Kabar Karanganyar, — Seorang perempuan asal Kecamatan Jumapolo, Kabupaten Karanganyar, kembali melakukan percobaan bunuh diri. Korban diduga mengalami depresi berat dan telah enam kali mencoba mengakhiri hidupnya dalam kurun dua tahun terakhir, namun seluruh upaya tersebut gagal.
Peristiwa terbaru terjadi pada Rabu (17/12/2025) sekitar pukul 09.00 WIB di rumah korban yang berada di Dusun Mojodipo, RT 01 RW 08, Desa Jatirejo, Kecamatan Jumapolo. Korban diketahui bernama Surami (42), seorang karyawan swasta.
Kapolsek Jumapolo AKP Sulaiman, S.H melaporkan, kejadian pertama kali diketahui oleh anak korban. Saat itu saksi mendapati korban tergeletak di dapur rumah dalam kondisi bersimbah darah. Pergelangan tangan kiri korban diketahui terpotong, serta terdapat luka sayatan di bagian leher.
“Korban masih dalam keadaan hidup ketika ditemukan. Saksi kemudian meminta bantuan dan korban segera dibawa ke RSUD Karanganyar untuk mendapatkan penanganan medis,” terang Kapolsek Jumapolo dalam laporan resminya.
Setelah mendapatkan perawatan di Instalasi Gawat Darurat RSUD Karanganyar, korban akan dirujuk ke RSDM Surakarta untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Korban di ketahui melukai diri dengan cara memotong pergelangan tangan kiri hingga putus dan menyayat leher menggunakan sebilah sabit.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas mengamankan satu buah sabit yang digunakan korban sebagai barang bukti. Polisi juga memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kehilangan harta benda di lokasi kejadian, sehingga peristiwa ini murni merupakan percobaan bunuh diri dan tidak terkait tindak kriminal lain.
Berdasarkan keterangan keluarga, korban diduga mengalami depresi sejak suaminya meninggal dunia. Bahkan, korban tercatat telah beberapa kali melakukan percobaan bunuh diri sebelumnya. Pada tahun 2017, korban pernah menusuk perutnya sendiri saat tinggal di Yogyakarta. Kemudian pada tahun 2024, korban memasukkan tangannya ke wajan penggorengan, serta menabrakkan diri ke tiang listrik saat mengendarai sepeda motor hingga mengalami gegar otak.
“Keterangan dari anak-anak korban, ibunya sering tersenyum sendiri dan berbicara tanpa sebab yang jelas,” lanjut AKP Sulaiman tersebut.
Saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif di RSUD Karanganyar dan direncanakan akan dirujuk ke RSUD dr. Moewardi Surakarta untuk penanganan medis dan kejiwaan lebih lanjut.
Pihak kepolisian bersama pemerintah desa dan relawan Jumapolo telah melakukan penanganan awal serta berkoordinasi dengan keluarga korban. Aparat mengimbau agar korban mendapatkan pendampingan psikologis berkelanjutan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.(Hds/K2)












