Heritage Eks Rumah Dinas PG Colomadu Dilirik Investor, JokPram Dorong Penataan Kawasan

IMG 20260410 WA0049
Joko Pramono tokoh masyarakat Colomadu sekaligus anggota Komisi B DPRD Dari fraksi PDI Perjuangan Karanganyar.

Kabar Karanganyar, – Kawasan heritage eks rumah dinas Pabrik Gula Colomadu kian dilirik investor untuk pengembangan usaha, khususnya sektor kuliner dan ekonomi kreatif. Letaknya yang strategis di perbatasan empat wilayah—Karanganyar, Boyolali, Solo, dan Sukoharjo—menjadikan kawasan ini berpotensi besar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Karanganyar, Joko Pramono atau yang akrab disapa JokPram, mengungkapkan bahwa minat pelaku usaha terhadap bangunan-bangunan tua bergaya kolonial di kawasan tersebut terus meningkat. Rumah-rumah peninggalan era Belanda itu dinilai memiliki nilai estetika tinggi dan cocok dikembangkan menjadi kafe, resto, hingga ruang usaha kreatif.

“Banyak pelaku usaha kuliner yang tertarik menyewa rumah-rumah di sana. Bangunannya klasik, estetik, dan punya daya tarik tersendiri. Tinggal ditata agar lebih rapi dan nyaman,” ujarnya.

Menurut JokPram, penataan kawasan perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari perbaikan infrastruktur jalan, pengaturan lalu lintas, hingga penyediaan area parkir. Ia juga mengusulkan pembatasan kendaraan besar seperti truk agar tidak melintas di kawasan tersebut guna menjaga kenyamanan dan keamanan lingkungan.

Selain itu, ia mendorong relokasi pedagang kaki lima (PKL) yang saat ini tersebar di kanan-kiri jalan menuju satu titik terpusat yang lebih representatif. Relokasi ini akan dilakukan dengan melibatkan paguyuban PKL yang sudah ada, sehingga penataan tetap tertib dan tidak memunculkan pedagang baru di luar data.

“PKL yang sudah terdata akan direlokasi ke tempat yang lebih luas dan tertata. Ini penting agar kawasan terlihat rapi, tapi tetap mengakomodasi pelaku usaha kecil,” jelasnya.

JokPram juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan pihak pemilik kawasan eks Rumdin PG Colomadu, yakni Mangkunegaran. Selama ini, sistem sewa bangunan di kawasan tersebut memang dilakukan melalui pihak Mangkunegaran, yang dinilai cukup terbuka terhadap pengembangan usaha.

Ia berharap, melalui forum diskusi bersama atau Focus Group Discussion (FGD), seluruh stakeholder dapat duduk bersama untuk merumuskan konsep penataan kawasan yang terintegrasi dan berkelanjutan.

“Kami yakin jika semua pihak dilibatkan—mulai dari kecamatan, pengusaha, hingga pemda—penataan ini bisa terwujud. Kawasan ini masuk segitiga emas, dekat bandara dan akses tol, jadi potensinya sangat besar untuk mendongkrak ekonomi,” pungkasnya. (Hds/K2)