Korban Matahari Ayu Tidak Hanya Di Palu Tapi Juga Dilukai dengan Pisau dan Obeng

WA 1790905398214
Waka Polres Karanganyar AKBP Miftahul Huda di dampingi kasat Reskrim AKP Wikan Sri Kadiyono juga Kasie Humas Iptu Mulyadi menunjukan barang bukti perkara pencurian dengan kekerasan di Karangpandan.

Kabar Karanganyar, — Percobaan perampokan di Toko Matahari Ayu, Karangpandan, Karanganyar, pada 16 September 2026 ternyata berlangsung lebih brutal dari dugaan awal.

Dua pelaku tak hanya menghantam kepala penjaga toko menggunakan palu. Korban juga ditusuk menggunakan pisau dan obeng saat berada di ruang ganti.

Fakta tersebut diungkap Kasat Reskrim Polres Karanganyar AKP Wikan Srikadiyono dalam jumpa pers di ruang tengah Reskrim Polres Karanganyar, Kamis (1/10/2026).

Wikan menjelaskan, fakta itu terungkap dari hasil pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan kedua terduga pelaku.

Menurutnya, kedua pelaku sebelumnya berangkat dari kos mereka di Sragen sekitar pukul 13.00 menuju Tawangmangu. Keduanya mengaku hendak mencari udara dingin dan nongkrong di salah satu warung hingga sekitar pukul 17.30.

Dalam perjalanan turun menuju Karangpandan, keduanya kemudian membicarakan persoalan ekonomi yang mereka hadapi. Dari pembicaraan itu muncul rencana untuk merampok sebuah toko.

Sesampainya di kawasan Pasar Karangpandan, kedua pelaku berhenti dan mengamati sejumlah toko. Toko Matahari Ayu kemudian menjadi sasaran.

Sekitar pukul 18.00, keduanya masuk ke toko dengan berpura-pura menjadi pembeli. Mereka mengamati kondisi toko, jumlah penjaga hingga posisi kasir.

Setelah beberapa saat, keduanya keluar dengan alasan hendak melihat toko lain. Namun, mereka tidak pergi jauh. Di luar toko, keduanya kembali mematangkan rencana dan membagi peran.

Pelaku perempuan bertugas mengambil barang dan mencoba masuk ke ruang ganti. Sementara pelaku laki-laki bersiap melakukan kekerasan ketika penjaga toko mendekat.

Sekitar pukul 18.50, keduanya kembali masuk. Pelaku perempuan berpura-pura hendak mencoba sepatu dan sandal hingga seorang penjaga toko membawakan barang ke ruang ganti.

Begitu penjaga berada di ruang ganti, pelaku laki-laki langsung menyerang.

“Pelaku laki-laki langsung memberikan pukulan terhadap penjaga toko. Kepala bagian belakang dipukul tiga kali menggunakan palu,” kata Wikan.

Namun, pada pukulan ketiga, palu tersebut terlepas. Pelaku kemudian mengambil pisau dari dalam tasnya.

Pisau itu digunakan untuk menusuk bagian belakang telinga korban. Pada tusukan ketiga, pisau tersebut bahkan melengkung dan mengenai tangan pelaku sendiri.

Tak berhenti di situ. Pelaku perempuan kemudian ikut melakukan kekerasan menggunakan obeng dan menusuk korban sebanyak tiga kali.

Korban yang terlihat lemas kemudian ditinggalkan kedua pelaku untuk menuju area kasir. Pelaku perempuan sempat membuka laci kasir, tetapi tidak menemukan uang. Yang ada hanya buku-buku.

Situasi berubah ketika korban ternyata masih sadar. Korban bangkit dan berteriak meminta pertolongan.

Panik, pelaku laki-laki kembali mencegat korban dan melakukan pemukulan sebelum keduanya akhirnya melarikan diri dari toko.

“Kedua pelaku panik, akhirnya keluar toko. Begitu keluar toko langsung kabur ke arah barat, ke arah Mojogedang,” ujar Wikan.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan hingga berhasil mengungkap identitas dan menangkap kedua terduga pelaku.

Kasus tersebut kini mengungkap rangkaian kekerasan dalam percobaan perampokan yang dilakukan menggunakan palu, pisau, dan obeng, setelah aksi kedua pelaku gagal mendapatkan uang dari toko. (Hds/K2)