Sempat Meresahkan Warga, Macan Tutul Lereng Lawu Diamankan ke Taman Safari Jurug

Screenshot 20260303 162058
Macan tutul yang diduga sempat meresahkan warga ditemukan oleh masyarakat berada di sekitar rumah warga dukuh Sendang Desa Sepanjang, Kecamatan Tawangmangu

Kabar Karananyar, – Seekor macan tutul yang sempat meresahkan warga Dukuh Sendang, Desa Sepanjang, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, akhirnya berhasil dievakuasi petugas, Selasa (03/03/2026). Satwa liar yang sebelumnya dilaporkan memangsa ternak milik warga itu diamankan dan dibawa ke Taman Safari Jurug untuk penanganan lebih lanjut.

Proses evakuasi dilakukan oleh tim gabungan dari BPBD Karanganyar, BKSDA Surakarta, serta tim medis dan pawang satwa dari Taman Safari Jurug. Evakuasi dilakukan dengan teknik pembiusan (bius) guna memastikan keselamatan warga maupun petugas di lapangan.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, menjelaskan bahwa proses persiapan hingga pelumpuhan satwa memakan waktu sekitar 30 menit.

“Untuk prosesnya, mulai dari persiapan sampai pembiusan kurang lebih 30 menit. Pembiusan dilakukan di lokasi, dan bius itu sifatnya sementara untuk memudahkan proses eksklusi atau evakuasi,” ujarnya di sela kegiatan evakuasi.

Ia memastikan, macan tutul yang berhasil diamankan berjumlah satu ekor. “Sementara ini yang berhasil kita evakuasi satu. Tadi sudah dipastikan hanya satu yang berada di lokasi,” jelasnya.

Sebelumnya, laporan warga terkait ternak yang dimangsa memunculkan dugaan adanya dua ekor macan tutul di kawasan tersebut. Tim gabungan sempat mencurigai keberadaan induk dan anak, berdasarkan temuan dua jejak kaki dengan ukuran berbeda di sekitar lokasi kejadian.

Namun pada operasi hari ini, baru satu ekor yang terdeteksi berada di sekitar permukiman warga dan berhasil dievakuasi. Petugas tetap melakukan pemantauan lanjutan untuk memastikan tidak ada satwa liar lain yang masih berkeliaran di sekitar lereng Lawu tersebut.

Setelah berhasil dilumpuhkan, macan tutul langsung mendapatkan penanganan medis dari dokter hewan tim Taman Safari Jurug sebelum dibawa untuk diamankan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi satwa tetap stabil pasca pembiusan.

BPBD mengimbau warga tetap tenang namun waspada. Jika menemukan tanda-tanda keberadaan satwa liar, masyarakat diminta segera melapor kepada pemerintah desa atau petugas terkait, dan tidak melakukan tindakan sendiri yang berisiko membahayakan.

Evakuasi ini menjadi bentuk sinergi lintas instansi dalam menjaga keselamatan warga sekaligus melindungi satwa liar yang dilindungi agar tidak menjadi korban konflik dengan manusia. (Hds/K2)