Kabar Karanganyar, – Sebanyak 77 penerima manfaat, terdiri dari lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas, menerima bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) dari Kementerian Sosial RI melalui Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta, Kamis (23/4/2026).
Penyaluran bantuan yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar tersebut mencakup bantuan kewirausahaan dan pemenuhan hidup layak (PHL). Dari jumlah tersebut, 32 penerima manfaat mendapatkan bantuan usaha ternak kambing.
Perwakilan Kementerian Sosial RI dari Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta, Jaeni Dahlan, S.ST, mengatakan bahwa bantuan ATENSI ini disertai pembekalan agar penerima manfaat mampu mengelola bantuan secara produktif.
“Hari ini kami menyalurkan bantuan ATENSI dari Kementerian Sosial melalui Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta kepada 77 penerima manfaat yang terdiri dari lansia dan penyandang disabilitas. Sebanyak 32 di antaranya menerima bantuan ternak kambing,” ujarnya.
Untuk mendukung keberhasilan program tersebut, pihaknya juga menghadirkan Dinas Peternakan guna memberikan pelatihan pengelolaan ternak kepada para penerima bantuan.
“Hari ini kami juga mengundang Dinas Peternakan untuk memberikan materi tentang manajemen pengelolaan ternak kambing. Harapannya, bantuan ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya dan menambah pengetahuan penerima manfaat agar usaha mereka berjalan baik,” lanjut Jaeni.
Ia menjelaskan, anggaran bantuan berasal dari Kementerian Sosial RI, melalui Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta, atas usulan dari Dinas Sosial Kabupaten Karanganyar.
“Anggaran berasal dari Kementerian Sosial melalui Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta, yang diusulkan oleh Dinas Sosial Kabupaten Karanganyar. Program ini ada setiap tahun dan bisa lebih dari sekali, tergantung usulan dan verifikasi,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Karanganyar, Junaidi Purwanto, S.H., M.M., menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan kali ini diperuntukkan bagi kelompok kewirausahaan dan kelompok penerima bantuan pemenuhan hidup layak.
“Untuk penyaluran bantuan ATENSI hari ini ada kelompok kewirausahaan dan pemenuhan hidup layak. Bantuan kewirausahaan diberikan kepada penyandang disabilitas dan lansia berupa mesin jahit, peralatan tambal ban, ternak kambing, dan bentuk usaha lainnya,” kata Junaidi.
Menurutnya, proses pengajuan bantuan dilakukan melalui TKSK, kemudian diverifikasi oleh Dinas Sosial dan diteruskan ke pihak sentra.
“Sistem pengajuannya melalui TKSK, lalu diverifikasi di Dinas Sosial dan diajukan ke sentra. Para penerima ini bukan hanya menerima bantuan, tetapi juga masuk dalam kelompok binaan,” ujarnya.
Junaidi menegaskan bahwa setelah penyaluran bantuan, Dinas Sosial akan melakukan monitoring dan pendampingan berkelanjutan untuk memastikan bantuan tersebut berkembang menjadi usaha produktif.
“Kita harapkan bantuan ini bisa berkembang dan meningkatkan taraf hidup penerima manfaat. Karena itu akan ada monitoring dan pendampingan secara kontinu,” tambahnya.
Salah satu penerima bantuan usaha menjahit, Sumarno, warga Suruh, Tasikmadu, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya dan berharap usahanya semakin berkembang.
“Semoga usaha saya menjadi lebih lancar, maju, dan banyak pelanggan. Bantuan ini sangat membantu kelancaran usaha saya, dan semoga ke depan bisa semakin bermanfaat,” ungkapnya.
Melalui program ATENSI ini, pemerintah berharap para lansia dan penyandang disabilitas tidak hanya menerima bantuan sosial, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan melalui usaha mandiri yang berkelanjutan. (Hds/K2)












