Kabar Karanganyar, — Seorang pria beridentitas Murdiarto (54), warga Perum UNS 5, Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya pada Selasa malam (12/5/2026). Saat ditemukan, kondisi jenazah sudah membusuk dan tergeletak di kursi tamu rumah korban.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 20.30 WIB. Berdasarkan keterangan warga, korban diketahui tinggal seorang diri dan sehari sebelumnya tidak terlihat beraktivitas di luar rumah seperti biasanya.
Kecurigaan muncul saat salah satu rekan kerja korban datang untuk menengok ke rumah. Saksi beberapa kali mengetuk pintu rumah, namun tidak mendapatkan respons dari dalam. Karena merasa ada hal yang tidak biasa, saksi kemudian membuka paksa pintu rumah.
Saat masuk ke dalam rumah, saksi terkejut mendapati korban sudah dalam kondisi meninggal dunia. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada pemerintah desa setempat dan diteruskan ke Polsek Jaten serta petugas piket BPBD Kabupaten Karanganyar.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Karanganyar, Hendro Prayitno, mengatakan pihaknya langsung menerjunkan personel ke lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Begitu menerima laporan, tim BPBD segera menuju lokasi untuk membantu proses penanganan dan melakukan koordinasi dengan aparat terkait di lapangan,” ujarnya.
Petugas gabungan dari BPBD Karanganyar, kepolisian, tenaga kesehatan, aparat pemerintah desa, serta relawan penanggulangan bencana kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan dan evakuasi.
Pihak kepolisian bersama petugas puskesmas melakukan pemeriksaan awal terhadap tubuh korban. Dari hasil pengecekan sementara yang disaksikan aparat desa setempat, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Hendro Prayitno menambahkan, proses evakuasi berlangsung dengan lancar meski kondisi jenazah sudah cukup lama berada di dalam rumah.
“Evakuasi berjalan aman dan lancar. Seluruh unsur yang terlibat bekerja sama dengan baik sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terkendali,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, terutama kepada warga yang tinggal seorang diri.
“Kami mengajak masyarakat agar lebih peduli dengan kondisi tetangga sekitar. Jika ada warga yang beberapa hari tidak terlihat beraktivitas atau sulit dihubungi, sebaiknya segera dilakukan pengecekan bersama,” tambahnya.
Selanjutnya, jenazah dievakuasi dan dibawa ke RS Dr. Moewardi Surakarta untuk penanganan lebih lanjut.
BPBD Kabupaten Karanganyar menyampaikan bahwa proses penanganan melibatkan unsur BPBD, TNI/Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, relawan, serta masyarakat sekitar. (Hds/K2)












