Kabar Karanganyar, – Inagurasi Pengurus Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Karanganyar periode 2024-2029 menjadi momentum meneguhkan arah gerakan organisasi melalui visi MANTAP, yakni Militan, Agamis, Nasionalis, Terintegrasi, Adaptif, dan Progresif.
Di bawah kepemimpinan Ketua PC GP Ansor Karanganyar, Danang Warsito, kepengurusan baru ditargetkan tidak sekadar menjadi wadah kaderisasi pemuda Nahdlatul Ulama (NU), tetapi juga tampil sebagai kekuatan sosial yang mampu menjawab persoalan masyarakat, mulai dari pemberdayaan ekonomi, literasi digital, hingga kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Danang Warsito mengatakan, kepengurusan periode 2024-2029 merupakan perpaduan wajah-wajah baru dengan sekitar 20 persen pengurus lama. Komposisi tersebut dirancang untuk menjaga kesinambungan organisasi sekaligus menghadirkan energi dan gagasan baru dalam menjalankan program kerja.
“Visi kami MANTAP, yaitu Militan, Agamis, Nasionalis, Terintegrasi, Adaptif, dan Progresif. Ini bukan sekadar slogan, tetapi harus menjadi semangat seluruh kader dalam menjalankan roda organisasi,” ungkap Danang.
Menurut dia, terdapat sejumlah program strategis yang menjadi prioritas kepengurusan baru. Di antaranya pemberdayaan ekonomi kader, peningkatan literasi digital, serta penguatan kaderisasi secara berkelanjutan hingga tingkat ranting.
Pemberdayaan ekonomi dinilai penting agar kader Ansor memiliki kemandirian dan tidak menjadikan organisasi sebagai tempat mencari keuntungan pribadi. Sementara penguatan literasi digital diarahkan untuk membekali kader menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan pola komunikasi masyarakat.
Danang juga menekankan pentingnya menjaga soliditas organisasi melalui sistem satu komando, mulai dari pimpinan cabang, anak cabang, hingga ranting.
“Kami ingin seluruh kader bergerak dalam satu komando. Sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh stakeholder juga menjadi bagian penting agar program Ansor bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Terkait dinamika politik, Danang menegaskan GP Ansor Karanganyar tetap menjaga netralitas organisasi dalam politik praktis. Namun, Ansor berkomitmen mengambil peran aktif menjaga kondusivitas wilayah, terutama di tengah dinamika tahun politik.
Gus Hanies Tekankan Kader Harus Aktif, Berjejaring, dan Mandiri
Koordinator Wilayah Pimpinan Pusat GP Ansor untuk Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, M. Hanies Cholil Barro’ atau Gus Hanies, memberikan penekanan khusus terhadap kualitas pengurus dan karakter kader Ansor.
Menurut Gus Hanies, terdapat tiga hal yang menjadi ukuran keberadaan seorang pengurus dalam organisasi, yakni keaktifan, kemampuan membangun jaringan, serta kontribusi terhadap organisasi.
Keaktifan pengurus, kata dia, akan terlihat melalui proses perjalanan organisasi selama masa jabatan. Sementara kemampuan membangun jaringan menjadi modal penting untuk memperkuat peran Ansor di tengah masyarakat dan menjalin hubungan dengan berbagai pemangku kepentingan.
Bagi pengurus yang belum mampu menunjukkan keaktifan dan membangun jaringan, kontribusi materi juga menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap keberlangsungan organisasi.
Gus Hanies juga mengingatkan kader Ansor agar memiliki lima karakter utama yang relevan dengan tantangan zaman.
Pertama, hablumminallah, yakni menjaga hubungan dengan Allah SWT dan memperkuat spiritualitas. Kedua, hablumminannas, yaitu membangun hubungan kemanusiaan secara baik dan humanis.
Menurut dia, pendekatan yang ramah dan terbuka diperlukan untuk menarik minat generasi muda, terutama di tengah menurunnya antusiasme terhadap organisasi kepemudaan di sejumlah wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Ketiga, hablumminallam, yakni kepedulian terhadap alam dan lingkungan melalui mitigasi bencana serta keterlibatan langsung dalam membantu masyarakat.
