Kabar Karanganyar, — Pengabdian anggota polisi karanganyar yang bekerja dalam senyap, tetapi memberi dampak nyata bagi masyarakat, mendapat penghargaan. Sebanyak 15 personel Satreskrim Polres Karanganyar dan seorang Bhabinkamtibmas Polsek Kebakkramat dianugerahi penghargaan oleh Kapolres Karanganyar AKBP Arman Sahti, S.H., S.I.K., M.H., Senin (5/10/2026).
Penghargaan diberikan dalam Apel Jam Pimpinan di Lapangan Wira Satya Polres Karanganyar. Mereka dinilai menunjukkan loyalitas, dedikasi dan kerja nyata dalam menjalankan tugas kepolisian, baik dalam membongkar perkara pidana maupun hadir langsung di tengah dinamika kehidupan masyarakat.
Sebanyak 15 personel Satreskrim mendapat apresiasi atas keberhasilan mengungkap kasus pencurian yang didahului, disertai atau diikuti kekerasan maupun ancaman kekerasan di Toko Rumah Matahari Ayu, Karangpandan, pada Rabu (16/9/2026).
Kasus tersebut sempat menyita perhatian publik. Berbekal kerja penyelidikan dan pengembangan perkara, jajaran Satreskrim berhasil mengungkap kasus hingga mengamankan para pelaku untuk diproses secara hukum.
Bagi kepolisian, keberhasilan tersebut bukan sekadar angka pengungkapan perkara. Di baliknya terdapat kerja panjang personel di lapangan untuk mencari bukti, menelusuri jejak pelaku hingga memastikan perkara tersebut dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.
Sementara satu penghargaan lainnya diberikan kepada anggota polisi Karanganyar atas nama Aipda Maryanto, Bhabinkamtibmas Desa Macanan, Polsek Kebakkramat.
Maryanto mendapat apresiasi karena dinilai mampu membaca dinamika sosial masyarakat dan mengubahnya menjadi gerakan nyata melalui kelompok Sedekah Peduli Sesama (SPS) Kebakkramat.
Bersama warga, ia ikut menggerakkan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan. Bantuan kursi roda, sembako hingga kepedulian kepada lansia, penyandang disabilitas dan anak yatim piatu menjadi bagian dari gerakan sosial tersebut.
Kiprah itu menunjukkan bahwa tugas seorang anggota polisi tidak hanya berbicara tentang penegakan hukum. Di tengah masyarakat, polisi juga dituntut mampu menjadi penggerak kepedulian dan hadir ketika warga menghadapi persoalan sosial.
Kapolres Karanganyar AKBP Arman Sahti mengatakan penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas prestasi dan dedikasi anggota.
“Terima kasih kepada seluruh personel yang telah hadir dan mengikuti apel pagi ini. Kepada personel yang menerima penghargaan, saya ucapkan selamat dan apresiasi atas prestasi yang telah diberikan,” kata Arman.
Namun, penghargaan tersebut juga diikuti pesan tegas. Kapolres meminta seluruh personel menjaga integritas serta tidak terjebak dalam pelanggaran yang dapat merusak kepercayaan masyarakat.
“Jangan sampai ada pelanggaran. Fungsi pembinaan harus berjalan dengan baik sehingga tugas dan tanggung jawab dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan hak-hak anggota juga dapat terpenuhi,” tegasnya.
Ke-15 personel Satreskrim penerima penghargaan yakni Iptu Anjar Wardoyo, Aiptu M. Rizal Arifiyanto, Aiptu Ary Jatmoko, Aiptu Catur Prihardiyanto, Aipda Bowo Santoso, Aipda Mujiyanto, Aipda Fery Dian Agusta, Aipda Yesi Arfianto, Aipda Breiska Susmono Aji, Bripka Ardista Wisnu Utama, Brigadir Ageng Santoso, Brigadir Firman Aji Prasekti, Briptu Mustofa Abdul Majid, Briptu Imam Adi Prasetyo dan Briptu Ardi Figo Acharta.
Sedangkan Aipda Maryanto menerima penghargaan atas dedikasinya menghidupkan gerakan sosial SPS Kebakkramat bersama masyarakat.
Penghargaan itu menjadi penanda bahwa ukuran pengabdian polisi tidak hanya berada di ruang penyidikan atau keberhasilan membekuk pelaku kejahatan. Ada pula pengabdian yang tumbuh dari kedekatan dengan masyarakat, menggerakkan kepedulian dan membantu warga menghadapi persoalan kehidupan.
Kerja keras di lapangan, keberanian menegakkan hukum dan ketulusan bergerak bersama masyarakat menjadi wajah lain dari pengabdian kepolisian—ketika seragam bukan sekadar simbol kewenangan, tetapi juga tanggung jawab untuk memberi rasa aman dan manfaat bagi warga. (Hds/K2)












