Sumanto Bangkitkan Kembali Mitologi Lokal Penunggu Pohon Besar untuk Rawat Bumi Bersama Relawan Jogo Kali

IMG 20260425 112845
H. Sumanto Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah laksanakan gerakan Merawat Bumi dengan tanam pohon penyimpan air bersama relawan Jogo Kali

Kabar Karanganyar, — Sumanto mengajak masyarakat menghidupkan kembali nilai-nilai kearifan lokal (local genius) berupa mitologi penunggu pohon besar sebagai bagian dari upaya merawat bumi. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan penanaman pohon oleh relawan Jogo Kali di bantaran Kali Klegung, Dusun Klathak, Karangpandan, Sabtu (25/04/2026).

Kegiatan ini diisi dengan penanaman berbagai jenis pohon seperti pule, bulu, beringin, bambu, dan tanaman lain yang dikenal memiliki kemampuan menyimpan cadangan air. Gerakan yang diinisiasi Sumanto tersebut bertujuan memperkuat ketahanan lingkungan, khususnya dalam menambah cadangan air tanah menjelang musim kemarau.

Dalam keterangannya, Sumanto menekankan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap ancaman krisis iklim dan fenomena El Niño yang berpotensi memicu kemarau panjang di Indonesia. Ia juga menyoroti pentingnya pendekatan budaya dalam menjaga keseimbangan alam.

“Mbah-mbah kita dulu sering menyebut bahwa di pohon ringin, pohon pule atau pohon besar lainnya ada penunggunya. Cerita seperti genderuwo itu membuat masyarakat takut menebang pohon sembarangan, sehingga ekologi tetap terjaga dan sumber air masih bisa kita nikmati hingga sekarang,” ujarnya.

Menurut Sumanto, masyarakat modern saat ini mulai meninggalkan nilai-nilai spiritual dan budaya leluhur tersebut. Hal ini dinilai berdampak pada menurunnya kepedulian terhadap lingkungan, yang berujung pada kerusakan ekologi dan memperparah krisis iklim global.

Ia berharap, melalui gerakan relawan Jogo Kali, kesadaran masyarakat untuk kembali menanam pohon dan menjaga sumber daya alam dapat tumbuh. Penanaman pohon penyimpan air ini diharapkan mampu memulihkan cadangan air tanah sekaligus menjadi kontribusi nyata dalam mengurangi dampak krisis iklim.

“Gerakan kecil ini konsisten kita lakukan setiap sabtu, semoga bisa menjadi contoh dan embrio bagi masyarakat luas untuk kembali bersahabat dengan alam,” pungkasnya. (Hds/K2)