Kader Ansor diminta tidak hanya hadir dalam kegiatan seremonial, tetapi mampu memberikan solusi atas persoalan nyata, termasuk menghadapi ancaman kekeringan dan bencana alam di Karanganyar.
Keempat, hablumminadigitalisasi. Gus Hanies mendorong kader agar melek teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI) dan robotika, sekaligus bijak menggunakan media sosial.
Ia mengingatkan agar persoalan internal organisasi tidak diumbar ke ruang publik karena dapat merusak soliditas dan membuka celah bagi pihak yang ingin melemahkan organisasi.
Kelima, hablumminapulus, yakni membangun kemandirian ekonomi kader.
“Kader harus selesai dengan dirinya sendiri. Kalau sudah mandiri secara ekonomi, dia bisa memberikan kontribusi kepada organisasi dan masyarakat tanpa berharap mendapatkan keuntungan pribadi dari organisasi,” menjadi pesan utama dalam pengarahan tersebut.
Ansor Diminta Hadir sebagai Solusi Persoalan Masyarakat
Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Tengah, M. Sidqon Prabowo, menegaskan pelantikan pengurus baru bukan sekadar seremoni pergantian kepemimpinan dari Sahabat Rosidi kepada Sahabat Danang Warsito.
Menurut dia, pelantikan merupakan peneguhan mandat, tanggung jawab, serta komitmen pengabdian kader kepada organisasi dan masyarakat.
Sidqon mengingatkan bahwa Karanganyar memiliki potensi besar di berbagai sektor. Namun, potensi tersebut tidak serta-merta menghadirkan kesejahteraan apabila tidak diiringi kerja sama lintas lapisan masyarakat.
Karena itu, GP Ansor harus mampu menempatkan diri sebagai bagian dari solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Ansor harus hadir di tengah masyarakat, bukan hanya dalam kegiatan formal organisasi. Kader harus bisa menjadi jembatan dan penghubung bagi kebutuhan masyarakat,” demikian penekanan Sidqon dalam sambutannya.
Ia juga menyoroti pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam. Menurut dia, kekuatan organisasi kepemudaan dapat menjadi modal sosial untuk membantu masyarakat, terutama dalam situasi darurat.
Namun, peran tersebut tetap harus dijalankan secara proporsional dengan tidak mengambil alih kewenangan pemerintah.
Ansor diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah sekaligus penghubung antara kebutuhan masyarakat dengan pemangku kebijakan.
Bupati Rober Dorong Danang Perkuat Pengabdian dan Kaderisasi
Bupati Karanganyar, Rober Christanto, turut mengapresiasi keberadaan GP Ansor yang selama ini dinilai konsisten menjaga silaturahmi, stabilitas sosial, dan hubungan baik dengan masyarakat maupun pemerintah daerah.
Rober berharap kepemimpinan Danang Warsito mampu meneruskan kiprah positif organisasi sekaligus memperkuat peran kader dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Ia menekankan tiga hal yang perlu menjadi perhatian ketua baru, yakni mengedepankan pengabdian, membuka ruang bagi kader untuk berkembang, serta menyelaraskan langkah organisasi dengan program pemerintah daerah.
Menurut Rober, organisasi kepemudaan seperti GP Ansor memiliki posisi strategis dalam menjaga keharmonisan masyarakat dan mendukung pembangunan daerah.
Koordinasi berjenjang dari pimpinan pusat, wilayah, cabang, hingga ranting juga menjadi kunci agar gerakan organisasi tetap solid dan searah.
Dengan visi MANTAP, kepengurusan GP Ansor Karanganyar periode 2024-2029 dihadapkan pada tantangan untuk menerjemahkan semangat kaderisasi menjadi kerja nyata. Kemandirian ekonomi, penguasaan teknologi, penguatan jaringan sosial, dan kesiapsiagaan bencana menjadi sejumlah agenda yang akan menentukan seberapa jauh Ansor mampu hadir sebagai kekuatan pemuda yang bermanfaat bagi masyarakat Karanganyar. (Hds/K2)












