SOLO, Kabar Karanganyar, – Kota Solo kembali bersiap menjadi pusat perhatian melalui perhelatan budaya di Pura Mangkunegaran. Dhaup Ageng atau pernikahan agung G.R.Aj. Ancillasura Marina Sudjiwo, yang akrab disapa Gusti Sura, dengan K.P.H. F.X. Adimas Rosdian akan digelar pada 3–7 November 2026. Selama lima hari, rangkaian prosesi pernikahan adat Mangkunegaran tak hanya menjadi peristiwa penting bagi keluarga besar istana, tetapi juga memperkuat daya tarik Solo sebagai magnet budaya yang menawarkan pengalaman tradisi secara langsung kepada masyarakat.
Perhelatan ini menghadirkan kesempatan untuk mengenal lebih dekat adat pernikahan Mangkunegaran, mulai dari tata cara prosesi, busana, iringan musik, hingga simbol-simbol yang menyimpan nilai filosofis. Tradisi yang selama ini diwariskan lintas generasi tersebut menjadi bagian dari kekayaan budaya Solo yang terus dijaga sekaligus diperkenalkan kepada publik.
Gusti Sura merupakan kakak dari Pengageng Mangkunegaran, K.G.P.A.A. Mangkoenagoro X. Pernikahan keduanya akan berlangsung dengan mengikuti tata cara dan tradisi Mangkunegaran, dengan rangkaian kegiatan yang dipusatkan di lingkungan Pura Mangkunegaran.
Kehadiran Dhaup Ageng juga menjadi momentum bagi Solo untuk menunjukkan bahwa tradisi keraton bukan sekadar peninggalan masa lalu. Di tengah perkembangan kota dan meningkatnya perhatian terhadap wisata berbasis budaya, perhelatan ini menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk memahami nilai-nilai adat yang masih dijalankan hingga saat ini.
Juru Bicara Dhaup Ageng, R.Ay.T. Ayu Rosetyastuti, menyampaikan bahwa pernikahan tersebut pada dasarnya merupakan peristiwa keluarga yang menandai babak baru bagi kedua mempelai. Meski demikian, rangkaian kegiatan yang disiapkan juga diharapkan dapat mempererat hubungan Mangkunegaran dengan masyarakat Solo.
“Dhaup Ageng pertama-tama merupakan peristiwa keluarga yang menandai babak baru bagi kedua mempelai. Melalui rangkaian tradisi dan kegiatan publik yang telah dipersiapkan, kami berharap masyarakat dapat turut mangayubagya, berbagi kebahagiaan, dan merasakan kedekatan yang telah lama terjalin antara Mangkunegaran dan Kota Solo,” ujarnya dalam siaran pers.
Tak hanya menghadirkan prosesi adat, Mangkunegaran juga menyiapkan agenda yang memungkinkan masyarakat ikut merasakan suasana perayaan. Resepsi pernikahan dijadwalkan berlangsung pada 6 dan 7 November 2026 di Pendapa Ageng Pura Mangkunegaran. Sementara itu, pesta rakyat akan digelar pada 6–8 November 2026 di kawasan Pamedan Pura Mangkunegaran.
Pesta rakyat tersebut menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk ikut mangayubagya atau menyampaikan kebahagiaan atas pernikahan kedua mempelai. Salah satu agenda yang disiapkan ialah pemutaran film ramah anak bersama komunitas sinema. Sebanyak 200 anak dari yayasan yatim piatu akan diundang untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Rangkaian kegiatan publik ini turut memperluas pengalaman masyarakat dalam menikmati kekayaan budaya Solo. Pura Mangkunegaran tidak hanya menjadi lokasi berlangsungnya upacara keluarga, tetapi juga ruang pertemuan antara tradisi, seni, dan kehidupan masyarakat kota.
Di balik setiap rangkaian Dhaup Ageng, terdapat peran keluarga, abdi dalem, seniman, perajin, serta berbagai pihak yang menjaga ketelitian dan makna tradisi. Busana, musik, tata upacara, hingga penggunaan ruang memiliki fungsi dan nilai tersendiri yang terus dipahami serta diwariskan dari generasi ke generasi.
Melalui Dhaup Ageng 2026, Mangkunegaran menghadirkan tradisi sebagai warisan budaya yang tetap hidup dan relevan. Perhelatan ini sekaligus mempertegas posisi Solo sebagai kota yang memiliki daya tarik budaya kuat, dengan tradisi keraton yang tidak hanya dirawat di lingkungan istana, tetapi juga dapat menjadi jembatan kedekatan dengan masyarakat luas.
Informasi mengenai program, jadwal, dan akses masyarakat dalam rangkaian kegiatan Dhaup Ageng akan disampaikan melalui kanal resmi Mangkunegaran. (Hds/K2)












