DAERAH  

Himpun Rp402 Juta, PemKab Karanganyar Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT

IMG 20260909 192743
Ilustrasi penghimpunan dan penyaluran bantuan dana untuk korban bencana alam gempa bumi di Nusa Tenggara Timur ( NTT) dari Pemerintah Kabupaten Karanganyar.

Kabar Karanganyar, – Kepedulian warga Karanganyar untuk korban gempa NTT (Nusa Tenggara Timur) berhasil dihimpun lebih dari Rp400 juta. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mencatat total donasi yang terkumpul hingga penutupan penggalangan pada 7 September 2026 mencapai Rp402.782.309.

Dana tersebut selanjutnya disalurkan untuk mendukung penanganan dan pemulihan masyarakat terdampak gempa, termasuk membantu pembangunan sekolah darurat dan penyediaan dapur umum di wilayah terdampak.

Sekretaris Daerah (Sekda) Karanganyar, Kurniadi Maulato, mengatakan penggalangan donasi berlangsung sejak 17 Agustus hingga 7 September 2026. Gerakan kemanusiaan tersebut melibatkan berbagai unsur pemerintahan dan lembaga di Kabupaten Karanganyar.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah memberikan donasi,” ujar Kurniadi saat dihubungi, Rabu (9/9/2026).

Menurut Kurniadi, donasi tersebut berasal dari berbagai unsur, mulai dari Polres, Kejaksaan, Pengadilan, Kodim, Pengadilan Agama, Kementerian Agama, organisasi perangkat daerah (OPD), BUMD, kecamatan hingga kelurahan.

Yang menarik, angka Rp402,7 juta tersebut belum mencakup sumbangan masyarakat yang disalurkan secara langsung melalui rekening donasi. Artinya, kepedulian masyarakat Karanganyar terhadap korban gempa NTT berpotensi lebih besar dari angka yang telah dihimpun Pemkab.

Dana yang terkumpul melalui pemerintah daerah kemudian disalurkan ke rekening Pusdalops BPBD Provinsi NTT untuk mendukung penanganan serta pemulihan pascagempa.

Selain melalui mekanisme tersebut, Pemkab Karanganyar juga memberikan bantuan langsung sebesar Rp110 juta kepada relawan asal Karanganyar yang berada di Kabupaten Manggarai Timur, NTT.

Bantuan itu diarahkan untuk kebutuhan masyarakat yang terdampak langsung bencana. Salah satu prioritasnya adalah memastikan aktivitas pendidikan tetap berjalan meski fasilitas sekolah terdampak gempa.

“Donasi tersebut digunakan untuk pembangunan gedung darurat SD, SMP dan dapur umum,” jelas Kurniadi.

Pembangunan gedung sekolah darurat diharapkan dapat menjadi solusi sementara bagi anak-anak korban gempa agar tetap bisa belajar di tengah proses pemulihan. Sementara dapur umum disiapkan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang masih berada dalam kondisi terdampak bencana.

Bagi Pemkab Karanganyar, bantuan tersebut bukan sekadar angka dalam laporan donasi. Uang yang dihimpun dari berbagai elemen masyarakat itu diharapkan benar-benar menjadi dukungan nyata bagi warga NTT yang tengah berjuang bangkit setelah bencana.

“Bantuan tersebut diharapkan dapat bermanfaat bagi korban terdampak gempa yang saat ini masih dalam tahap pemulihan,” pungkasnya. (Hds/K2)