pusat. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, kepolisian, dan para petani diharapkan semakin memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menjadikan sektor pertanian sebagai pilar penting pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Hds/K2)












