DAERAH  

Siswa SD-SMP Karanganyar Serentak Salat Istiqa, Berharap Hujan Atasi Kekeringan dan Karhutla

Screenshot 20261019 134503
Siswa SD - SMP di Karanganyar serentak gelar sholat istiqo minta hujan agar segera turun.

Kabar Karanganyar, — Siswa – siswi SD dan SMP di Kabupaten Karanganyar serentak berikhtiar memohon turunnya hujan di tengah musim kemarau yang masih membayangi wilayah lereng Gunung Lawu. Melalui salat istiqa yang digelar di halaman masing-masing sekolah, Senin (19/10/2026) pukul 07.00 WIB, para pelajar bersama jajaran pendidikan berharap hujan segera turun untuk mengakhiri kekeringan, membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Gunung Lawu, serta memulihkan pasokan air bagi petani dan warga yang terdampak krisis air.

Imbauan pelaksanaan salat istisqa tersebut diterbitkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar melalui surat edaran yang ditujukan kepada satuan pendidikan jenjang SD dan SMP. Langkah ini menjadi salah satu bentuk ikhtiar spiritual dunia pendidikan dalam menghadapi dampak musim kemarau yang berkepanjangan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar, Hendro Prayitno, mengatakan pelaksanaan salat istisqa dilakukan secara serentak di sekolah masing-masing sebagai bentuk partisipasi dalam memohon hujan.

“Intinya kami ikut berpartisipasi dengan ikhtiar kami, yaitu melaksanakan kegiatan salat istiqa,” ujar Hendro saat diwawancarai.

Menurutnya, kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Karanganyar menjadi perhatian bersama. Kondisi tersebut juga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan di Gunung Lawu yang membutuhkan penanganan serius.

Melalui kegiatan ini, dunia pendidikan turut mengambil bagian dalam upaya menghadapi situasi kemarau. Harapannya, hujan segera turun sehingga membantu proses pemadaman karhutla di kawasan Gunung Lawu yang hingga kini menjadi perhatian masyarakat dan petugas gabungan.

Turunnya hujan juga dinantikan para petani yang membutuhkan pasokan air untuk mengairi lahan pertanian. Di sisi lain, warga di wilayah rawan kekeringan berharap ketersediaan air bersih kembali mencukupi sehingga tidak harus menghadapi krisis air berkepanjangan.

Salat istiqa menjadi ikhtiar spiritual yang melibatkan lingkungan sekolah di tengah kondisi alam yang membutuhkan perhatian bersama. Di saat petugas berjibaku menghadapi kebakaran di lereng Lawu dan masyarakat berjuang memenuhi kebutuhan air, doa bersama dipanjatkan agar hujan segera membasahi Karanganyar.

Ikhtiar tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa menghadapi kemarau panjang membutuhkan kepedulian bersama, mulai dari doa, kesiapsiagaan menghadapi bencana, hingga upaya menjaga ketersediaan air bagi masyarakat dan sektor pertanian. (Hds/K2)