Kabar Karanganyar, – Warrior Boxing Karanganyar (WBK) berupaya mengangkat kembali derajat olahraga tinju di Kabupaten Karanganyar melalui penyelenggaraan ajang tinju amatir bertajuk Call Fight Days. Event yang diikuti sekitar 46 atlet dari berbagai daerah ini digelar sebagai wadah pembinaan sekaligus persiapan atlet menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah.
Sekretaris panitia, Muhammad Philip Amsur, mengatakan penyelenggaraan event tersebut berangkat dari berbagai masukan yang diterima pihaknya terkait kondisi olahraga tinju di Karanganyar yang dinilai mulai tertinggal dibanding cabang olahraga lainnya.
“Kami mendapat banyak masukan dari teman-teman maupun dari pihak KONI dan Pertina bahwa olahraga tinju ini termasuk salah satu cabang yang tertinggal. Karena itu kami berinisiatif membuat event ini untuk menaikkan grade olahraga tinju di Karanganyar,” ujarnya.
Menurut Philip, selain meningkatkan gairah olahraga tinju, kegiatan tersebut juga bertujuan menciptakan ekosistem pembinaan yang lebih sehat serta memperhatikan kesejahteraan para atlet, khususnya mereka yang berpotensi tampil di ajang Porprov.
Ajang Call Fight Days diikuti 46 petinju dari berbagai sasana dan daerah, tidak hanya dari Karanganyar tetapi juga dari luar kota seperti Yogyakarta, Surabaya, Wonogiri, dan Sragen. Sejumlah atlet yang telah lolos Porprov juga turut ambil bagian sebagai bagian dari program persiapan menghadapi kompetisi tingkat provinsi.
“Teman-teman Pertina Sragen yang lolos Porprov ikut bertanding. Atlet Karanganyar yang lolos Porprov juga ikut karena memang event ini menjadi bagian dari persiapan kami menuju Porprov,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, pertandingan menggunakan sistem tinju amatir yang dibagi berdasarkan kelas berat badan. Panitia menerapkan regulasi ketat terkait perbedaan berat badan petinju, dengan batas maksimal selisih tiga kilogram sesuai ketentuan yang berlaku.
Sebanyak delapan kelas pertandingan dipertandingkan dalam event tersebut. Sementara perangkat pertandingan atau wasit berasal dari Karanganyar dan sejumlah daerah di wilayah Solo Raya guna menjamin objektivitas jalannya pertandingan.
Philip mengungkapkan, Karanganyar memiliki potensi besar dalam cabang olahraga tinju. Saat ini terdapat tujuh atlet binaan Pertina Karanganyar yang berhasil lolos ke Porprov Jawa Tengah.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan atlet, pihaknya juga berencana menggelar event lanjutan pada Agustus mendatang di wilayah Sukoharjo. Atlet-atlet yang menunjukkan prestasi dalam ajang ini akan mendapatkan kesempatan mengikuti event tersebut melalui jalur golden ticket dengan dukungan pembiayaan dari panitia.
Selain menjadi sarana kompetisi, Call Fight Days juga diharapkan menjadi ruang belajar bagi atlet-atlet muda. Sejumlah petinju senior turut hadir untuk berbagi pengalaman dan memberikan motivasi kepada para atlet junior yang sedang meniti karier di dunia tinju.
Menariknya, sekitar 70 persen peserta yang mengikuti ajang ini merupakan pelajar, dengan peserta termuda berusia 15 tahun. Hal tersebut menunjukkan bahwa regenerasi atlet tinju di Karanganyar masih berjalan dan memiliki prospek yang cukup menjanjikan.
Philip menambahkan, keberadaan Warrior Boxing Karanganyar saat ini telah mendapat dukungan dari pemerintah daerah serta menjadi bagian dari upaya pengembangan organisasi tinju di bawah naungan Pertina Karanganyar.
“WBK ini menjadi anak dari Pertina. Kalau Pertina fokus pada organisasi dan pembinaan prestasi, WBK bisa bergerak menjaring bibit-bibit petinju dari berbagai sasana dan daerah sehingga pembinaan bisa lebih luas,” pungkasnya. (Hds/K2)












