Kabar Karanganyar, – Terduga pelaku aksi berjalan tanpa busana (teror bugil) yang sempat meresahkan warga Dukuh Wonolapan, Desa Wonorejo, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, akhirnya berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya setelah didatangi dan diberikan pembinaan oleh Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Karanganyar.
Kehadiran Tim URC Satreskrim Polres Karanganyar di lingkungan Wonolapan dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan dan keresahan warga yang sempat dihebohkan oleh kemunculan seorang pria tanpa busana pada malam hingga dini hari di kawasan permukiman.
Selain melakukan penelusuran terhadap identitas pelaku, petugas juga meningkatkan patroli serta memperkuat Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) di sejumlah titik untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga.
Tim URC Satreskrim Polres Karanganyar, mengatakan bahwa kejadian yang sempat menjadi perbincangan warga tersebut kini telah kondusif dan tidak kembali terulang.
“Peristiwa itu sebenarnya sudah berlangsung beberapa waktu lalu. Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada lagi kejadian serupa. Warga sudah kembali beraktivitas dengan nyaman dan rasa khawatir yang sebelumnya muncul kini berangsur hilang,” ujar salah satu Tim URC yang bertugas di lapangan.
Ia menjelaskan, pihaknya telah berhasil mengidentifikasi dan mengonfirmasi keberadaan terduga pelaku teror bugil tersebut setelah tim mendatangi langsung kediamannya. Dari hasil penyelidikan yang dilakukan, polisi tidak menemukan adanya unsur tindak pidana maupun motif kejahatan dalam aksi tersebut.
Menurut Tim URC Polres Karanganyar, terduga pelaku diketahui merupakan seseorang yang mengalami gangguan kejiwaan. Selain menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, tidak ditemukan kerugian materiil maupun korban akibat peristiwa tersebut.
“Hasil penyelidikan menunjukkan tidak ada motif kejahatan. Tidak ada kerugian harta benda maupun tindakan kriminal lainnya yang ditimbulkan. Yang terjadi lebih kepada gangguan ketertiban dan keresahan warga,” jelasnya.
Karena tidak memenuhi unsur pidana, Polres Karanganyar memilih mengedepankan pendekatan humanis. Tim URC mendatangi rumah terduga pelaku, melakukan komunikasi secara persuasif, serta memberikan pemahaman mengenai dampak sosial dari perbuatannya terhadap masyarakat sekitar.
Pendekatan tersebut membuahkan hasil. Terduga pelaku menyatakan kesediaannya untuk tidak mengulangi tindakan yang dapat memicu keresahan dan gangguan keamanan lingkungan.
“Kami melakukan pendekatan secara kekeluargaan dan mengajak yang bersangkutan berdialog. Setelah diberikan pemahaman, yang bersangkutan berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatan yang dapat meresahkan masyarakat,” tegas Tim URC.
Sementara itu, Polres Karanganyar memastikan patroli dan pengawasan di wilayah Gondangrejo tetap dilakukan secara berkala sebagai langkah preventif guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif. Aparat juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila menemukan kejadian yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas di lingkungan sekitar.
Dengan adanya penyelesaian secara persuasif tersebut, warga Wonolapan kini dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan rasa aman dan nyaman, sementara situasi lingkungan yang sempat diwarnai kekhawatiran telah berangsur pulih dan kondusif kembali. (Hds/K2)












