DAERAH  

Polda Jateng Kerahkan Helikopter, Kebakaran TPA Putri Cempo Diserang dari Udara

IMG 20260905 WA0210
Kapolres Karanganyar Arman Sahti bersama DirHumas Polda Jateng lakukan pantauan udara dengan helikopter saat proses pemadaman kebakaran di titik api TPA Putri Cempo dengan tekhnik Water Booming.

Kabar Karanganyar, – Kebakaran hebat di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo, Solo, yang kepulan asapnya merambah wilayah Plesungan, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, memicu langkah penanganan lintas wilayah. Polda Jateng bersma Polres Karanganyar serta Polresta Surakarta mengerahkan dukungan operasi udara menggunakan helikopter untuk melakukan pemadaman dengan teknik water bombing ke titik-titik api yang sulit dijangkau dari darat.

Operasi pemadaman udara tersebut memasuki hari kedua pada Sabtu (5/9/2026). Upaya ini menjadi bagian dari operasi gabungan melibatkan Korpolairud Baharkam Polri, Polres Karanganyar, dan Polres Surakarta.

Kapolres Karanganyar AKBP Arman Sahti mengatakan, pada hari pertama operasi water bombing dilakukan sebanyak 24 kali penyiraman. Memasuki hari kedua, hingga Sabtu, helikopter telah melakukan empat kali penyiraman dari udara.

“Pemadaman dengan water bombing sudah memasuki hari kedua. Kemarin 24 kali penyiraman, hari ini sampai saat ini sudah empat kali,” ujar Arman saat memberikan keterangan terkait perkembangan penanganan kebakaran.

Lapangan Plesungan digunakan sebagai landasan operasional untuk mendukung mobilisasi helikopter dalam operasi pemadaman. Dari pemantauan udara, kondisi kebakaran mulai menunjukkan perkembangan positif dengan berkurangnya sejumlah titik api.

Meski demikian, operasi belum dihentikan. Penyiraman dari udara akan terus dilakukan menyesuaikan kondisi di lapangan, terutama terhadap titik api yang masih berpotensi menimbulkan kepulan asap.

Dampak kebakaran tidak hanya dirasakan warga di sekitar TPA Putri Cempo. Desa Plesungan yang berjarak sekitar satu kilometer dari lokasi kebakaran ikut terdampak kepulan asap tebal. Kondisi tersebut membuat warga harus mengungsi demi menghindari paparan asap.

Posko pengungsian di Plesungan sempat menampung puluhan kepala keluarga (KK). Namun, setelah kondisi dinilai lebih memungkinkan, puluhan KK tersebut telah kembali ke rumah masing-masing setelah kondisi dinyatakan aman dari kepungan asap di lingkungan rumah masing – masing akan tetapi jika dalam waktu tak terduga kepulan asap kembali mengepung karena arah angin maka mereka akan kembalinke lokasi pengungsian.

Asap kebakaran TPA Putri Cempo menjadi persoalan yang melampaui batas administratif Kota Solo dan Karanganyar. Karena itu, penanganannya pun dilakukan dengan mengedepankan koordinasi lintas sektor dan lintas wilayah.

Pengerahan helikopter oleh unsur kepolisian, penggunaan Lapangan Plesungan sebagai titik operasional, hingga penanganan warga terdampak di wilayah Karanganyar menunjukkan adanya gotong royong dalam menghadapi bencana yang dampaknya dirasakan bersama.

Polres Karanganyar memastikan pemantauan terhadap kondisi kebakaran dan dampak asap masih terus dilakukan. Operasi pemadaman akan dilanjutkan sampai titik-titik api dapat dikendalikan dan ancaman asap terhadap masyarakat semakin berkurang. (Hds/K2)