Rumah Bergaya Etnik di Popongan Dirobohkan Pemiliknya karena Diduga Cemburu pada Istri

IMG 20251124 205426
Pintu gerbang rumah yang bergaya Etnik di Dusun Begajah Kelurahan Popongan tampak tertutup rapat setelah bangunan di dalamnya telah di robohkan Senin pagi (24/11/2025)

Kabar Karanganyar, — Sebuah rumah bergaya etnik Joglo di wilayah Dusun Begajah mendadak rata dengan tanah setelah sang pemilik, seorang kontraktor yang dikenal warga dengan nama Pak Agung, memutuskan merobohkan bangunan itu pada Senin (24/11/2025). Tindakan ekstrem tersebut diduga dipicu kecemburuan serta kecurigaan pemilik rumah terhadap istrinya yang disebut-sebut memiliki hubungan gelap dengan pria lain. Dugaan ini beredar luas setelah video proses pembongkaran menggunakan alat berat viral di media sosial.

Ketua RT (Rukun Warga) setempat, Edi Mulyono, membenarkan bahwa kejadian dalam video viral itu terjadi di wilayahnya. Ia menegaskan bahwa pembongkaran tersebut bukan perusakan, melainkan tindakan yang dilakukan langsung oleh pemilik rumah setelah meminta izin kepadanya.

“Betul itu di wilayah saya. Pak Agung sendiri yang minta izin. Bukan perusakan, itu urusan internal keluarga,” ujar Edi.

Menurut Edi, permohonan izin itu ia terima saat sedang bekerja di Surabaya, Sabtu (22/11/2025). Pak Agung menghubunginya melalui pesan dan telepon untuk memastikan tidak ada kesalahpahaman di tingkat warga ketika alat berat masuk ke lokasi.

“Beliau minta tolong supaya kalau warga bertanya, biar saya yang menjelaskan. Katanya biar tidak ribet,” ungkapnya.

Proses pembongkaran berlangsung sekitar dua jam, mulai pukul 08.30 hingga menjelang pukul 11.00. Dua unit alat berat dikerahkan untuk merobohkan tiga bangunan, termasuk pendopo dan rumah utama yang sebagian besar menggunakan material kayu dan bata merah tua.

Barang-barang di dalam rumah telah dipindahkan sebelumnya. Hanya bangunannya yang dihancurkan.

Video yang beredar juga memperlihatkan adanya poster-poster berisi pesan tertentu yang ditempel di bangunan. Namun menurut Edi, ia tidak tahu pasti siapa yang memasangnya. Ia hanya mengetahui bahwa pemasangan dilakukan oleh orang-orang suruhan pemilik rumah.

Aksi pembongkaran tersebut menggemparkan warga sekitar karena berlangsung mendadak dan menggunakan alat berat berukuran besar. Namun Pak Agung sempat meminta RT untuk menutup akses masuk demi keamanan.

“Warga memang kaget. Makanya Pak Agung minta pintu akses ditutup supaya tidak membahayakan warga,” kata Edi.

Meski jarang tinggal di rumah tersebut dan lebih banyak berdomisili di Solo, Pak Agung dikenal sebagai warga yang baik dan dermawan. Ia beberapa kali berkontribusi untuk kegiatan lingkungan meski tidak aktif mengikuti pertemuan RT.

“Orangnya baik. Kalau ada kegiatan warga, beliau siap membantu. Cuma memang jarang ke sini,” tutur Edi.

Sementara itu, dugaan perselingkuhan yang menjadi pemicu aksi ini belum dapat dipastikan kebenarannya. Edi sendiri mengaku tidak mengetahui persoalan rumah tangga pasangan tersebut karena keduanya jarang berinteraksi dengan warga sekitar.(Hds/K2)